web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Pemprov Luncurkan Program Ajengan Masuk Sekolah
    juaranews/abdul basir Uu seusai meresmikan program AMS

    Pemprov Luncurkan Program Ajengan Masuk Sekolah

    • Jumat, 23 November 2018 | 07:20:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung- Pemprov Jabar melalaui Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar meluncurkan program Ajengan Masuk Sekolah (AMS).

    Program AMS diluncurkan secara resmi oleh Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum di Aula Ki Hajar Dewantara, Kantor Disdik Jabar, Jalan Rajiman Kota Bandung, Kamis (22/11/2018).

    Uu menyebutkan, program tersebut merupakan salah satu upaya Pemprov Jabar dalam mengajarkan pendidikan karakter kepada siswa-siswi SMA di Jabar. Selain itu, program ini juga merupakan salah satu penyesuaian tujuan pendidikan nasional, untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan juga meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik.

    "Pendidikan di sekolah dipadukan dengan program AMS sebagai implementasi dari pembangunan karakter sebagaimana yang dicanangkan bapak presiden kita (Joko Widodo)," kata Uu seusai acara peresmian.

    Untuk itu, Uu berharap, program AMS yang sudah diterapkan di Kabupaten Tasikmalaya tersebut dimasukan dalam pendidikan ajaran baru tahun 2019 mendatang, meskipun saat ini sedang dalam penyempurnaan oleh Disdik Jabar.

    "Program AMS ini dimulai tahun ajaran baru tahun depan tapi kan pembahasannya perlu lama. Kalau kita melihat di Tasik sudah berjalan dan masuk tiap hari Jumat. Tetapi dia tidak dibatas waktu berapa minggu atau berapa hari terserah sekolahnya masing-masing," ucapnya.

    Hal serupa di ungkapkan Kadisdik Jabar Ahmad Hadadi. Dia menjelaskan, AMS salah satu untuk memperkuat pendidikan karakter dan pendidikan agama dengan muatan lokal.

    "Program Ajengan Masuk Sekolah itu adalah muatan lokal. Tentu kami akan integrasikan dengan regulasi yang ada. Intinya kita ingin memperkuat guru-guru pendidikan agama. Tentu tidak hanya agama Islam, termasuk agama yang lain. Agama yang bukan Islam juga harus diperkuat sehingga bisa memberikan pelajaran yang lebih muatannya konferhensif kepada peserta didik. Khusus untuk yang ajengan khusus yang muslim," papar Hadadi.

    Untuk melancarkan program tersebut, Disdik akan melakukan sinkronisasi dengan pelaku pendidikan lainnya, misalnya dengan badan pengawasan dan kepala sekolah.

    "Insya Allah kami akan melakukan tindakan lanjut. Dengan cara ada keterwakilan dari musyawarah guru mata pelajaran PAI (Pendidikan Agama Islam) kemudian juga dari pihak tokoh-tokoh pondok pesantren. Sehingga ketika guru banyak yang terjebak dengan administrasi maka sekarang dari modul sampai pengajarannya sesuai dengan kurikulumnya," ungkapnya. (*)

    Oleh: abdul basir / den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    MQK Cara Jabar Tumbuhkan Minat Baca Kitab Kuning
    Akademi Citarum Tanam Dua Jenis Bambu Endemik
    Ridwan Kamil Launching Desa Digital
    Menag Minta Guru Besar Aktif Wujudkan Keberagaman
    Petahana Diimbau tak Gunakaan Reses untuk Kampanye

    Editorial

      Advertisement On Google