web stats service from statcounter

Hot News


  • Cek Kesiapan Pemilu,Emil Gelar Konferensi Video
    Cek Kesiapan Pemilu,Emil Gelar Konferensi Video
    • 16 April 2019 | 20:45:00 WIB

    CEK kesipan Pemilu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menggelar konferensi video atau video conference dengan 27 kepala daerah kota/kabupaten seluruh Jawa Barat

Inspirasi


  • Menikah dan Perjuangan
    Menikah dan Perjuangan

    SUAMI dan istri yang sudah menikah, semakin lama komunikasi yang terjadi kurang harmonis.

    Gubernur Jabar Diminta Prioritaskan Putra Daerah
    net Sejumlah pejabat saat dilantik di Gedug Sate

    Seleksi Pejabat

    Gubernur Jabar Diminta Prioritaskan Putra Daerah

    • Selasa, 5 Februari 2019 | 04:27:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Pemprov Jabar diminta memprioritaskan putra daerah untuk mengisi jabatan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang sedang dilakukan seleksi terbuka saat ini.

    Selain mengedepankan profesionalitas, menurut Didi, aspek budaya dan nilai-nilai lainnya jangan dilupakan agar kinerja pejabat terkait bisa lebih maksimal.

    "Profesi itu harus ada budaya dominan dan nilai-nilai lainnya sebagai identitas Provinsi Jawa Barat," ucap Ketua Paguyuban Pasundan Didi Turmudzi, Minggu (3/2/2019).

    Saat ini, Panitia Seleksi terbuka pejabat Eselon II Pemprov Jabar sudah mengerucutkan peserta seleksi menjadi 3 besar di 14 OPD yang dilelang terbuka. Tiga besar dari masing-masing OPD, yakni 9 dinas dan 5 biro, sudah diserahkan ke Gubernur Jabar untuk dipilih satu menjadi pejabat definitif.

    Didi mengapresiasi langkah Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang melakukan seleksi terbuka kepala OPD seperti saat ini. Namun, Didi mengingatkan Emil agar tidak melupakan budaya Jawa Barat atau Sunda dalam menentukan posisi para pejabat di Tatar Sunda ini.

    "Transparan dan profesional, tanpa melupakan jati diri bahwa Jabar itu Tatar Sunda. Jangan dilupakan, di daerah lain juga memilih pejabat itu tanpa melupakan kepentingan daerahnya," tandas Didi.

    Menurut Didi, nilai budaya Sunda tersebut sangat penting karena berkaitan dengan kinerja para pejabat nantinya dalam melayani kepentingan masyarakat. Para pejabat yang dari daerah setempat, akan lebih terikat dan memiliki tanggung jawab yang lebih besar ke daerah asalnya itu.

    "Jangan sampai dengan kualitas sama, memilih yang lain. Kalau (kualitasnya) sama, tentu harus memprioritaskan orang berbudaya Sunda. Biasa juga dilakukan di berbagai daerah seperti itu," ungkap Didi.

    Hak tersebut juga akan memberikan citra baik bagi Pemprov Jabar karena percaya terhadap kualitas putra daerahnya sendiri.

    "Kadang-kadang Jabar itu seperti tidak percaya diri, tidak 'PD' terhadap kemampuan daerahnya. Takut dianggap tidak nasionalis, padahal nasionalis itu sudah selesai, kebinekaan sudah selesai, tentu kepala daerah punya tanggungjawab untuk membesarkan putra daerahnya," tegas Didi.

    Selain itu, kata Didi, saat ini tokoh asal Jabar kurang memiliki peranan di tingkat nasional. "Jangan sampai di nasional orang Sunda belum berperan, di daerahnya sendiri belum mendapat kekuatan. Ini harus jadi kepentingan pemangku kebijakan," kilahnya.

    Dia pun berharap proses seleksi terbebas dari kepentingan politik, baik dari partai pengusung maupun orang-orang yang dekat dengan kekuasaan. Didi tidak ingin keputusan Gubernur tergantung kepada tim yang dibentuknya.

    "Tim di sekitar itu banyak yang memperbincangkan, jangan sampai setiap keputusan itu sangat tergantung kepada tim yang dibentuk Pak Gubernur di luar struktur. Sehingga nanti struktur yang ada merasa terabaikan, merasa tak diperhatikan," sebut dia. (*)

    ude

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Cek Kesiapan Pemilu,Emil Gelar Konferensi Video
    TPS Unik Akan di Beri Hadiah
    KPU pastikan Logistik pemilu hari berada di TPS
    Pusksmas Bergerak Siap Layani Warga Peloksok Jabar
    Logistik Pemilu di Jabar Sudah 99 Persen

    Editorial


    • Gong Xi Fa Chai
      Gong Xi Fa Chai

      SELASA (15/2/209) ini merupakan hari istimewa bagi orang-orang Tionghoa atau keturunan China di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.