web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Walhi Jabar Nilai Musrenbang RPJMD Cacat Subtansi
    juaranews/abdul basir Anggota Walhi Jabar saat unjuk rasa

    Walhi Jabar Nilai Musrenbang RPJMD Cacat Subtansi

    • Selasa, 13 November 2018 | 22:55:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Ketua Walhi Jabar Dadan Ramdan meminta pelaksaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk Penyusunan Rencana Pembangunan jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2013-2023 digelar ulang.

    Menurutnya, Musrenbang RPJMD 2018-2023 dalam pelaksanaan masih sebatas pemenuhan tuntutan undang-undang yang praktiknya hanya mengakomodasi kepentingan pemerintah pusat dan investor, bukan aspirasi masyarakat Jabar.

    "Pelaksanaan Musrenbang RPJMD telah kehilangan esensi, nilai dan prinsip musyawarah. Gubernur Jabar tidak memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif menyampaikan gagasan dan usulan ulang," ucap Dadan dalam siaran pers yang diterima JuaraNews, Selasa (13/11/2018).

    Dadan mengatakan, pelaksanaan Musrenbang RPJMD Jabar lebih tepatnya disebut forum konsultasi publik belaka. Dimana para pelaku kepentingan, masyarakat diberikan kesempatan luas untuk memberikan masukan atas rancangan awal RPJMD Jabar 2018-2023 yang sudah dibuat Bappeda Jabar.

    "Kita lihat saja isinya lebih kepada arahan-arahan menteri. Ini bukan forum yang berisi arahan-arahan pembangunan dari pemerintah pusat belaka seperti yang terjadi saat ini," katanya.

    Pada saat bersamaan, Walhi mengelar aksi di depan Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto Kota Bandung, tempat pelaksanaan Musrenbang RPJMD 2013-2023. Dalam aksinya mereka menyampaikan aspirasi bahwa pelaksanaan Musrenbang RPJMD yang sedang berlangsung saat ini hanya seremonial, tidak membahas dokumen rancangan awal RPJMD Jabar 5 tahun ke depan secara detail. (*)

    Oleh: abdul basir / den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    MQK Cara Jabar Tumbuhkan Minat Baca Kitab Kuning
    Akademi Citarum Tanam Dua Jenis Bambu Endemik
    Ridwan Kamil Launching Desa Digital
    Menag Minta Guru Besar Aktif Wujudkan Keberagaman
    Petahana Diimbau tak Gunakaan Reses untuk Kampanye

    Editorial

      Advertisement On Google