Bank BJB top banner

Hot News


Opini


  • Mewujudkan Rumah Impian bagi Guru
    Mewujudkan Rumah Impian bagi Guru

    MEMILIKI rumah merupakan impian setiap orang terlebih bagi seorang guru karena rumah termasuk kebutuhan pokok yang harus dipenuhi.

    Mendag Siap Tindak Tegas Pengusaha SPBU Nakal

    • Jumat, 7 Desember 2018 | 04:09:00 WIB
    • 0 Komentar


    Mendag Siap Tindak Tegas Pengusaha SPBU Nakal
    ilustrasi net

    JuaraNews, Bandung - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menegaskan, pemerintah akan menindak tegas pengusaha SPBU nakal yang bermain-main dengan timbangan atau takaran bahan bakar minyak (BBM) yang dijualnya.

    Namun di sisi lain, pemerintah juga akan memberikan apresiasi kepada pengusaha yang patuh pada daerah Tertib Ukur dan Pasar Tertib Ukur.

    "Ada perubahan, pergeseran. Kalau dulu dengan ancaman, kalau tidak melaksanakan maka terkena hukuman. Ketentuan itu tetapi ada, tetapi sekarang ada sedikit perubahan," ucap Enggar kepada wartawan di sela-sela acara kunjungan kerjanya di Bandung dalam rangka Penetapan dan Peresmian Daerah Tertib Ukur dan Pasar Tertib Ukur Tahun 2018 di El Royal Hotel, Jalan Merdeka Kota Bandung, Kamis (6/12/2018).
    .
    "Sekarang kita mulai merangsang dari daerah. Kita merangsang juga dari pasar, bagaimana kita saling berlomba untuk melindungi konsumen dari hal-hal yang tidak seharusnya terjadi," tandasnya.

    Enggar menyebutkan, pemerintah melindungi semua hak-hak konsumen dengan ukuran-ukuran yang pasti. Terutama soal mengenai kejujuran, dan pemerintah juga memberikan apresiasi, bila SPBU tersebut berani jujur.

    Untuk melakukan itu semua, menurut Enggar, memang masih ada kendalanya, seperti berbagai fasilitas dan peralatan. Pasalnya tidak bisa menggantungkan 100% pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

    "Kita memulai dan memberikan bagi mereka yang sudah bisa melaksanakan sebagai bentuk apresiasi, baik itu dalam bentuk piagam, penghargaan, memberikan timbangan dan fasilitas kantor dan sebagainya. Harus dilimpahkan dari tingkat 1 ke tingkat 2," jelas Enggar.

    Proses itu, jelas Enggar, juga belum secara keseluruhan dilaksanakan di daerah-daerah sebab harus didahului dengan peningkatan sumberdaya manusianya. Enggar juga meminta, pengusaha SPBU untuk berani mengklaim bahwa pembelian bahan bakar minyak di daerahnya terjamin, baik dari kualitas, harga, maupun ukuran timbangan.

    "Contoh ada beberapa SPBU yang  ramai dan tidak ramai, kalau SPBU itu bisa menyatakan. Saya jamin literannya benar, pasti semua orang dari akan datang secara beramai-ramai.; Informasi yang paling baik itukan adalah informasi dari mulut ke mulut," pungkasnya. (*)

    Oleh: abdul basir / den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Ridwan Kamil Ingatkan Pemuda Hati-hati Pilih Karier di Era Industri 4.0
    Catat, Besok Pos Indonesia Bakal Gelar Program Gratis Ongkir di Seluruh Indonesia
    Aplikasi Agree Telkom Permudah Petani Milenial Kelola Lahan Pangan
    Pemprov Jabar Komitmen Lindungi Pekerja Migran
    Pelaku UMKM Jabar Makin Banyak yang Manfaatkan Pasar Digital
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan
      iklan qposaja

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads