Pos Indonesia

Hot News


JN-TAM

Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Januari Ini, Pasien DBD di RSHS Capai 53 Orang
    net Nyamuk Aides Agepty penyebab demam berdarah

    Januari Ini, Pasien DBD di RSHS Capai 53 Orang

    • Jumat, 25 Januari 2019 | 18:39:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Jumlah pasien deman berdarah dengue (DBD) di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada Januari 2019 ini meningkatkan hingga 5 kali lipat dibanding Desember 2018 lalu.

    Kepala Divisi Infeksi KSM Anak RSHS Bandung Dr dr Djatnika Setiabudi SpA (K) mengungkapkan, pasien DBD di RSHS pada 2018, rata-rata 8-11 orang per bulan. Sedangkan pada Januari 2019 hingga tanggal 24 saja sudah mencapai 53 orang.

    "Jadi bisa dibayangkan lonjakan kasusnya, mungkin sekitar lima kali lonjakannya," kata Djatnika, Jumat (25/1/2019).

    Dia mengatakan, kondisi 53 pasien DBD tersebut saat ini beragam. Ada yang sudah diperbolehkan pulang, ada juga yang masih harus menjalani perawatan. Pasien DBD umumnya berasal dari kawasan Bandung Raya hingga perbatasan Kabupaten Sumedang.

    "Kondisinya sekarang tentu sudah ada yang pulang karena kan biasanya kita merawat pasien DBD ini umumnya datang ke sini pada hari ketiga atau keempat. Kadang-kadang yang 3 hari sudah bisa pulang kalau sudah baik, dan sisanya sekarang dalam keadaan baik bisa tertangani," papar dia.

    Dia menjelaskan, lonjakan jumlah pasien DBD di RSHS tersebut terkait peralihan cuaca masuk ke musim hujan dari musim kemarau. "Ini kan musim hujan karena nyamuk Aedes aegypti itu sangat senang dengan kondisi sekarang dengan kelembaban seperti ini, kondisinya mendukung untuk berkembang biak," tandasnya.

    Selain itu, awal musim penghujan yang terkadang hujan lalu kemarau membuat air yang tertampung saat musim hujan tidak mengalir di sejumlah tempat, seperti bekas air mineral berbentuk gelas, batok kelapa, hingga kaleng cat bekas.

    "Nah di situ potensial untuk berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti. Kalau misalnya hujan deras terus menerus maka air yang tertampung mengalir," ucapnya. (*)

    ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Pandemi Coivid-19, Pemkot Bandung Belum Izinkan Bioskop Beroperasi
    Refocusing Anggaran Pemkab Bandung sekitar Rp1,2 Triliun, antara Lain untuk Bansos
    Soal Pembukaan Tempat Hiburan di Kota Bandung, Interaksi Pengunjung Masih Jadi Kendala
    Pemkot Bandung Siapkan Protokol Kesehatan saat Hari Raya Idul Adha
    Tiru Langkah Kota Bandung, PKS Usung Wabup Gun Gun sebagai Calon Bupati
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center
      Buku Wagun
      walikota

      Info Kota


      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads