web stats service from statcounter

Hot News


  • Motivasi Berlipat Raih Kemenangan
    Motivasi Berlipat Raih Kemenangan
    • 18 Juni 2019 | 12:39:00 WIB

    PERSIB melakoni laga pertama seusai libur Lebaran kontra PS Tira Persikabo pada laga tunda di Stadion Si Jalak Harupat, Selasa (18/6/2019) malam.

Inspirasi


  • Menikah dan Perjuangan
    Menikah dan Perjuangan

    SUAMI dan istri yang sudah menikah, semakin lama komunikasi yang terjadi kurang harmonis.

    Dikonfrontir,Iwa Tetap Bantah Terima Suap Meikarta
    idntimes Iwa (kiri) saat dikonfrontir dengan Waras (kanan)

    kasus suap meikarta

    Dikonfrontir,Iwa Tetap Bantah Terima Suap Meikarta

    JuaraNews, Bandung - Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Iwa Karniwa tetap membantah meminta dan menerima dana suap dari proyek Meikarta.

    Hal tersebut disampaikan Iwa saat dikonfrontir dengan saksi-saksi lainnya yang dihadirkan dalam sidang kasus suap perizinan Meikarta di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan RE Martadinata Kota Bandung, Rabu (6/2/2019). Para saksi yang dihadirkan dalam sidang kali ini, yakni anggota DPRD Jabar Waras Warsito, anggota DPRD Kabupaten Bekasi Sulaeman, Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi Nurlaili, serta Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bekasi Henry Lincoln.

    Di depan majelis hakim, Iwa mengaku tidak pernah menerima apapun dari pihak Meikarta, banner untuk pencalonannya pada Pilgub Jabar 2018.

    "Kami tidak pernah meminta banner, tidak pernah mengasihkan contoh dan hanya dapat informasi (pemberian banner) dan tidak tahu tempat (pembuatannya) dimana, nilainya berapa. Dan saya tidak pernah minta untuk dibuatkan banner," tandas Iwa.

    Pernyataan Iwa pun dikonfrontir dengan kesaksian Waras. Ketua Fraksi PDIP DPRD Jabar yang mengaku sudah memberikan uang tersebut kepada Iwa lewat sopir dan stafnya, langsung membantah pernyataan Iwa.

    "Dari awal kita ngomong untuk banner," ucap Waras saat ditanya majelis hakim soal banner tersebut.

    Terkait banner tersebut, Iwa tetap keukeuh mengaku tidak pernah meminta, tapi ditawari Waras. Sementara Waras bersikukuh, hal tersebut atas permintaan Iwa.

    "Saya tidak punya kapasitas untuk menawarkan kepada Pak Iwa," tegas Waras.

    Sedangkan soal uang yang diberikan kepada Iwa, Waras mengaku uang tersebut diperolehnya dari Sulaeman yang satu partai dengannya. Namun dia tidak tahu apakah uang tersebut berasal dari Meikarta atau bukan. "Itu atas permintaan Pak Waras," kilah Iwa menanggapi pernyataan Waras.

    "Pak Iwa yang kasih tahu saya (tentang banner tersebut)," timpal Waras.

    Saat majelis hakim menanyakan insiatif siapa pertemuan di Rest Area KM 72 Tol Cipularang? "Itu permintaan Pak Waras," kata Iwa.

    Namun Waras membantah telah meminta Iwa untuk hadir dalam pertemuan tersebut. "Saya nggak mungkin minta pak. Kapasitas saya apa, meminta Pak Iwa untuk hadir," ucap Waras.

    Majelis hakim pun kembali menanyakan kepada Iwa, apakah Waras mendukung Iwa dalam pencalonannya pada Pilgub Jabar 2018? "Saya tidak dipilih Pak (oleh PDIP)," jawab Iwa.

    Sedangkan Waras yang ditanya serupa, mengatakan dalam proses penjaringan bakal callon wagub, banyak yang mendaftar ke PDIP. "Dan saya termasuk yang mendukung Pak Iwa," jelasnya.

    Kendati keterangan keduanya berbeda, hakim memiliki kesimpulan tersendiri.

    "Silakan berbeda (pendapat), fakta persidangan seperti ini. Jaksa punya kesimpulan sendiri, majelis hakim juga punya kesimpulan. Siapa yang berbohong silakan masing-masing menilai," ucap Ketua Majelis Hakim Tardi.

    Dalam kesaksian sebelumnya, Waras mengaku menerima titipan uang sebanyak 3 kali dari Sulaeman untuk diserahkan kepada Iwa. Titipan uang pertama dan kedua diserahkan kepada Iwa melalui sopirnya, Yahya.

    "Awal Juli 2017 ada lagi titipan uang untuk banner, disimpan di kresek, sekitar Rp300 juta menurut saudara Yahya. Itu sesuai pesan Pak Iwa untuk membuat banner," kata Waras.

    Untuk titipan uang ketiga, Waras mengirimkan ke Iwa melalui stafnya yang bernama Eva Rosiana. "Saat itu saya telepon Pak Iwa. 'Pak ada titipan lagi, perintahnya apa. Antar ke Bandung Mas', kata Iwa," ucap Waras.

    Dia pun menyuruh Eva untuk mengambil uang tersebut dan menyerahkan ke Iwa. "Saya kasih nomor (telepon) Pak Iwa dan ajudannya. Sorenya Eva laporan titipan sudah diterima oleh orangnya Pak Iwa," kata dia. (*)

    ude

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Mantan Presiden Mesir Meninggal Dunia
    Wagub Jabar Monitoring PPDB via Command Center
    PPSDM Sosialisasi Pembangunan Zona Integritas
    Prabowo-Sandi Ajukan 15 Petitum Permohonan
    Emil Puji Keberhasilan Operasi Ketupat Lodaya 2019

    Editorial