web stats service from statcounter

Hot News


  • Hadapi PSIS Semarang, Persib Bawa 20 Pemain
    Hadapi PSIS Semarang, Persib Bawa 20 Pemain
    • 20 Juli 2019 | 03:52:00 WIB

    SEBANYAK 20 pemain masuk dalam daftar pemain yang dibawa Pelatih Robert Alberts untuk melakoni laga tandang kontra PSIS Semarang, Minggu (21/7/2019).

Inspirasi


  • Menikah dan Perjuangan
    Menikah dan Perjuangan

    SUAMI dan istri yang sudah menikah, semakin lama komunikasi yang terjadi kurang harmonis.

    Editorial


      DPRD :Masyarakat Ingin Peningkatan Infastruktur
      Juaranews/abdul basir Pepep Saeful Hidayat

      DPRD :Masyarakat Ingin Peningkatan Infastruktur

      • Kamis, 13 Desember 2018 | 17:50:00 WIB
      • 0 Komentar

      JuaraNews, Bandung- Anggota Komisi II DPRD Jabar Pepep Saeful Hidayat mengatakan, msyarakat Jabar menginginkan peningkatan sektor infrastruktur. Pasalnya infrastruktur berdampak pada peningkatan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat

      Hal tersebut dikatakan Pepep seusai melaksanakan kegiatan reses III masa sidang 2018 secara serentak di 12 daerah pemilihan (Dapil) Jabar, terhitung mulai 30 November hingga 11 Desember 2018.

      Menurut Pepep, kegitan reses atau menemui konstituen di daerah pemilihan untuk menyerap aspirasi masyarakat yang diatur dalam Undang-Undang MD3. Untuk itu, sebagai wakil rakyat dari Dapil Subang-Majalengka –Sumedang (SMS) tentunya berkewajiban untuk memperjuangkan aspirasi masayrakat. 

      “Ini merupakan kegiatan rutin yang menjadi tugas anggota Dewan, salah satunya dengan berkunjung ke konstituen untuk menyerap aspirasi, menampung dan menyampaikan apa yang menjadi permasalahan atau kendala terkait dengan pelaksanaan program pemerintah provinsi maupun program pemerintah pusat," ujar Pepep saat ditemui di ruang kerja Fraksi PPP DPRD Jabar, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Rabu (12/12/2018).

      Pepep mengatakan, selain masalah Infrastruktur, masyarakat juga banyak yang menanyakan persoalan akses fasilitasi permodalan KUKM, pendidikan, dan kesehatan.

      "Karena sampai hari ini masih banyak masyarakat belum memahami, sehingga mereka berpikir kalau melakukan peminjaman modal dan risiko usahanya merugi. Untuk itu, sebelum mereka melakukan peminjaman permodalan, mengharapkan adanya advokasi dari pemerintah daerah dan provinsi. Nyatanya masyarakat bawah pada takut berutang," papar Pepep.

      "Adapun terkait, sektor pendidikan, menurutnya, sudah oke dan murah, tapi kalau didukung dengan infrastruktur jalan yang memadai dan fasilitas umum seperti angkutan desa/angkot, tentunya menjadi beban masyarakat. "Terutama para orang tua siswa untuk ongkos anaknya pergi kesekolah dengan cara naik ojek. Karena sarana umum angdes/angkot belum tersedia. Untuk itu, masyarakat minta dibuka jalur-jalur baru transportasi umum," tandasnya

      "Sedangkan dari sisi sektor kesehatan, mayoritas masyarakat mengeluhkan belum validnya pendistribusian kartu-kartu pengaman sosial seperti KIS, BPJS," tutupnya. (*)

      Oleh: abdul basir / bas

      0 Komentar

      Tinggalkan Komentar


      Cancel reply

      0 Komentar


      Tidak ada komentar

      Berita Lainnya


      DPRD Sayangkan Terjadinya Mal Distribusi Dokter
      Pondok Pesantren Percontohan Pendidikan Keagamaan
      Sinkronisasi Pembangunan di Bogor Harus Sinergis
      DPRD Beri Rekomendasi Pemprov Untuk Tingkatkan PAD
      Evaluasi BUMD Harus Dilakukan Dengan Teliti

      Gedung Sate