web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Jaksa Segera Hadirkan Iwa Karniwa di Persidangan
    net Iwa seusai diperiksa KPK pada 29 November 2018

    Kasus Meikarta

    Jaksa Segera Hadirkan Iwa Karniwa di Persidangan

    JuaraNews, Bandung - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana menghadirkan sejumlah pejabat dan mantan pejabat Pemprov Jabar bakal untuk bersaksi pada sidang kasus suap perizinan proyek Meikarta di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan RE Martadinata Kota Bandung.

    Para pejabat Gedung Sate tersebut bakal menghadirkan saksi untuk terdakwa Billy Sindoro, Hendry Jasmen Sitohang, Fitrajaya Purnama, dan Taryudi dalam kasus dugaan suap Meikarta yang merugikan negara hingga Rp19 miliar lebih tersebut.

    Seperti diketahui sejumlah pejabat dan mantan pejabat di Pemprov Jabar pernah disebut-sebut dalam sidang kasus tersebut. Baik dalam dakwaan JPU, maupun keterangan saksi-saksi di persidangan.

    "Untuk Pemprov Jabar ada nanti, satu rombongan khusus," kata JPU KPK I Wayan Riyana seusai persidangan, Senin (21/1/2019) lalu.

    Riyana belum mau membeberkan nama-nama para pejabat yang bakal dihadirkan tersebut. Namun jika menilik dalam dakwaan dan fakta di persidangan, JPU menyebut proses keluarnya izin proyek Meikarta senilai Rp278 triliuan tersebut melibat beberapa nama. Seperti mantan Gubrnur Jabar Ahmad Heryawan, terkait keluarnya surat pendelegasian kewenangan kepada mantan Kepala Dinas PMPTSP Jabar Dadang Mohammad, termasuk Dadang Mohammad sendiri yang membuat surat rekomendasi kepada Bupati Bekasi Nenang Hasanah Yasin.

    Lalu mantan Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar dalam kapasitasnya sebagai mantan Ketua Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) Jabar. Selanjutnya Kepala Seksi Pemanfaatan Ruang pada Bidang Penataan Ruang Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Jabar Yani Firman yang disebut-sebut menerima 90 ribu dolar Singapura dari terdakwa Billy Sindoro dan kawan-kawan.

    Belakangan nama Sekda Jabar Iwa Karniwa disebut Bupati nonaktif Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Kabid Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Bekasi, Neneng Rahmi Nurlaili, menerima suap Rp1 miliar. Nama lain yang disebut-sebut yakni anggota DPRD Jabar, Waras Wasisto yang diduga memfasilitasi pertemuan Iwa Karniwa dengan pejabat Pemkab Bekasi.

    Untuk Sekda Iwa Karniwa, kata Riyana, pemanggilannya akan diagendakan khusus terkait dugaan menerim aliran dana seperti disampaikan sejumlah saksi.

    "Pak Iwa (Sekda Jabar) nanti kita jadwalkan khusus satu sesi. Siapa saja, nanti tidak bisa disebutkan, tapi untuk Pemprov Jabar kita jadwalkan satu sesi," ujar Riyana.

    Nama Sekda Jabar Iwa Karniwa pertama kali diungkapkan Neneng Hasanah yang menyebutnya menerima uang Rp1 miliar. Hal tersebut diketahui Neneng Hasanah dari anak buahnya, Neneng Rahmi. Kesaksian Neneng Hasanah pun dikuatkan oleh Neneng Rahmi dan Hendry Lincoln, mantan Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bekasi.

    Baik Neneng Rahmi maupun Hendry mengaku bertemu sebanyak 3 kali dengan Iwa Karniwa, ditemani anggota DPRD Kabupaten Bekasi Sulaeman dan anggota DPRD Jabar Waras Wasisto. (*)

    ude

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Atalia: Cegah Hoaks dengan T-H-I-N-K
    Di Bekasi, Bunga Telang Disulap jadi Kerajinan
    Atalia Ajak Kader PKK Sukseskan Program Kampung KB
    Ini Dia Pemenang Piala Humas Jabar 2019
    Pemprov Luncurkan Jabar Open Data

    Editorial