web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Itoc Tochija Segera Jalani Sidang
    net Itoc Tochija di Kantor Kejari Cimahi

    korupsi apbd kota cimahi

    Itoc Tochija Segera Jalani Sidang

    • Sabtu, 19 Januari 2019 | 06:09:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Cimahi - Mantan Wali Kota Cimahi Itoc Tochija segera menjalani sidang dalam kasus penyelewengan APBD Kota Cimahi tahun 2006-2007.

    Kasus dugaan dengan tersangka Itoc Tochija bakal disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Bandung, Jalan RE Martanegara Kota Bandung, dalam waktu dekat ini.

    Wali Kota Cimahi 2 periode ini akan menjalani sidang setelah penyidik menyerahkan berkas dan tersangka ke Kejaksaaan Negeri Cimahi, Kamis (17/1/2019). Dia diduga terlibat dalam penyalahgunaan penyertaan modal daerah pada Perusahaan Daerah Jati Mandiri (PDJM) dan PT Lingga Buana Wisesa untuk pembangunan Pasar Raya Cibeureum dan pembangunan Sub Terminal Kota Cimahi.

    Kajari Cimahi Harjo mengungkapkan, sidang sudah bisa dilakukan setelah pelaksanaan tahap II, yakni penyerahan tersangka dan barang bukti dengan tersangka Itoc Tochija dari penyidik ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Cimahi.

    "Segera mungkin Pak Itoc, mudah-mudahan Februari bisa kita limpahkan ke Pengadilan Tipikor Bandung," kata Harjo.

    Dia mengungkapkan, penyidik menyimpulkan bahwa berkas perkara dengan tersangka Wali Kota Cimahi periode 2002-2007 dan 2007-2012 itu sudah memenuhi syarat untuk disidangkan.

    "Penyidik menganggap perkara tersebut telah lengkap telah mememuhi untuk alat bukti sesuai dengan (Pasal) 183 dan 184 KUHAP sehingga dapat dilakukan penuntutan di pengadilan Tipikor," jelasnya.

    Sebelumnya, tim penyidik Kejari Cimahi telah menyita lahan seluas 24,790 meter persegi di Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Senin (22/10/2018). Dalam kaus ini, penyidik sendiri menetapkan 3 tersangka, yakni Idris Ismail yang merupakan pemilik lahan sekaligus rekanan pada kerja sama pembangunan Cibeureum, mantan Ketua DPRD Kota Cimahi Rd Sutarja yang sudah meninggal dunia sehingga statusnya gugur, dan Itoc sendiri. Penyidik pun menetapkan tersangka baru bernama Ajang Sujana, mantan Direktur Utama PDJM.

    Itoc dikenai pasal primer Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang diubah dan diperbaharui dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

    Sementara pasal Subsidair yang dikenakan Pasal 3 jo Pasal 18 UU No 31 tahun 1999 jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP. Kasus ini mengakibatkan Kerugian negara sekitar Rp37,48 miliar.

    Jaksa penuntut Kejari Cimahi tidak melakukan penahanan terhadap tersangka, karena tersangka masih berstatus tahanan KPK dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Antri Cimahi. Selanjutnya Ito dikembalikan ke LP sukamiskin.

    Kasus ini berawal dari penyertaan modal yang dilakukan Pemkot Cimahi tahun 2006-2007 kepada PDJM dan PT Lingga Buana Wisesa sebesar Rp87 miliar yang dilakukan secara bertahap.

    Namun dalam perjalanannya, pembangunan Pasar Raya Cibeureum berganti konsep menjadi Bandung-Cimahi Junction (BCJ) yang saat itu menjadi Pusat Niaga Cimahi (PNC). Tapi, pembangunan itu mangkrak dikarenakan ada masalah hukum. (*)

     

    den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


     Lewat Pilkada Langsung, Emil Berharap ada Perbaikan Proses Demokrasi
    Milenials Camp, Pelajar se-Jabar Deklarasikan Anti Radikalisme
    Atalia Sebut Pengembangan Diri Remaja Perlu Diperhatikan
    Tekan Angka Stunting, Pemprov dan Baznas Jabar Lauching Desa Cageur
    Musim Hujan, BPBD Jabar Perkuat Kesiapsiagaan Bencana