Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    BFMJ:Langkah Penggantian Komisaris BJB Sudah Tepat
    net Kantor Pusat Bank BJB

    BFMJ:Langkah Penggantian Komisaris BJB Sudah Tepat

    • Rabu, 21 November 2018 | 12:56:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Badan Penelitian dan Pengembangan Forum Masyarakat Juara (BFMJ) meyakini bahwa kondisi BUMD kebanggaan masyarakat Jabar ini sedang dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan.

    Kordinator BFMJ Andre Ariesmansyah mengatakan pernyataan Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum sudah sangat tepat, yakni mengganti jajaran Direksi dan Komisaris bank BJB. Menurutnya, tidak ada alasan untuk mempertahankan pengurus bank BJB saat ini, terutama jajaran komisaris, dimana Komisaris Utama BJB Klemi Subiantoro juga menjabat sebagai Badan Pengawas PD Sarana Jaya yang merupakan BUMD di DKI Jakarta.

    "Bisa dibayangkan, apa motivasi di balik yang bersangkutan merangkap dua jabatan dengan jobdesk yang sama. Secara regulasi mungkin bisa saja, seperti yang diungkapkan oleh beberapa anggota DPRD Provinsi Jawa Barat. Namun secara etika dan norma, itu sangat tidak elok. Atau mungkin karena kepentingan politik bisa jadi ada yang menganggap bahwa itu wajar. Namun di mata kami sebagai masyarakat, hal tersebut membuktikan bahwa yang bersangkutan itu serakah," ungkap Andre dalam keterangan persnya yang diterima JuaraNews.com, Rabu (21/11/2018).

    Andre menjelaskan, diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Direksi No 0713/SK/DIR-KKON/2018 tentang Manual Produk Kredit BJB Abdi Bhakti, sebagai bukti bahwa direksi sudah tidak mampu mengelola bank BJB secara profesional. Di dalam lampiran SK tersebut diterangkan bahwa plafond kredit karyawan bank BJB dinaikkan rata-rata diatas 75%, bahkan ada yang mencapai 100%.

    "Tidak perlu orang ahli untuk menganalisa SK tersebut, secara sederhana dapat disimpulkan bahwa keluarnya SK tersebut sebagai bukti bahwa direksi bank BJB sudah kesulitan menyalurkan kredit konsumer karena suku bunga yang tinggi sehingga tidak akan bisa bersaing. Lucunya, OJK (Otoritas Jasa Keuangan) tidak bereaksi dengan keluarnya SK tersebut," tandas Andre.

    Selain mengalami kesulitan menyalurkan kredit konsumer, besaran tantiem/bonus yang akan diterima direksi sebesar 5% dari keuntungan bersih. Berdasarkan referensi laporan keuangan tahun buku 2017 Bank BJB mencatat keuntungan mencapai Rp1,2 triliun.

    “SK Direksi tersebut diduga memiliki motif meningkatkan pencapaian laba maka secara otomatis meningkat juga tantiem/bonus yang didapatkan oleh direksi dan komisaris diperkirakan mencapai Rp60 miliar yang dibagi kepada 10 orang secara proporsional,” tegasnya. (*)

    Oleh: abdul basir / den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    63 Persen Kepatuhan Masyarakat Dipengaruhi Media   
    Siap-siap Menyapu Jalan, Bagi yang tak Bermasker
    Belasan Ribu Pelanggar Lalu Lintas Terjaring Operasi Patuh Lodaya
    Ke Satgas, Jabar Usul Gandeng Swasta dalam Testing PCR   
    Satgas Penanganan Covid-19 Berikan Bantuan Masker kepada Pemprov Jabar
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads