web stats service from statcounter

Hot News


  • Hadapi PSIS Semarang, Persib Bawa 20 Pemain
    Hadapi PSIS Semarang, Persib Bawa 20 Pemain
    • 20 Juli 2019 | 03:52:00 WIB

    SEBANYAK 20 pemain masuk dalam daftar pemain yang dibawa Pelatih Robert Alberts untuk melakoni laga tandang kontra PSIS Semarang, Minggu (21/7/2019).

Inspirasi


  • Menikah dan Perjuangan
    Menikah dan Perjuangan

    SUAMI dan istri yang sudah menikah, semakin lama komunikasi yang terjadi kurang harmonis.

    Warga Pesisir Diimbau Tetap Waspada Tsunami
    net Petugas mencari korban tsunami yang masih hilang

    Warga Pesisir Diimbau Tetap Waspada Tsunami

    • Rabu, 26 Desember 2018 | 04:32:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga yang tinggal di pesisi Selat Sunda untuk menjauhi wilayah pantai pascaterjadinya tsunami, Sabtu (22/12/208) malam.

    Imbauan tersebut menyusul analisa dan pemantauan langsung BMKG bersama Badan Geologi Kementerian ESDM terkait aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang dikhawatirkan berpotensi terjadi tsunami seperti pada Sabtu (22/12/2018) lalu.

    "Dengan ini kami meminta agar warga masyarakat tetap waspada dan menghindari lokasi pesisir atau pantai radius 500 meter sampai 1 kilometer," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangan persnya, Selasa (25/12/2018) malam.

    Selain kekhawatiran akan potensi tsunami akibat longsoran material vulkanik Gunung Anak Krakatau, imbauan BMKG agar masyarakat menjauh dari bibir pantai juga karena pada saat bersamaan cuaca ekstrem dan gelombang tinggi terjadi di Selat Sunda. "Besok pagi masih terjadi dan potensi gelombang laut tinggi terjadi," ujarnya.

    BMKG lanjut Dwikorita, telah mengembangkan aplikasi sistem pemantauan yang fokus pada aktivitas kegempaan vulkanik Gunung Anak Krakatau, agar dapat memberikan peringatan yang lebih cepat kepada masyarakat. Informasi tersebut dapat diakses di akun media sosial BMKG dan Badan Geologi, atau aplikasi 'infoBMKG' dan 'MAGMA Indonesia'.

    "Oleh karena itu, kami mohon kepada masyarakat tetap terus memonitor perkembangan informasi, akan terus kami update melalui situs media sosial atau aplikasi mobile info BMKG serta aplikasi mobile MAGMA Indonesia dan Badan geologi," tegasnya. (*)

    den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Jabar Minta Penambahan Kuota Haji
    Lantik Dewan Pendidikan, Emil Titipkan 4 Dimensi
    Kecewa, Relawan Gurka Tarik Dukungan dari Emil
    Pihak Ketiga Wajib Miliki Legal Standing & Relevan
    Tingkat Kemiskinan Turun, Jabar Gencar Bangun Desa

    Editorial