web stats service from statcounter

Hot News


  • Prabowo-Sandi Ajukan 15 Petitum Permohonan
    Prabowo-Sandi Ajukan 15 Petitum Permohonan
    • 15 Juni 2019 | 02:57:00 WIB

    MAHKAMAH Konstitusi (MK) menggelar sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilu Umum (PHPU) atau sengketa Pilpres 2019 di Gedung MK, Jakarta, Jumat (14/6/2019).

Inspirasi


  • Menikah dan Perjuangan
    Menikah dan Perjuangan

    SUAMI dan istri yang sudah menikah, semakin lama komunikasi yang terjadi kurang harmonis.

    Terbukti Sebarkan Konten Porno, Vanessa Tersangka
    (net) Vanessa saat mejalani wajib lapor di Mapolda Jatim

    Prostitusi artis

    Terbukti Sebarkan Konten Porno, Vanessa Tersangka

    • Kamis, 17 Januari 2019 | 03:50:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Jakarta - Polda Jatim menetapkan artis FTV, Vanessa Angel sebagai tersangka kasus prostitusi online.

    Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengungapkan, berdasarkan hasil penyidikan dan gelar perkara, Vanessa disimpulkan terlibat kasus prostitusi artis, sehingga meningkatkan statusnya dari sebelumnya sebagai saksi korban menjadi tersangka.

    "Kami tetapkan artis VA (Vanessa Angel) dari saksi sebagai tersangka. Hasil gelar perkara artis VA terlibat berhubungan dan mengirimkan foto dirinya kepada mucikari," ujar Luki di Gedung Utama Tri Brata Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani Kota Surabaya, Rabu (16/1/2019).

    Vanessa dijerat UU No 11/2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Pasal 27 ayat 1 dengan ancaman hukuman pidana maksimal 6 tahun. Dalam Pasal 27 ayat 1 ini berbunyi, 'Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan'.

    Artis berusia 27 tahun ini dijerat UU ITE karena terbukti mengirimkan foto dan video berkonten porno ke para mucikarinya.

    Kabid Humas Polda Jatim Frans Barung Mangera mengatakan Vanessa mengirim sejumlah foto untuk ditawarkan oleh muncikari. Video dan foto tersebut digunakan oleh muncikari untuk menawarkan Vanessa kepada para pelanggan. "Ada foto dan video tak senonoh VA, tapi itu tentu tak pantas kita ungkapkan," ujar Frans Barung di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani Kota Surabaya, Rabu (16/1/2019).

    Foto dan video yang dikirimkan Vanessa tersebut, menurut Frans, cukup banyak dengan durasi yang beragam. "Jadi yang bersangkutan tidak melakukannya 1-2 kali, tapi banyak sekali. Foto dan video porno yang ada tidak selalu durasi panjang, 1 menit pun ada. Salah satu contoh yang tersebar ke netizen ya itu (foto saat sedang mandi) dari yang bersangkutan," terang Frans.

    Selain mengirimkan foto dan video porno, Vanessa melakuan chatting atau percakapan melalui aplkasi WhatsApp dengan sang mucikari yag menjurus pada hal-hal berbau porno. Terkait chat mesum tersebut, polisi pun telah meminta pendapat 3 ahli yang semuanya berpendapat bahwa chat tersebut telah melanggar Pasal 27 ayat 1.

    "Contoh saja chatting ini kan tidak masuk dalam video maupun foto, tetapi chatting ini melanggar kesusilaan. Antara lain, ada hal yang tidak boleh kita sampaikan ke ruang publik ini yakni tentang kejantanan seseorang, itu disampaikan di situ," ungkap Frans Barung.

    Penyidik sendiri rencananya akan memanggil Vanessa untuk menjalani serangkaian pemeriksaan lanjutan dengan status barunya sebagai tersangka. "Senin (21/1/2019) pekan depan akan dipanggil sebagai tersangka (Vanesa)," ucap Kapolda Irjen Pol Luki Hermawan.

    Dari Jakarta, Vanessa menanggapi dengan pasrah penetapan dirinya sebagai tersangka. Sambil berderai air mata, Vanessa menyampaikan dirinya siap menghadapi kasus tersebut, dan siap menjalani pemeriksaan lanjutan. "Aku rasa, di sini kalau aku bicara benar atau salah pun tak mengubah apa. Saya pasrah saja," ujar Vanessa lirih.

    Bukti-bukti Keterlibatan Vanessa
    Sebelumnya, status Vanessa hanya saksi sertelah tertangkap basah tengah melayani pria yang bukan pasangannya di sebuah hotel di Surabaya, Sabtu (4/1/2019 lalu. Selain Vanessa, polisi juga menangkap artis Avrielya Shaqila, dan 4 oran lainnya yang 2 di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka karena berperan sebagai mucikari, yakni Endang Suhartini (ES) alias mucikari Siska dan Tantri.

    Seusai menjalani pemeriksaan pascadiciduk, Vanessa yang memasang tarif sebesar Rp80 juta tersebut dibebaskan karena hanya sebagai saksi namun diharuskan melakukan wajib lapor ke Polda Jatim dan menjalani proses penyelidikan lanjutan. Dalam proses penyelidikan, Vanessa sempat mengembalikan uang hasil prostitusi ke penyidik sebesar Rp35 juta.

    Selain soal foto, video, dan chat mesum, penyidik Polda Jatim juga mengungkap bukti-bukti keterlibatan Vanessa dalam praktik prostitusi online. Bukti-bukti baru itu disampaikan polisi setelah memeriksa mucikari dan lalu lintas uang di rekening milik Vanessa.

    Bukti-bukti yang memberatkan hingga polisi menetapkan Vanessa sebagai tersangka, di antarnya bukti transfer. Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan menjelaskan, ada fakta otentik hasil data digital forensik yang menjadi bukti kuat. Data digital forensik yang ditemukan menunjukkan Vanessa menerima transaksi (booking) sebanyak 2 kali di Singapura, 6 kali di Jakarta, dan 1 kali di Surabaya.

    Data digital forensik juga menunjukkan Vanessa menerima transaksi booking dari muncikari. "Dari rekening koran untuk inisial saksi VA ini telah mendapat kiriman transfer sebanyak 15 kali dari muncikari ES," jelas Yusep.

    Dari catatan rekening koran, Angel telah mentransfer sebanyak 8 kali ke rekening mucikari Siska. Dan Vanesa menerima transfer dari Siska selama 1 tahun, mulai 1 januari 2018 hingga 5 Januari 2019. "Inilah yang kami akan dalami peruntukkan transfer mucikari ke VA," tandasnya.

    Terungkap pula dalam praktik prostitusinya Vanessa tidak hanya ditangani 2 mucikari, tapi difasilitasi 6 muncikari. Dari data digital forensik, diketahui mendapat transaksi di Singapura pada Februari 2018. Hal tersebut dikuatkan oleh keterangan mucikari Tantri. Menurutnya, Vanessa juga sering terlibat prostitusi online dengan mucikari lain. "Harus tetap ditelusuri, dia sering ambil job di luaran sana, ya job ini (prostitusi online)," ucap Tantri.

    Menurut pengakuan mucikari Siska dan Tantri, mereka tidak merekrut para artis dan Selebgram untuk bergabung. Justru para artis, termasuk Vanessa yang menawarkan diri. "Ya mereka memang mau. Aku hanya sekadar penghubung saja. Tidak lebih dari itu," terang Siska.

    Dia juga menjelaskan kebanyakan para artisnya sendiri yang meminta untuk dicarikan pelanggan. "Ada beberapa yang sempat menawarkan diri, ada juga yang disuplai oleh agensi masing-masing," jelasnya.

    Untuk jasanya tersebut, Siska mengaku mendapatkan fee dari sang artis, termasuk Vanessa. Siska mengaku Fee yang didapatnya sebagai perantara terbilang kecil. "Tidak lebih dari sekitar 10 persen," ucapnya. (*)

    den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Prabowo-Sandi Ajukan 15 Petitum Permohonan
    Emil Puji Keberhasilan Operasi Ketupat Lodaya 2019
    Delapan Kota Kabupaten di Jabar Gelar Pilkada 2020
    Pilkada Serentak 2020, Satpol PP Tambah 100 Person
    Dewan Menyayangkan Pembatalan Haji dari BJIB

    Editorial