web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


  • Menikah dan Perjuangan
    Menikah dan Perjuangan

    SUAMI dan istri yang sudah menikah, semakin lama komunikasi yang terjadi kurang harmonis.

    Kuasai 51% Saham, Indonesia Resmi Miliki Freeport
    net

    Kuasai 51% Saham, Indonesia Resmi Miliki Freeport

    • Sabtu, 22 Desember 2018 | 23:01:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Jakarta - Indonesia resmi menguasai 51,2% saham PT Freeport Indonesia (FI) pascapelunasan transaksi akuisisi oleh PT Inalum, Jumat (21/12/2018), dengan nilai transaksi sebesar US$3,85 miliar atau setara Rp55,8 triliun.

    Peresmian ditandai dengan penyerahan dokumen Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PT Freeport oleh Dirjen Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono dan Executive Vice Presiden PT Freeport Indonesia Tony Wenas.

    Penyerahan dokumen juga disaksikan Sekjen Kementerian ESDM Ego Syahrial; Deputi Kementerian BUMN Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Fajar Harry Sampurno; Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin; dan CEO FCX Richard Adkerson.

    "Pada hari ini, telah kita selesaikan proses panjang perubahan KK Freeport jadi IUPK. Hari ini telah selesai ditandatangani oleh Menteri ESDM, dan semuanya sudah diselesaikan," kata Bambang dalam jumpa pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (21/12/2018).

    PT Inalum sendiri telah menyelesaikan IUPK di Kementerian ESDM untuk melanjutkan operasi perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu. IUPK Freeport diterbitkan setelah dipenuhinya beberapa syarat, antara lain sepakat divestasi saham 51%, kewajiban pembangunan smelter atau fasilitas pemurnian, penerimaan negara yang lebih besar, dan perpanjangan operasi produksi 10 tahun untuk dua kali. Dengan terbitnya IUPK ini, maka Kontrak Karya (KK) sudah tak berlaku lagi.

    "Sejak terbitnya IUPK dan SK, maka KK tidak berlaku, yang berlaku sejak terbitnya IUPK. Berarti hari ini sampai 2031. 2021 sisa kontrak, extend (diperpanjang) 10 tahun sampai 2031," jelas Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin.

    Selain berganti status menjadi IUPK, PTFI juga merombak jajaran direksi dan komisarisnya. Perombakan direksi ini disahkan melalui persetujuan pemegang saham. Kini, format masing-masing direksi dan komisaris diisi orang Indonesia dan 2 orang asing.
    Di jajaran Dewan Komisari diisi Presiden Komisaris Richard Carld Adkerson, Wakil Komisaris Utama Amin Sunaryadi, para Komisaris yakni Budi Gunadi Sadikin, Hinsa Siburian, Kathleen Lynne Quirk, dan Adrianto Machribie. Sedangka di Dewan Direksi diisi Direktur Utama Clayton Allen Wenas (Tony Wenas), Wakil Direktur Utama Orias Petrus Moedak, serta 4 direktur yakni Jenpino Ngabdi, Achmad Ardianto, Robert Charles Schroeder, dan Mark Jerome Johnson. (*)

    den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Pemprov Komitmen Akselerasi Investasi di Jabar
    Perusahaan Prancis Tertarik Berinvestasi di Jabar
    Investor Luar Negeri Lirik Potensi Ekonomi Jabar
    Pemprov Tawarkan LRT di Forum Investasi London
    Dukung BIJB, Cisumdawu Ditargetkan Selesai 2020

    Editorial