web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Ini 3 Syarat Pangandaran jadi Kawasan Wisata Dunia
    istimewa/humas pemprov jabar Menpar Arief Yahya

    Ini 3 Syarat Pangandaran jadi Kawasan Wisata Dunia

    • Kamis, 29 November 2018 | 04:54:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Pangandaran - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengungkapkan, ada 3 A sebagai syarat untuk menjadikan sebuah kawasan menjadi destinasi wisata kelas dunia.

    Ketiga A tersebut harus pula berkelas dunia, yakni Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas.
    "Kalau ingin menjadikan Pangandaran sebagai destinasi wisata kelas dunia, maka Tiga A-nya harus kelas dunia," kata Arief dalam acara Media Gathering 2018 yang digelar Biro Humas dan Protokol Setda Pemprov Jabar di Pantai Indah Timur Resort, Kabupaten Pangandaran, Rabu (26/11/2018).

    Arief menjelaskan, Atraksi meliputi destinasi wisata berupa wisata alam, budaya, dan buatan yang menarik. Aksesibilitas, yaitu infrastruktur menuju kawasan wisata dan infrastruktur pendukung destinasi wisata, seperti bandara kelas internasional. A ketiga, yakni Amenitas, seperti fasilitas umum bintang lima mulai dari hotel, restoran, toko cenderamata, taman hingga fasilitas kesehatan dan fasilitas umum lainnya.

    Sementara itu, sejalan dengan komitmen Pemprov Jabar yang ingin menjadikan Jabar sebagai Provinsi Pariwisata, Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang juga hadir sebagai narasumber, mengungkapkan strateginya.

    "Keunggulan Provinsi Jawa Barat adalah pariwisata. Namun, Jawa Barat ini kurang dipoles. Lima tahun saya akan poles batu kakik permata (Jawa Barat) itu jadi berkilau," ucap Emil.

    Strategi tersebut di antaranya membagi pariwisata menjadi 3 tipe. Pariwisata Tipe 1, yaitu memperbaiki eksisting destinasi yang kurang maksimal. Pariwisata Tipe 2, membuat destinasi wisata baru di 27 kabupaten/kota. Untuk hal ini, Emil akan menggelontorkan anggaran sekitar Rp30 miliar-40 miliar untuk setiap kabupaten/kota.

    Untuk Pariwisata Tipe 3, Pemprov Jabar akan menyiapkan kluster khusus untuk dijadikan kawasan pariwisata melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Ada 2 KEK yang sudah disiapkan hingga saat ini, yaitu KEK Pangandaran dan KEK Cikidang, Sukabumi.

    "Strategi kita adalah menggolkan Pangandaran sebagai KEK di bulan Maret 2019," tegas Emil.

    Pemerintah pusat sendiri telah menetapkan 10 'Bali Baru' sebagai destinasi unggulan nasional. Namun sayang, tidak ada satu pun destinasi asal Jabar masuk dalam daftar tersebut. Ke-10 destinasi tersebut, yakni Tanjung Kelayang, Belitung; Danau Toba, Sumatera Utara; Tanjung Lesung, Banten; Kepulauan Seribu, Jakarta; Borobudur, Jawa Tengah; Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur; Mandalika, Nusa Tenggara Barat; Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur; Wakatobi, Sulawesi Tengggara; dan Morotai, Maluku Utara.

    Meskipun destinasi di Jabar tidak masuk daftar 10 'Bali Baru', Emil mendorong pemerintah pusat agar Jabar memiliki KEK. "Saya sedih ketika tidak ada destinasi di Jawa Barat yang masuk dalam 10 destinasi itu (Bali Baru). Maka saya dorong agar di Jawa Barat ini ada Kawasan Ekonomi Khusus," tandas Emil. (*)

    Oleh: abdul basir / den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    MQK Cara Jabar Tumbuhkan Minat Baca Kitab Kuning
    Akademi Citarum Tanam Dua Jenis Bambu Endemik
    Ridwan Kamil Launching Desa Digital
    Menag Minta Guru Besar Aktif Wujudkan Keberagaman
    Petahana Diimbau tak Gunakaan Reses untuk Kampanye

    Editorial

      Advertisement On Google