Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Longsor di Sukabumi, 34 Warga Masih Tertimbun
    net Tim SAR dan relawan melaukan evakuasi korban

    Longsor di Sukabumi, 34 Warga Masih Tertimbun

    • Selasa, 1 Januari 2019 | 18:34:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Sukabumi - Bencana longsor melanda Kampung Cigarehong, Dusun Cimapag, Cimapag, Desa Sinarresmi, Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi, Senin (31/12/2018) petang.

    Longsoran tanah dari perbukitan tersebut menimbun sekitar 32 rumah adat yang berada di bawah bukit, mengakibatkan puluhan orang tertimbun.

    Data sementara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Selasa (1/1/2019) pukul 11.45 WIB, korban meninggal dunia sebanyak 9 orang. Selain korban jiwa, BNPB merilis, sebanyak 4 warga mengalami luka-luka, juga diduga masih ada sekitar 34 orang tertimbun longsor.

    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyebutkann, jumlah korban tewas ini bertambah setelah ditemukannya 7 jenazah, sedangkan sebelumya pada malam pascalongsor ditemukan 2 korban, sebelum akhirnya proses evakuasi dihentikan karena buruknya cuaca.

    Sutopo menjelaskan, longsor yang pada pukul 17.30 WIB tersebut disebabkan hujan deras mengguyur Desa Sinarresmi. Akibatnya, terjadi aliran permukaan di areal hutan dan persawahan dari perbukitan di lokasi kejadian. Aliran air kemudian menyebabkan material perbukitan meluncur menuruni lereng dan menimbun 30 dari 32 rumah yang ada di kampung adat tersebut.

    Tercatat ada 107 jiwa dalam 32 kepala keluarga yang terdampak bencana longsor ini. Dari jumlah tersebut, diperkirakan masih ada 34 orang diduga tertimbun longsor dan belum ditemukan. "Sedangkan 61 orang selamat sudah ditempatkan di pengungsian," katanya.

    Saat ini tim SAR gabungan masih terus mencari korban yang diduga tertimbun longsor tersebut. Menurut Sutopo, evakuasi ini terkendala minimnya alat berat serta kondisi alam. Selain itu, upaya pencarian terkendala akses jalan dan medan yang cukup berat. Karena itu, proses pencarian korban masih dilakukan secara manual oleh tim SAR gabungan dan relawan, karena alat-alat berat belum bisa didatangkan ke lokasi.

    "Kondisi tanah yang rapuh terurai serta berlumpur akibat hujan masih menyulitkan evakuasi," ujar Sutopo.

    "Untuk evakuasi diperlukan alat berat, namun kondisi akses jalan dan medan cukup berat menuju lokasi bencana," sambungnya.

    Longsor sendiri masih sesekali terjadi di lokasi kejadian. Hal itu pun cukup menghambat proses evakuasi, karena dikhawatirkan longsor mendadak terjadi dan menimpa para relawan yang tengah berupaya mencari para korban. "Masih ada longsoran tanah dari bukit setinggi 200 meter, kondisinya masih labil," kata Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiawan kepada wartawan di lokasi longsor, Selasa (1/1/2019) pagi. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Tingkatkan Kualitas Perencanaan Pembangunan, Pemprov Kerja sama dengan IAP
    Sekda Jabar: Penyelamatan Dunia Usaha Perlu Intervensi Pemerintah
    Kemenkes: Belum ada Negara atau Lembaga yang Menemukan Obat Covid-19
    Soal Pembukaan Hiburan Malam di Bandung, ini kata Gubernur
    Selain Gubernur,  Forkopimda Jabar Siap Relawan Vaksin Covid-19   
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads