web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    BFMJ:Langkah Penggantian Komisaris BJB Sudah Tepat
    net Kantor Pusat Bank BJB

    BFMJ:Langkah Penggantian Komisaris BJB Sudah Tepat

    • Rabu, 21 November 2018 | 12:56:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Badan Penelitian dan Pengembangan Forum Masyarakat Juara (BFMJ) meyakini bahwa kondisi BUMD kebanggaan masyarakat Jabar ini sedang dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan.

    Kordinator BFMJ Andre Ariesmansyah mengatakan pernyataan Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum sudah sangat tepat, yakni mengganti jajaran Direksi dan Komisaris bank BJB. Menurutnya, tidak ada alasan untuk mempertahankan pengurus bank BJB saat ini, terutama jajaran komisaris, dimana Komisaris Utama BJB Klemi Subiantoro juga menjabat sebagai Badan Pengawas PD Sarana Jaya yang merupakan BUMD di DKI Jakarta.

    "Bisa dibayangkan, apa motivasi di balik yang bersangkutan merangkap dua jabatan dengan jobdesk yang sama. Secara regulasi mungkin bisa saja, seperti yang diungkapkan oleh beberapa anggota DPRD Provinsi Jawa Barat. Namun secara etika dan norma, itu sangat tidak elok. Atau mungkin karena kepentingan politik bisa jadi ada yang menganggap bahwa itu wajar. Namun di mata kami sebagai masyarakat, hal tersebut membuktikan bahwa yang bersangkutan itu serakah," ungkap Andre dalam keterangan persnya yang diterima JuaraNews.com, Rabu (21/11/2018).

    Andre menjelaskan, diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Direksi No 0713/SK/DIR-KKON/2018 tentang Manual Produk Kredit BJB Abdi Bhakti, sebagai bukti bahwa direksi sudah tidak mampu mengelola bank BJB secara profesional. Di dalam lampiran SK tersebut diterangkan bahwa plafond kredit karyawan bank BJB dinaikkan rata-rata diatas 75%, bahkan ada yang mencapai 100%.

    "Tidak perlu orang ahli untuk menganalisa SK tersebut, secara sederhana dapat disimpulkan bahwa keluarnya SK tersebut sebagai bukti bahwa direksi bank BJB sudah kesulitan menyalurkan kredit konsumer karena suku bunga yang tinggi sehingga tidak akan bisa bersaing. Lucunya, OJK (Otoritas Jasa Keuangan) tidak bereaksi dengan keluarnya SK tersebut," tandas Andre.

    Selain mengalami kesulitan menyalurkan kredit konsumer, besaran tantiem/bonus yang akan diterima direksi sebesar 5% dari keuntungan bersih. Berdasarkan referensi laporan keuangan tahun buku 2017 Bank BJB mencatat keuntungan mencapai Rp1,2 triliun.

    “SK Direksi tersebut diduga memiliki motif meningkatkan pencapaian laba maka secara otomatis meningkat juga tantiem/bonus yang didapatkan oleh direksi dan komisaris diperkirakan mencapai Rp60 miliar yang dibagi kepada 10 orang secara proporsional,” tegasnya. (*)

    Oleh: abdul basir / den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    MQK Cara Jabar Tumbuhkan Minat Baca Kitab Kuning
    Akademi Citarum Tanam Dua Jenis Bambu Endemik
    Ridwan Kamil Launching Desa Digital
    Menag Minta Guru Besar Aktif Wujudkan Keberagaman
    Petahana Diimbau tak Gunakaan Reses untuk Kampanye

    Editorial

      Advertisement On Google