Harga Tiket KA Pangandaran Berubah Jadi Seribu
Net

Harga Tiket KA Pangandaran Berubah Jadi Seribu

JuaraNews.com, Bandung- PT Kereta Api Indonesia (KAI) mereles harga tiket terbaru KA Pangandaran rute Stasiun Gambir – Bandung – Banjar (pp)  dan  Bandung - Banjar  (pp) yang tadinya Rp1 menjadi Rp1000.

"PT.KAI pada awalnya menerapkan tarif promo untuk rute Bandung – Banjar (pp) yaitu Rp1,Namun sehubungan dengan adanya maintenance parameter pada ticketing system KAI, untuk sementara waktu tarif yang muncul adalah Rp1.000," Ujar Humas Daop 2 Bandung, Joni Martinus 

Joni Martinus mengatakan meskipun muncul harga tiket Rp1.000 penumpang tetap dapat menggunakan KA Pangandaran rute Bandung – Banjar (pp) secara cuma-cuma.

Adapun langkahnya adalah sebagai berikut; pembelian tiket melalui loket tidak dikenakan biaya alias gratis, namun hanya dapat dilakukan di Loket Stasiun pemberhentian KA Pangandaran lintas Banjar – Bandung.

Pembelian tiket juga bisa melalui KAI Access, Website KAI, dan channel eksternal akan muncul Rp1.000,- untuk kelas Eksekutif dan Ekonomi Premium.

Namun, penumpang berhak untuk mendapatkan pengembalian bea 100% (diluar bea pesan channel eksternal -red) yang prosesnya dilakukan di loket stasiun kedatangan.

"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. KAI tetap berkomitmen memberikan layanan gratis KA Pangandaran rute Bandung – Banjar (pp) selama masa promo yaitu 2 Januari -1 Februari 2019,"pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) meluncurkan KA Pangandaran yang memiliki rute Stasiun Gambir – Bandung – Banjar (pp)  dan  Bandung - Banjar  (pp) di stasiun Banjar Jawa Barat, Selasa (2/1/2019).

bas

0 Komentar

Tinggalkan Komentar


Cancel reply

0 Komentar


Tidak ada komentar

Berita Lainnya


Rupiah Menguat di Tengah Wabah Virus Corona
Pos Indonesia Terapkan Protokol Antisipasi Penyebaran Corona
Antispasi Serangan Virus Corona, Bank BJB Berlakukan Work Form Home
PLN Tetap Siaga Menjaga Pasokan Listrik Masyarakat, di Tengah Merebaknya Covid-19
RUU Cipta Kerja Diperlukan untuk Antisipasi Peningkatan Angka Pengangguran

Editorial