web stats service from statcounter

Hot News


  • Persib Bawa 22 Pemain hadapi Persebaya di Bali
    Persib Bawa 22 Pemain hadapi Persebaya di Bali
    • 15 Oktober 2019 | 18:38:00 WIB

    TIM Persib membawa 22 pemain ke Bali untuk melakoni laga tandang kontra Persebaya yang akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Jumat (18/10/2019).

Inspirasi


    Tsunami Terjang Banten, 222 Orang Tewas
    (net) Pantai Tanjung Lesung porak-poranda oleh tsunami

    Tsunami Terjang Banten, 222 Orang Tewas

    • Minggu, 23 Desember 2018 | 15:53:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Banten - Bencana alam tsunami kembali melanda kawasan pantai selatan. Kali ini, gelombang tsunami setinggi lebih dari 5 meter menerjang pantai sekitar Selat Sunda, khususnya di Kabupaten Pandeglang dan Serang Banten, Sabtu (22/12/2018) sekitar pukul 21.27 WIB.

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginformasikan, hingga Minggu (23/12/2018) pukul16.00 WIB, tercatat korban tewas akibat tsunami yang dipicu oleh erupsi Gunung Anak Krakatau tersebut mencapai 222 orang. Para korban tersebar di 4 wilayah, yakni Kabupaten Pandeglang, Serang di Provinsi Banten; serta Kabupaten Lampung Selatan dan Tanggamus di Provinsi Lampung.

    "Jumlah korban dan kerusakan akibat tsunami yang menerjang wilayah pantai di Selat Sunda terus bertambah. Data sementara yang berhasil dihimpun Posko BNPB hingga Minggu (23/12/2018), pukul 16.00 WIB, tercatat 222 orang meninggal dunia, 843 orang luka-luka, dan 28 orang hilang," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan pernya, Minggu (23/12/2018).

    Selain mengakibatkan korban manusia, jelas Sutopo, tsunami juga menyebabkan 556 unit rumah rusak, 9 unit hotel rusak berat, 60 warung kuliner rusak, serta 350 kapal dan perahu rusak.

    "Tidak ada korban warga negara asing. Semua warga Indonesia. Korban dan kerusakan ini meliputi di 4 kabupaten terdampak, yaitu di Kabupaten Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, dan Tanggamus," ujar Sutopo.

    Korban manusia, baik yang tewas maupun luka-luka, serta kerusakan fasilitas umum, paling banyar terjadi di Kabupaten Pandeglang yang berlokasi paling dekat dengan pusat tsunami di Selat Sunda di sekitar Gunung Anak Krakatau.

    Di Pandeglang, tercatat 164 orang meninggal dunia, 624 orang luka-luka, 2 orang hilang. Sedangkan kerusakan fisik meliputi 446 rumah rusak, 9 hotel rusak, 60 warung rusak, 350 unit kapal dan perahu rusak, serta 73 kendaraan rusak. Daerah dampak di Padeglang menyebar di 10 kecamatan, yakni Kecamatan Carita, Panimbang, Sumur, Labuan, Menes, Cibaliung, Jibut, Cimanggu, Pagelaran, dan Cigeulis.

    Kecamatan yang paling parah mengalami kerusakan, yakni Kecamatan Carita. Para korban banyak ditemukan di Hotel Mutiara Carita Cottade di kawasan Pantai Carita. Lalu di Kampung Sambolo, Desa Sukarame. Korban terbanyak lainnya ditemukan di Hotel Tanjung Lesung di Pantai Tanjung Lesung di Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang.

    "Banyak korban adalah wisatawan dan masyarakat setempat. Daerah wisata sepanjang pantai dari Pantai Tanjung Lesung, Pantai Sumur, Pantai Teluk Lada, Pantai Panimbang, dan Pantai Carita sedang banyak wisatawan berlibur yang kemudian diterjang tsunami," paparnya.

    Selanjutnya, korban terbanyak kedua terjadi di Kabupaten Serang dengan jumlah 11 orang meninggal dunia, 22 luka-luka, dan 26 lainnya hilang. Sedangkan untuk kerusakan bangunan masih dilakukan pendataan.

    Sementara itu untuk korban di Kabupaten Lampung Selatan tercatat 48 orang meninggal dunia, 213 luka-luka dan 110 rumah rusak. Dan di Kabupaten Tanggamus dilaporkan 1 orang tewas.

    Jumlah korban tewas sendiri, menurut Sutopo, akan terus bertambah. Pasalnya, belum semua lokasi bencana bisa dijangkau dan didata oleh BNPB.

    "Jumlah ini diperkirakan masih akan terus bertambah karena belum semua korban berhasil dievakuasi, belum semua puskesmas melaporkan korban dan belum semua lokasi dapat didata keseluruhan. Kondisi ini menyebabkan data akan berubah," jelas Sutopo.

    Sutopo menambahkan, kedua pemerintah provinsi dan 4 pemerintah kabupaten yang terdampak tsunami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak. Posko, pos kesehatan, dapur umum dan pos pengungsian pun didirikan untuk menangani korban.

    "Penanganan darurat terus dilakukan. BNPB bersama TNI, Polri, Basarnas, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian PU Pera, Kementerian ESDM, dan kementerian atau lembaga terkait terus mendampingi Pemda dalam penanganan darurat," kata Sutopo.

    "Alat berat dikerahkan membantu evakuasi. Saat ini sedang bekerja 5 unit excavator, 2 unit loader, 2 unit dump truck, dan 6 unit mobil tangki air. Bantuan alat berat akan ditambah. Jumlah pengungsi masih dalam pendataan," pungkasnya.

    Sutopo menyebutkan, faktor penyebab tsunami masih dilakukan penyelidikan oleh BMKG untuk mengetahui secara pasti. Kemungkinan disebabkan longsor bawah laut akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dan gelombang pasang akibat bulan purnama.

    "Dua kombinasi tersebut menyebabkan tsunami yang terjadi tiba-tiba yang menerjang pantai. BMKG masih berkoordinasi dengan Badan Geologi untuk memastikan faktor penyebabnya," jelas Sutopo.

    Penanganan darurat masih terus dilakukan oleh BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, Tagana, PMI, relawan dan masyarakat. Bantuan logistik disalurkan. Sementara itu Jalan Raya penghubung Serang-Pandeglang putus akibat tsunami.

    "Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang menyesatkan. Update penanganan darurat akan terus disampaikan," tandas Sutopo. (*)

    den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Pemprov Alokasikan Rp7,25 M Dana Hibah untuk BPSK
    Tsunami Terjang Banten, 222 Orang Tewas
    Jokowi Lepas Pasukan Perdamaian ke Kongo & Lebanon
    Groundbreaking Pelabuhan Patimban Digelar Agustus
    PAN Belum Tentukan Dukungan di Pilpres 2019

    Editorial