web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


  • Menikah dan Perjuangan
    Menikah dan Perjuangan

    SUAMI dan istri yang sudah menikah, semakin lama komunikasi yang terjadi kurang harmonis.

    5 Fakta Imlek yang Belum Banyak Diketahui Orang
    rad.erva.doce.info Shio Babi di Tahun Babi Tanah 2019

    5 Fakta Imlek yang Belum Banyak Diketahui Orang

    • Selasa, 5 Februari 2019 | 03:49:00 WIB
    • 0 Komentar

    HARI Raya Imlek tahun ini, jatuh pada 5 Februari 2019. Berbagai daerah dengan populasi suku Tionghoa akan merayakan momen spesial tersebut, tak terkecuali Indonesia. Bahkan, ia masuk dalam bagian dari budaya tradisional yang patut dilestarikan.

    Perayaan Tahun Baru Imlek dimulai pada hari pertama bulan pertama di penanggalan Tionghoa, lalu berakhir dengan Cap Go Meh tanggal ke-15 saat bulan purnama. Malam Tahun Baru Imlek dikenal sebagai “Chúxī” yang berarti "malam pergantian tahun".

    Adat dan tradisi terkait perayaan Tahun Baru Imlek sangatlah beragam, sehingga tak dapat disamakan antara setiap wilayah. Namun secara keseluruhan, perjamuan makan malam dan penyulutan kembang api kerap dilakukan.

    Bagaimana dengan Indonesia sendiri? Ya, sempat jadi kontroversi. Selama tahun 1968-1999, perayaan Tahun Baru Imlek dilarang dirayakan di depan umum. Lewat Instruksi Presiden No 14/1967, yakni rezim Orde Baru di bawah pemerintahan Presiden Soeharto, segala hal berbau Tionghoa, termasuk Imlek dilarang.

    Pada 2000, Presiden Abdurrahman Wahid mencabut Inpres No 14/1967 dan menindaklanjutinya dengan mengeluarkan Keputusan Presiden No 19/2001 tertanggal 9 April 2001 yang meresmikan Imlek sebagai hari libur fakultatif alias hanya berlaku bagi mereka yang merayakannya. Baru 2 tahun setelahnya, Imlek resmi dinyatakan sebagai salah satu hari libur nasional oleh Presiden Megawati Soekarnoputri per 2003.

    Saat ini, Hari Raya Imlek tak hanya dirayakan oleh penduduk keturunan Tionghoa, namun juga lapisan masyarakat lain di Indonesia. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga keberagaman dan toleransi antarsesama umat.

    Terdapat sejumlah fakta di balik Hari Raya Imlek yang belum diketahui oleh banyak orang. Apa sajakah itu? Agar lebih jelas, simak sebagai berikut:
    1. Sejarah di Balik Imlek
    Sejarah di balik Hari Raya Imlek amat menarik untuk diikuti. Berdasarkan linimasa waktu, tradisi Perayaan Musim Semi atau Imlek berumur 3.800 tahun di China; tepatnya zaman Dinasty Shang pada abad ke-17 SM.

    Meski begitu, sejak zaman Pemerintahan Kaisar Wudi saat Dinasti Han (202 SM-220 M), penetapan Tahun Baru Imlek mulai diluruskan mengikuti kalender China. Pada praktiknya, hal tersebut menjadi rujukan hingga saat ini.

    Sebelum Dinasti Qin, tanggal perayaan permulaan sesuatu tahun masih belum jelas. Berangkat dari situ, Kaisar pertama China Qin Shi Huang menukar dan menetapkan bahwa Tahun Tionghoa berawal di bulan 10 pada 221 SM.

    Pada 104 SM, Kaisar Wu yang memerintah sewaktu Dinasti Han menetapkan bulan 1 sebagai awal tahun sampai sekarang agar perayaan tahun baru bisa sesuai dengan masyarakat Tiongkok yang pada umumnya adalah masyarakat agraris. Pada masa dinasti Zhou, perayaan tahun baru dilaksanakan pada saat winter solistice atau dongzhi.

    2. Asal Mula Warna Merah
    Satu lagi yang menarik dari perayaan Hari Imlek adalah segala hal terkait dekorasi, kostum hingga pernak-pernik berwarna merah. Ada warna emas sebagai pelengkap dan simbol kemakmuran, meski popularitas merah lebih mendominasi.

    Sejumlah literatur mengatakan bahwa merah memiliki arti sebagai kemeriahan dan kesenangan. Maka dari itu, warga Tionghoa yang merayakan Imlek menunjukkan bahwa perayaan harus meriah dan penuh kesenangan.

    Namun, sebuah legenda unik menceritakan hal lain. Konon dahulu kala, ada seorang raksasa jahat bernama Nian yang mengerikan dan ditakuti penduduk setempat. Nian selalu muncul di akhir musim dingin untuk memakan hasil panen, ternak dan bahkan penduduk desa.

    Pada suatu hari, penduduk desa melihat Nian lari ketakutan setelah bertemu dengan anak kecil yang mengenakan pakaian berwarna merah. Mereka kemudian percaya bahwa Nian takut akan warna tersebut.

    Semenjak itu, setiap kali tahun baru akan datang, para penduduk menggantung lentera serta gulungan kertas merah di jendela dan pintu. Mereka juga menyalakan kembang api sebagai upaya menakuti Nian.

    Adat-adat pengusiran Nian ini kemudian berkembang menjadi perayaan Tahun Baru Guò nián yang berarti "menyambut tahun baru". Secara harafiah, kata-kata tersebut juga bisa diartikan sebagai "mengusir Nian". Warna merah kemudian identik dengan perayaan Imlek.

    3. Tentang Tahun Babi Tanah
    Hari Raya Imlek 2570/2019 bertepatan dengan Tahun Babi Tanah. Rentang waktunya dimulai pada hari Selasa, 5 Februari, lalu berakhir pada Jumat, 24 Januari 2020 mendatang. Ia dijepit oleh tahun anjing tanah (2018) dan tahun tikus logam (2020).

    Berdasarkan pemaknaan astrologi pada kalender lunar, tahun babi tanah menjanjikan keberuntungan serta berkat bagi semua tanda zodiak Cina. Orang-orang bershio babi lahir pada tahun 1935, 1947, 1959, 1971, 1983, 1995, 2007, dan 2019 sekarang.

    Tahun Babi Tanah dinilai tidak menentu bagi kebanyakan shio. dengan rata-rata perekonomian masyarakat yang kurang baik. Musim kemarau akan lebih lama dari musim hujan. Sementara saat musim hujan datang, langit akan sangat gelap sehingga hasil pertanian cukup buruk.

    Hal tersebut juga kerap dikaitkan dengan elemen tanah yang katanya menggambarkan ketidakberuntungan. Namun, jangan terlalu dijadikan patokan karena setiap orang memiliki kemampuan tersendiri untuk melewati tantangan yang ada.

    4. Dilarang Membersihkan Ini!
    Menjelang Hari Raya Imlek tiba, Anda diharuskan untuk membersihkan segala sudut ruangan dalam rumah. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari tradisi kebudayaan Tionghoa sebagai upaya menghilangkan nasib buruk pada tahun sebelumnya.

    Namun ingat, prosedur membersihkan rumah ini tidak boleh dilakukan saat hari H Imlek. Pasalnya, cara tersebut justru akan menghilangkan nasib baik yang baru saja Anda terima. Sebagai solusi, lakukan proses pemersihan beberapa hari sebelumnya.

    Selain itu, jangan pula mencuci baju dan mengelap lantai pada hari H Imlek. Serupa dengan fakta di atas, kedua hal tersebut juga dianggap akan menghilangkan rezeki serta keberuntungan. Untungnya, pantangan ini dilakukan pada hari pertama dan kedua saja.

    Masih ada lagi yang harus diperhatikan. Anda juga tidak boleh keramas karena keberuntungan yang menempel pada rambut dianggap akan hilang. Banyak masyarakat yang masih percaya dengan hal tersebut, meski sebagian tidak. Bagaimana dengan Anda?

    5. Ragam Kepercayaan Lainnya sat Imlek
    Ada banyak kegiatan yang dilakukan saat Imlek, salah satunya berkumpul dengan keluarga. Saat itu dilakukan, terdapat sejumlah kepercayaan dan fakta unik yang belum banyak diketahui orang. Salah satunya aturan memberi angpao.

    Konon, orang yang sudah menikah wajib memberi angpao pada saudara yang masih muda dan belum menikah sebagai tanda kemapanan dan ketidaksungkanan untuk berbagi. Uang dimasukkan dalam angpao yang biasanya berwarna merah.

    Mendengar suara kicau burung saat Imlek? Jangan dianggap biasa saja, justru Anda harus bersyukur sebab itu adalah pertanda baik. Jika ada suara burung berkicau, maka hidup kita di tahun yang baru ini akan dipenuhi kebahagian serta keberuntungan.

    Tak lupa, sajikan buah jeruk untuk tamu Anda. Pasalnya dalam dialek Kanton, jeruk terdengar serupa dengan sebutan emas. Maka dengan menyajikan jeruk, hal tersebut merupakan pertanda kemakmuran serta rezeki yang ada pada diri Anda.

    Selamat Hari Imlek 5 Februari 2019, ya. Gong Xi Fa Cai! (canva.com/*)

    den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    5 Fakta Imlek yang Belum Banyak Diketahui Orang
    Susi: Saya Senang, Berarti Dianggap Pintar Dong
    Putusan Presiden Tunisia soal Poligami Bikin Heboh
    Ini Masjid Tempat Salat Jumat setelah Proklamasi
    Bukan Sekadar Hotel, Savoy Homann Juga Jadi Museum

    Editorial