web stats service from statcounter

Hot News


  • Motivasi Berlipat Raih Kemenangan
    Motivasi Berlipat Raih Kemenangan
    • 18 Juni 2019 | 12:39:00 WIB

    PERSIB melakoni laga pertama seusai libur Lebaran kontra PS Tira Persikabo pada laga tunda di Stadion Si Jalak Harupat, Selasa (18/6/2019) malam.

Inspirasi


  • Menikah dan Perjuangan
    Menikah dan Perjuangan

    SUAMI dan istri yang sudah menikah, semakin lama komunikasi yang terjadi kurang harmonis.

    Pendidikan Menjadi Skala Prioritas di Jawa Barat
    JuaraNews/Abdul Basir Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum

    Pendidikan Menjadi Skala Prioritas di Jawa Barat

    • Minggu, 3 Februari 2019 | 12:15:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung- Sektor pendidikan khususnya pendidikan menengah (SMA/SMK) akan menjadi prioritas dalam pembangunan di Jawa Barat lima tahun ke depan. 

    Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan hal ini penting untuk mengakselerasi visi dan misi Jawa Barat sebagai provinsi Juara Lahir dan Batin.

    "Pendidikan akan menjadi skala prioritas dalam menyukseskan Jawa Barat. Kenapa? Kalau pendidikan hebat otomatis ekonomi masyarakat akan meningkat, kesehatan masyarakat akan meningkat," katanya Uu, di Bandung, Minggu (3/2/2019)

    Dalam rangka menuju Jawa Barat Juara Lahir dan Batin, kata Uu, membutuhkan kekompakan dan kebersamaan semua pihak. Untuk itu, Uu mengatakan pihaknya membutuhkan dukungan dari semua insan pendidikan yang ada di Jawa Barat.

    "Kami ingin membangun hubungan emosional dengan bapak/ibu (insan pendidikan), karena bapak/ibu adalah mitra bagi kami, sehingga progran kami bisa dibantu oleh bapak/ibu semua," pinta Uu di hadapan ratusan kepala sekolah dan pengawas SMA/SMK/SLB se-Wilayah IX yang meliputi Kabupaten Indramayu dan Majalengka.

    Wagub Uu berpesan agar para kepala sekolah dan guru mampu membuka cakrawala dan wawasan berpikir para siswa, serta mampu mengubah paradigma berpikir peserta didik tentang potensi dirinya. Dengan begitu para guru tidak hanya menekankan nilai angka dan ijazah dalam setiap proses pendidikan.

    Hal itu penting, mengingat jumlah pengangguran terbuka di Jawa Barat didominasi oleh lulusan SMA/SMK. Uu menekankan agar sekolah membuat program pendidikan kewirausahaan dan MoU dengan berbagai perusahaan yang bisa menyerap tenaga kerja lulusan SMA/SMK.

    "Sekolah harus mengadakan MoU dengan perusahaan-perusahaan yang bisa menyerap lulusan SMA/SMK. Para kepala sekolah harus membuat program agar lulusannya tidak nganggur," pintanya.

    Pesan lainnya, Uu meminta agar sekolah bisa membangun moral dan karakter peserta didik. Menurutnya, kunci sukses seorang siswa di sekolah jangan hanya dilihat dari nilai akademis, namun juga karakter dan moralnya.

    "Berikan pesan moral dan muatan nilai keagamaan untuk membangun karakter para siswa. Dengan begitu akan bisa mengurangi dekadensi moral para siswa," tutur Uu.

    Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Yesa Sarwedi, mengatakan bahwa fokus pengembangan dunia pendidikan di Jawa Barat lima tahun ke depan adalah pendidikan karakter.

    "Salah satu fokus pengembangan pendidikan SMA/SMK/SLB di Jawa Barat lima tahun ke depan yaitu pendidikan karakter," ungkap Yesa dalam sambutannya.

    Yesa menambahkan bahwa jumlah SMA/SMK/SLB yang ada di Jawa Barat sebanyak 4.700-an unit sekolah. Sementara untuk Wilayah IX yang meliputi Kabupaten Indramayu dan Majalengka sebanyak kurang lebih 286 unit sekolah.

    "Saya berharap kita satu visi satu misi untuk memajukan Jawa Barat di bidang ekonomi, kesehatan, dan bidang lainya melalui pendidikan," tandas Uu di akhir arahannya. (*)

    Oleh: abdul basir / bas

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Mantan Presiden Mesir Meninggal Dunia
    Wagub Jabar Monitoring PPDB via Command Center
    PPSDM Sosialisasi Pembangunan Zona Integritas
    Prabowo-Sandi Ajukan 15 Petitum Permohonan
    Emil Puji Keberhasilan Operasi Ketupat Lodaya 2019

    Editorial