web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Data Terbaru, Korban Tsunami Selat Sunda 429 Tewas
    detik.com Puing-piung hotel seusai diterjang tsunami

    Data Terbaru, Korban Tsunami Selat Sunda 429 Tewas

    • Rabu, 26 Desember 2018 | 03:38:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Data jumlah korban tsunami Selat Sunda yang melanda 5 kabupaten di Provinsi Banten dan Lampung pada Sabtu (22/12/2018) malam lalu, kembali bertambah.

    Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, memasuki hari ketiga Selasa (25/12/2017) hingga pukul 13.00 WIB, tim evakuasi telah berhasil mengevakuasi korban meninggal sebanyak 429 orang. Korban luka sebanyak 1.485 orang, dan 154 orang hilang serta 16.082 orang mengungsi.

    "Hingga kini tim masih terus melakukan pencarian, terutama di daerah-daerah yang terdampak paling parah," ucap dalam jumpa pers di Kantor BNPB, Jakarta, Selasa (25/12/2018).

    BPNPB juga mencatat kerugian materiil akibat tsunami Selat Sunda yang juga bertambah. Ada 882 rumah yang rusak, 73 penginapan rusak dan 60 warung rusak. "Ada 434 perahu dan kapal rusak, 24 kendaraan roda 4 rusak, 41 kendaraan ruda 2 rusak, 1 dermaga rusak, dan 1 shelter rusak," tambah Sutopo.

    Sutopo menyebut daerah yang paling parah terdampak tsunami Selat Sunda ialah Kabupaten Pandeglang. "Tercatat 290 orang meninggal dunia, 1.143 luka-luka, 77 orang hilang, 14.395 orang mengungsi," katanya. Sementara di Lampung Selatan, terdapat 108 orang meninggal dunia, 279 luka, 9 hilang, dan 1.373 orang mengungsi.

    BNPB sendiri telah menetapkan masa tanggap darurat tsunamai Selat Sunda khususnya di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lampung Selatan. Tanggap darurat di Pandeglang yang menjadi daerah terparah yang terdampak tsunami diberlakuna selama 14 hari, sejak 22 Desember 2018 hingga 5 Januari 2019.

    "Masa tanggap darurat adalah 14 hari, terhitung 22 Desember 2018 sampai dengan 5 Januari 2019. Sedangkan di Lampung Selatan 7 hari, yaitu 23 Desember 2018 sampai dengan 29 Desember 2018," paparnya.

    Menurut Sutopo, masa tanggap darurat di Kabupaten Pandeglang dan Lampung Selatan kemungkinan bisa diperpanjang, menyesuaikan dengan situasi dan kondisi di sana. "Jadi status bencananya, bencana kabupaten ditetapkan. Tidak ada wacana yang mengatakan bencana nasional atau sebagainya, pemerintah daerah sanggup mengatasi," jelasnya.

    Sutopo menambahkan, penanganan bencana terus dilakukan, terutama mengevakuasi korban yang masih belum ditemukan. "Penanganan darurat terus dilanjutkan dengan fokus pada evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban, penanganan korban luka-luka di tim medis, pelayanan pengungsi, perbaikan darurat sarana dan prasarana umum," pungkas Sutopo. (*)

    den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Ineu : APK Pendidikan Tinggi di Jabar Masih Rendah
    Korban Konflik Wamena Perlu Didampingi Psikolog
    Wagub Jabar Motivasi Remaja Masjid se-Indonesia
    Wagub Jabar : Kesehatan Faktor Dominan Pembangunan
    Ratusan ODGJ Dipulangkan Setiap Tahunnya

    Editorial