web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


  • Menikah dan Perjuangan
    Menikah dan Perjuangan

    SUAMI dan istri yang sudah menikah, semakin lama komunikasi yang terjadi kurang harmonis.

    Neneng Rahmi Ungkap Keterlibatan Sekda Iwa Karniwa
    net Neneng Rahmi berikan keterangan dalam persidangan

    Kasus Suap Meikarta

    Neneng Rahmi Ungkap Keterlibatan Sekda Iwa Karniwa

    • Selasa, 22 Januari 2019 | 19:27:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Keterlibatan Sekda Jabar Iwa Karniwa dalam kasus suap perizinan proyek Miekarta di Kabupaten Bekasi kembali diungkap oleh sejumlah saksi di persidanganan terdakwa Billy Sindoro di Pengadilan Tipikor Bandung.

    Dalam kesaksiannya dalam sidang, Senin (21/1/2019), Kabid Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi Nurlaili dengan tegas menyatakan bahwa Iwa meminta Rp1 miliar untuk mempercepat proses Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi agar proyek Meikarta bisa dilaksanakan.

    Neneng menjelaskan, uang Rp 1 miliar itu dilatarbelakangi oleh mandegnya pengurusan RDTR‎ Pemkab Bekasi. RDTR tersebut mengubah kawasan industri menjadi perumahan. Kemudian, Bupati Neneng Hasanah memintanya untuk mengurus ke Pemprov Jabar.

    "Pak Hendry Lincoln (Sekdisparbud Pora) sampaikan ke saya bahwa soal RDTR jalan di tempat. Pak Hendry sampaikan ke saya ada link di provinsi, yakni Pak Sekda Iwa Karniwa via Pak Sulaeman anggota DPRD Kabupaten Bekasi," ujar Neneng di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, Jalan RE Martadinata Kota Bandung, Senin (21/1/2019).

    Pembicaraan itu kemudian ditindaklanjuti dengan pertemuan di rest area yang diakui Neneng lupa lokasi tepatnya. Pada pertemuan itu, dibahas soal mempercepat proses RDTR Kabupaten Bekasi.

    "Yang hadir ada Pak Hendry Lincoln, Pak Sulaeman, dan Pak Sekda Provinsi Jabar. Saya tidak terlibat langsung, namun Pak Hendry bilang Sekda Provinsi Jabar dalam rangka pencalonan gubernur, meminta untuk proses RDTR ini Rp1 miliar. Pak Hendry bilang uang Rp1 M untuk Pak Sekda minta ke Meikarta aja," ujar Neneng.

    Namun, Neneng mengakui, uang Rp1 miliar untuk Iwa itu menggunakan uang yang dia pegang pemberian dari Meikarta senilai Rp1,4 miliar pada akhir 2017.

    "Rp1 miliarnya diserahkan ke DPRD Kabupaten (Bekasi), sisa Rp 400 juta. Kemudian Rp500 juta saya mintakan ke Meikarta jadi total Rp900 juta. Teknis pemberiannya dua kali, via pak Hendry dan Sulaeman‎," ujar Neneng Rahmi.

    Neneng Rahmi mengatakan, Bupati nonaktif Bekasi Neneng Hasanah Yasin memintanya untuk berkoordinasi dengan Henry Lincoln terkait pengurusan RDTR yang jalan di tempat di Pemprov Jabar.

    3 Kali Pertemuan
    Pernyataan senada juga disampaikan Hendry Lincoln yang merupakan mantan Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bekasi. Hendri mengaku turut hadir dalam pertemuan bersama Iwa Karniwa terkait pengurusan revisi RDTR Kabupaten Bekasi. Pertemuan dengan Iwa berlangsung sebanyak 3 kali, dengan ditemani Neneng Rahmi dan anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Sulaeman.

    "Pernah 3 kali pertemuan dengan Pak Sekda Iwa Karniwa di rest area KM 72 dengan Pak Sulaeman selaku anggota DPRD Bekasi dan Neneng Rahmi. Pertemuan membahas revisi Raperda RDTR. Saat itu, Pak Iwa cerita beliau akan maju di Pilgub Jabar," ujar Hendry dalam kesaksiannya.

    ‎Menurut Hendry, pada pertemuan sekitar Juli 2017 tersebut, sudah dibahas upaya mempermudah pengesahan Raperda RTRW tersebut.

    "Pertemuan kedua di ruang kerja Pak Iwa di Gedung Sate. Saat itu, Pak Iwa minta penjelasan soal penyampaian RDTR yang setahu saya waktu itu telah dibahas juga dengan Wakil Gubernur Jabar selaku Ketua BKPRD Jabar," kata Hendry.

    ‎Pada pertemuan ketiga, Januari 2018, masih di Gedung Sate, Hendry, Neneng Rahmi, dan Sulaeman kembali mendatangi Iwa. Kedatangannya itu untuk menanyakan soal persetujuan revisi raperda RDTR yang tak kunjung selesai.

    "Waktu itu sampai Januari, persetujuannya belum turun juga, jadi kami dengan Bu Neneng menanyakan sejauh mana bantuan yang sudah diberikan oleh Pak Sekda terhadap persetujuan Raperda RDTR," jelas Hendry.

    Seusai 3 pertemuan itu, mulailah dibahas‎ soal pemberian uang Rp 1 miliar untuk Iwa Karniwa oleh Hendry Lincoln lewat Sulaeman. Terungkap uang yang diserahkan lewat Sulaema, bukan Rp1 miliar tapi Rp900 juta yang diberikan dalam 2 kali pertemuan. "Waktu itu uang diserahkan Bu Neneng ke saya. Kemudian saya serahkan ke Pak Sulaeman di Grand Wisata," ucapnya.

    Sebelumnya, dalam kesaksiannya di pengadilan, pekan sebelumnyam, Bupati nonaktif Bekasi Neneng Hasanah Yasin mengaku tahu informasi bahwa Iwa meminta uang Rp1 miliar, dari anak buahnya, Neneng Rahmi Nurlaili. Kala itu, Neneng Rahmi mengurusi RDTR proyek Meikarta yang dibahas di DPRD Kabupaten Bekasi dan dilanjutkan ke Pemprov Jabar. "Yang disampaikan (Neneng Rahmi Nurlaili), 'Pak Iwa, Sekda, minta Rp1 M," ucap Neneng.

    Namun, Neneng Hasanah tidak tahu secara detail perkara permintaan uang tersebut. Menurut dia, informasi itu didapatkan dari Neneng Rahmi saat keduanya bertemu di rumahnya. Selain itu, ia pun mengaku tidak tahu sumber uang sebesar Rp1 miliar untuk Sekda Jabar, Iwa Karniwa. "Saya enggak begitu detail. Tapi Neneng Rahmi bilang ada pemberian Rp1 M kepada Sekda," ungkap Neneng Hasanah.

    Sebelumnya, dalam sidang dakwaan kasus suap Meikarta, JPU KPK menyebutkan Billy Sindoro dan kawan-kawan terlibat dalam melakukan, menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan berlanjut, yakni memberi sesuatu berupa uang senilai Rp16,182 miliar dan 270 ribu dolar Singapura.

    Selain itu, terungkap alirana dana sebesar 90 ribu dolar Singapura dari para terdakwa kepada Yani Firman selaku Kepala Seksi Pemanfaatan Ruang pada Bidang Penataan Ruang Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Jabar. Suap yang diberikanpada 10 November 2017 tersebut untuk mempercepat proses penerbitan Rekomendasi Dengan Catatan (RDC) dari Pemprov Jabar. (*)

    den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Emil Optimis Penanganan Citarum Harum Lebih Cepat
    Cipayung Kota Bandung Gelar Aksi Solidaritas
    Jabar Bergerak Siap Berkontribus Bangun Jawa Barat
    Uu Arahkan Pelaku Industri Beralih Segitiga Rebana
    Emil Segera Umumkan Hasil Seleksi Pejabat Eselon 2

    Editorial


    • Gong Xi Fa Chai
      Gong Xi Fa Chai

      SELASA (15/2/209) ini merupakan hari istimewa bagi orang-orang Tionghoa atau keturunan China di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.