web stats service from statcounter

Hot News


  • 1.200 Santri Ikuti Perkemahan Pramuka Nusantara
    1.200 Santri Ikuti Perkemahan Pramuka Nusantara
    • 22 Maret 2019 | 21:38:00 WIB

    SEBANYAK 1200 santri pramuka mewakili Pondok Pesanten di seluruh Jabar mengikuti PPSN ke-4 tingkat Jabar 2019, di Bumi Perkemahan Pramuka, Kabupaten Pangandaran

Inspirasi


  • Menikah dan Perjuangan
    Menikah dan Perjuangan

    SUAMI dan istri yang sudah menikah, semakin lama komunikasi yang terjadi kurang harmonis.

    Ahmad Irfan Dicopot dari Jabatan Dirut BJB
    antara.com Plt Dirut BJB Agus Mulyana bersama Ahmad Irfan

    Ahmad Irfan Dicopot dari Jabatan Dirut BJB

    • Selasa, 11 Desember 2018 | 20:13:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Badnung - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Jabar Banten (BJB) yang digelar di Hotel Aryaduta, Jalan Sumatra Kota Bandung, Selasa (11/12/2018), memutuskan memberhentikan dengan hormat Ahmad Irfan dari jabatanya sebagai Direktur Utama BJB.

    Sesuai aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengharuskan tidak boleh ada kekosongan jabatan pada sebuah Bank Pembangunan Daerah maka posisi Dirut BJB sementara dirangkap oleh Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko, Agus Mulyana. Sedangkan posisi Direktur Mikro yang kosong dirangkap Direktur Konsumer dan Ritel, Suartini.

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, pemberhentian Irfan sebagai langkah penyegaran di tubuh PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten. Dia bersama pemegang saham lainnya ingin ada sosok baru yang bisa memaksimalkan potensi yang dimiliki Bank bjb.

    Apalagi, kata Emil, para pemegang saham menitipkan visi baru agar BJB bisa menjadi bank pembangunan ke depannya. Selain itu BJB juga akan didorong menggelontorkan dana untuk pembiayaan UMKM yang selama ini dinilai masih kurang.

    Emil sendiri menilai, kinerja BJB sudah luar biasa dalam penyaluran kredit konsumen, namun pemerintah kota/kabupaten di Jabar membutuhkan pinjaman dari BJB untuk membangun infrastruktur, seperti jembatan, pasar, dan lain-lain.

    "Selama ini memang porsi pernyaluran kredit BJB ke sektor ini kurang. Padahal, dulu sejarahnya Bank BJB itu kan BPD, Bank Pembangunan Daerah," ucap Emil.

    Dia menuturkan, selama ini BJB kurang mengoptimalkan peluang pasar kredit UMKM dan pihaknya menilai dari 100 % penyaluran kredit BJB, porsi UMKM hanya 5% padahal sekitar 60% sektor perekonomian di Jabar ditopang oleh UMKM.

    Hingga triwulan III/2018, BJB membukukan laba bersih Rp1,3 triliun atau tumbuh 25,4% dibanding periode sama tahun sebelumnya. Sedangkan total aset BJB tercatat mencapai Rp114,1 triliun. Dan net interest income tumbuh sebesar 4,1% (yoy). Terkait fee based income, BJB tumbuh 23,2%.

    "Sehingga dengan dua visi baru ini, untuk membuat Bank BJB menjadi Bank Pembangunan dan maksimalkan kredit mikro, kami membutuhkan sosok baru yang bisa menjawab tantangan ini," kata dia.

    Untuk menjaga azas keadilan, ujar Emil, pemegang saham akan mencari sosok pimpinan baru dengan mekanisme seleksi. Irfan sendiri bisa kembali mengikuti seleksi tersebut. "Jadi untuk posisi Direktur Utama Bank BJB diberhentikan, namun boleh mengikuti lagi fit and proper test untuk menjawab tantangan yang baru," tegas Emil.

    "Jadi kalau Pak Irfan ini bisa meyakinkan di dua bulan fit and proper test tentang visi baru yakni menjadi bank pembangunan dan mikro, bukan tidak mungkin beliau bisa diangkat lagi oleh sebuah proses," sambungnya.

    Untuk jadwal pemilihan dirut BJB yang baru, sambung Emil, akan ditentukan setelah hasil RUPS disetujui OJK. "Belum dibuka. Hasil RUPS ini harus di-approve oleh OJK. Intinya hasil fit and proper test-nya akan diresmikan dilantik di bulan Maret sesuai RUPS tahunan," ujarnya.

    Sementara itu, Ahmad Irfan menyampaikan ungkapan terima kasih atas dukungan semua pihak selama ia menjabat sebagai Dirut BJB. Irfan bersyukur karena melepas posisinya sebagai Dirut saat kinerja BJB berada dalam kondisi prima.

    "Selama 4 tahun ini Bank BJB tumbuh dengan pesat. Dan alhamdulillah, saya melepas BJB dalam kondisi baik. Saya serahkan estafet kepemimpinan kepada Direktur Utama selanjutnya. Saya titip kepada semua stakeholder untuk melanjutkan kerja sama baik dengan BJB," kata Irfan.

    Irfan sendiri belum mengetahui apakah akan maju kembali ke fit and proper test atau tidak. Namun jika diminta, Irfan menyatakan siap mengikutinya.

    Sedangkan, Plt Dirut BJB Agus Mulyana menyatakan siap melaksanakan tugas barunya dengan amanah dan melanjutkan program yang sudah dibangun Dirut sebelumnya. Agus mengatakan perubahan pengurus merupakan hal biasa dalam sebuah organisasi, termasuk perusahaan.

    “Itu hal biasa dalam organisasi. Saya akan melaksanakan tugas dengan amanah dan terus melanjutkan program yang sudah dibangun oleh dirut (Ahmad Irfan),” tutur Agus. (*)

    den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    1.200 Santri Ikuti Perkemahan Pramuka Nusantara
    Wisata di Jabar Harus di Kelola Agar Berkembang
    Ridwan Kamil Optimistis Pilkada di Jabar Kondusif
    Persepsi Maladministrasi  di Jabar Terendah Kedua
    Pemprov Akan Bangun 20 Jembatan Penghubung Desa

    Editorial


    • Gong Xi Fa Chai
      Gong Xi Fa Chai

      SELASA (15/2/209) ini merupakan hari istimewa bagi orang-orang Tionghoa atau keturunan China di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.