web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Jalan Curug Malela & Situ Ciburuy segera Dibenahi
    juaranews/abdul basir Ridwan Kamil

    Jalan Curug Malela & Situ Ciburuy segera Dibenahi

    JuaraNews, Bandung - Pemprov Jabar berkomitmen kembangkan objek wisata di Jabar, diantaranya memperbaiki askes menuju wisata air terjun Curug Malela di Kecamatan Rongga dan Situ Ciburuy di Kecamatan Padalarang, Kabupten Bandung Barat (KBB).

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengungkapkan, perbaikan akses jalan menuju kawasan wisata favorit warga KBB tersebut akan mulai dikerjakan pada anggaran baru tahun 2019.

    "Target pengembangan wisata Curug Malela itu sama Situ Ciburuy, jadi tahun 2019 akses ke Curug Malela akan kita maksimalkan dan Situ Ciburuy, insya Allah ikannya mudah dipancing," ujar Emil di Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Rabu (5/12/2018).

    Seperti diketahui, Curug Malela merupakan salah satu wisata alam yang cukup potensial. Keindahan Curug Malela bahkan mendapat julukan Mini Niagara. Namun, persoalan akses jadi kendala pengembangan wisata itu.

    Curug Malela berada di Kecamatan Rongga atau daerah paling selatan Bandung Barat berbatasan dengan wilayah Cianjur Selatan. Selain itu, Gua Pawon juga mendapat atensi. Gua Pawon merupakan gua alami dan situs purbakala yang berlokasi di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Di gua tersebut sempat ditemukan kerangka manusia purba yang diperkirakan berumur 9.500 tahun.

    "Gua Pawon belum ada request, tapi selama lima tahun semua potensi akan kita maksimalkan," ungkapnya.

    Namun, adanya aktivitas penambangan batu kapur membuat Gua Pawon sulit berkembang, bahkan nyaris terancam. Menurut Emil, persoalan ekonomi perlu dipertimbangkan dalam pengembangan Gua Pawon.

    "Ini juga satu pekerjaan rumah yang harus saya teliti ini plus minusnya terhadap lingkungan, ekonomi seperti apa, belum sampai ke sana. Saya masih fokus ke situ Situ Ciburuy dan Curug Malela," paparnya.

    Emil mengakui, Gua Pawon mempunyai potensi wisata edukasi. Namun dalam proses pengembangan Gua Pawon, lanjut Emil, perlu waktu dan pertimbangan cukup banyak dari berbagai elemen.

    "Disebut peluang itu satu, kalau ada artefak, kalau ada zona artefaknya harus kita lindungi, kedua yang namanya alam harus ada nilai tambah ekonomi, tapi kan ekonomi yang suistainable, jangka panjang, nggak ngerusak. Sekarang masalah pertambangan kalau dihentikan bagaimana, jadi harus ada win-win solution. Tapi itu jadi atensi saya tahun 2019," tutupnya. (*)

    Oleh: abdul basir / den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    MQK Cara Jabar Tumbuhkan Minat Baca Kitab Kuning
    Akademi Citarum Tanam Dua Jenis Bambu Endemik
    Ridwan Kamil Launching Desa Digital
    Menag Minta Guru Besar Aktif Wujudkan Keberagaman
    Petahana Diimbau tak Gunakaan Reses untuk Kampanye

    Editorial

      Advertisement On Google