web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


  • Menikah dan Perjuangan
    Menikah dan Perjuangan

    SUAMI dan istri yang sudah menikah, semakin lama komunikasi yang terjadi kurang harmonis.

    Emil Pertanyakan Penurunan Fungsi CA Kamojang
    (net) Kawah Kamojang menjadi salah satu tujuan wisata

    Emil Pertanyakan Penurunan Fungsi CA Kamojang

    • Kamis, 24 Januari 2019 | 19:13:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews,Bandung - Gubernur Jabar Ridwan Kamil mempertanyaakan penurunan fungsi status kawasan Cagar Alam (CA) Kamojang di Kabupaten Bandung dan Papandayan Kabupaten Garut.

    Untuk itu, Emil segera meminta penjelasan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) fungsi kedua CA tersebut menjadi Taman Wisata Alam (TWA).

    Emil sendiri mengaku belum mengetahui persis perkara tersebut dan baru mendengarnya dari sepihak, yang mengkomplain penurunan fungsi CA Kamojang dan Papandayan tersebut.

    "Saya baru mendengar dan saya menerima komplain. Jawaban saya saat ini adalah saya akan merapatkan terlebih dulu dan belum punya komentar karena tidak punya data, baru sepihak dari yang komplain karena itu wilayahnya di pusat," kata Emil di Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Kamis (24/1/2019).

    Selanjutnya, Emil akan mengirim surat ke Kementerian LHK dan menanyakan hal tersebut. Pihaknya pun akan berkoordinasi dengan pihak- pihak terkait lainnya.

    Sebelumnya diberitakan, Aliansi Cagar Alam Jawa Barat menolak SK Menteri KLHK No.25/2018 terkait penurunan fungsi status kawasan CA Kamojang dan Papandayan di Kabupaten Garut dan Bandung.

    Mereka menyatakan sikap menolak dan kecewa karena terbitnya SK tersebut menimbulkan intervensi CA menjadi TWA.

    Koordinator Aliansi Cagar Alam Jawa Barat, Yogi Kidung, mengaku telah beberapa kali mengajukkan surat audiensi dan sosialisasi, namun pemerintah abai dan tidak menggubris keluhannya dan masyarakat kawasan.

    "Upaya yang sudah dan akan dilakukan adalah kami sudah melakukan konsolidasi dengan seluruh jejaring yang ada di pulau Jawa khususnya dan di luar palau," Yogi Kidung, Rabu (23/1/2019).

    Dalam aksi penolakkan SK tersebut pihaknya akan melakukan beberapa agenda dalam waktu dekat ini. Sosialisasi kepada masyarakat umum, melakukan petisi, kemudian melakukan aksi aksi simpati di jalan, dan advokasi litigasi, berikut soal kajian-kajiannya.

    Dia menilai dari beberapa kronologis, mesti ditemukan fakta-fakta terkait hasil dari kajian-kajian dari kementerian terkait penerbitan SK tersebut. Kendati saat ini pihaknya belum diberi kepastian dari surat wali nasional yang mereka kirim terhadap kementerian lingkungan hidup, Yogi Kidung tidak akan tinggal diam.

    Sementara itu, dalam siaran persnya, Kementerian LHK menyatakan, fungsi kawasan sebagian CA Kawah Kamojang dan Gunung Papandayan menjadi TWA, akan tetap mengedepankan prinsip-prinsip konservasi tumbuhan dan satwa liar, serta perlindungan terhadap hulu DAS Citarum dan DAS Cimanuk.

    “Salah satu cerminan komitmen tersebut, yang juga digariskan dalam aturan pengelolaan hutan konservasi, yaitu kegiatan penataan ruang dalam kawasan hutan konservasi, yang disebut dengan penataan blok pengelolaan,’’ jelas Dirjen Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Wiratno dalam siaran persnya yang diterima WJtoday.

    Dia menyampaikan, perubahan fungsi sebagian kawasan CA menjadi TWA tidak diartikan sebagai penurunan fungsi, karena kedua kawasan tersebut masih berupa hutan konservasi, yang pengelolaannya yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai konservasi.

    “Perubahan ini merupakan perubahan pengelolaan, dari pengelolaan yang penekanannya diserahkan pada mekanisme alam, menjadi pengelolaan yang lebih banyak intervensi manusianya,” tuturnya.

    Berdasarkan Keputusan Menteri LHK No SK.25/MENLHK/SETJEN/PLA.2/1/2018 tanggal 10 Januari 2018, perubahan untuk kawasan CA Kawah Kamojang adalah seluas ±2.391 hektare atau 29% dari luas total yaitu ±8.108 hektare. Sedangkan pada kawasan CA Gunung Papandayan, perubahan terjadi seluas ±1.991 hektare atau 25% dari luas total kawasan yaitu ±7.807 hetare.

    Wiratno menjelaskan, perubahan ini perlu dilakukan, mengingat area tersebut memiliki berbagai potensi jasa lingkungan, yang telah dimanfaatkan sejak lama bagi kepentingan umum. Salah satunya yaitu pemanfaatan potensi panas bumi sejak tahun 1974, untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di Pulau Jawa dan Bali, serta tingginya minat pengunjung untuk melakukan wisata alam (tracking) di area tersebut.

    Pihaknya pun meyakinkan, perubahan ini telah dijalankan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, dan mempertimbangkan hasil-hasil kajian lapangan (scientific based), yang melibatkan para ahli yang kompeten. Dengan adanya perubahan fungsi kawasan dari sebagian CA menjadi TWA, maka kegiatan pemanfaatan panas bumi dapat dilanjutkan melalui izin pemanfaatan jasa lingkungan panas bumi.

    Saat ini kondisi sebagian dari CA Kawah Kamojang dan CA Gunung Papandayan telah mengalami degradasi, sehingga perlu dilakukan upaya pemulihan ekosistem kawasan. Menurut Wiratno, dengan adanya perubahan fungsi, pemulihan ekosistem dapat segera dilakukan melalui kegiatan penanaman/pengkayaan, karena jika masih berstatus Cagar Alam, maka pemulihan ekosistem, hanya dapat dilakukan dengan mekanisme alami. (*)

    ude

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Emil Minta KPU Evaluasi Pemilu yang Memakan Korban
    Pemprov Jabar Beri Santunan Petugas KPPS yang MD
    Tol Cisumdawu Seksi Dua di Persiapkan Untuk Mudik
    Besok, Emil Undang Ahliwaris KPPS Pemilu 2019
    Cek Kesiapan Pemilu,Emil Gelar Konferensi Video

    Editorial


    • Gong Xi Fa Chai
      Gong Xi Fa Chai

      SELASA (15/2/209) ini merupakan hari istimewa bagi orang-orang Tionghoa atau keturunan China di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.