web stats service from statcounter

Hot News


  • Motivasi Berlipat Raih Kemenangan
    Motivasi Berlipat Raih Kemenangan
    • 18 Juni 2019 | 12:39:00 WIB

    PERSIB melakoni laga pertama seusai libur Lebaran kontra PS Tira Persikabo pada laga tunda di Stadion Si Jalak Harupat, Selasa (18/6/2019) malam.

Inspirasi


  • Menikah dan Perjuangan
    Menikah dan Perjuangan

    SUAMI dan istri yang sudah menikah, semakin lama komunikasi yang terjadi kurang harmonis.

    Jabar Gandeng Ulama Tangani Masalah Lingkungan
    Humas/Jabar Ridwan Kamil

    Jabar Gandeng Ulama Tangani Masalah Lingkungan

    • Sabtu, 2 Februari 2019 | 20:56:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung-Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengajak cendekiawan muslim maupun ulama untuk terlibat dalam penanganan masalah lingkungan, kerusakan alam dan kebencanaan di Jabar.

    Saat ini Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat tengah menyusun Resillience Culture Blue Print serta menyiapkan edukasi masyarakat mengenai pelatihan tanggap bencana. Dalam penyusunan blue print tersebut Ridwan Kamil harap ulama turut menyumbangkan pemikirannya.

    "Saya merasa peran ulama maupun cendekiawan muslim sangat penting dan dibutuhkan dalam masalah lingkungan serta kebencanaan," kata Emil, sapaan akrabnya, usai membuka Seminar nasional dan silaturahmi kerja wilayah ICMI Orwil Jabar, di hotel Savoy Homann Bandung, Sabtu (2/2/2019).

    Menurut Emil, bila berbicara tentang kebencanaan sering kali yang difokuskan adalah tanggap bencana namun kurang memikirkan terkait pencegahannya.

    "Jangan hanya ditempuh secara formal tapi harus ada cara lain yaitu melibatkan peran ulama, sentuh dimensi keadilan dalam lingkungan," ujarnya.

    Ia menyebut, sepanjang tahun 2018 terjadi 1500 bencana alam. 60 persennya adalah longsor disusul banjir dan puting beliung.

    "Karena Jabar ini secara geologis dari tengah ke selatan berbukit-bukit sedangkan tengah ke utara datar yang identik banjir," katanya.

    Melihat kenyataan seperti itu, di era kepemimpinannya, Ridwan Kamil akan menyusun dokumen Resillience Culture Blue Print. Program ini merupakan edukasi menghadapi bencana dan peta potensinya. Ditargetkan cetak biru yang bekerja sama dengan JICA Jelang itu selesai tahun 2019 ini. (*

    Oleh: abdul basir / bas

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Mantan Presiden Mesir Meninggal Dunia
    Wagub Jabar Monitoring PPDB via Command Center
    PPSDM Sosialisasi Pembangunan Zona Integritas
    Prabowo-Sandi Ajukan 15 Petitum Permohonan
    Emil Puji Keberhasilan Operasi Ketupat Lodaya 2019

    Editorial