web stats service from statcounter

Hot News


  • Hadapi PSIS Semarang, Persib Bawa 20 Pemain
    Hadapi PSIS Semarang, Persib Bawa 20 Pemain
    • 20 Juli 2019 | 03:52:00 WIB

    SEBANYAK 20 pemain masuk dalam daftar pemain yang dibawa Pelatih Robert Alberts untuk melakoni laga tandang kontra PSIS Semarang, Minggu (21/7/2019).

Inspirasi


  • Menikah dan Perjuangan
    Menikah dan Perjuangan

    SUAMI dan istri yang sudah menikah, semakin lama komunikasi yang terjadi kurang harmonis.

    Editorial


      DPRD Minta Akses ke BIJB Diselesaikan Lebih Cepat
      juaranews/abdul basir Daddy Rohanady

      DPRD Minta Akses ke BIJB Diselesaikan Lebih Cepat

      • Kamis, 8 November 2018 | 21:30:00 WIB
      • 0 Komentar

      JuaraNews, Bandung - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Jabar Daddy Rohanady berharap, proses pengerjaan akses jalan menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka bisa secepatnya diselesaikan.

      Hal tersebut bertujuan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mengakses BIJB.

      “Pada tahun 2018 ini ada pekerjaan pelebaran jalan, ada pembebasan jalan di 3 desa. Tiga desa yang dibebaskan itu, 2 (desa) sudah beres, tinggal 1 desa dalam proses negosiasi. Musyawarah dengan warga sudah selesai, tinggal proses pembayaran,” kata Daddy di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Kamis (8/11/2018).

      Daddy berharap percepatan penyelesaian akses jalan tersebut menjadi solusi bagi masyarakat Jabar untuk memudahkan mengakses BIJB, sehingga akses bandara dapat lebih mudah.

      “Sehingga jalan tol menuju bandara, selain (menggunakan) akses nontol yang ada, kita berharap itu bisa direalisasikan. Jadi orang ke bandara tidak perlu jalan nontol. Kalau jalan tolnya berjalan denngan bagus, kan akses kita makin mudah. Itu yang pertama. Yang kedua soal jalan. Jalan lain ternyata ada jalan lapisan penetrasi yang masih butuh penanganan, 10 km baru ditangani 5 km," papar Daddy.

      Untuk catatan 2019, lanjut Daddy, ada beberapa pekerjaan yang sudah diusulkan masuk pada anggaran 2019 murni. Namun pihaknya pun mendorong memasukkan sejumlah program 2018 yang belum terlaksana dimasukkan ke anggran perubahan tahun 2019.

      “Misal jembatan yang tadinya di revisi 2018, gagal ternyata izin-izinya, amdal lain maupun amdal lingkunga belum selesai. Jadi itu yang akan kita dorong di 2019 perubahan, dan karena ada pergeseran desain sedikit, angkanyapun pasti bergeser juga. Awalnya Rp4 miliar yang tidak bisa direalisir di 2018, kita mungkin bergeser di Rp7 miliar di 2019 perubahan,” paparnya.

      Pihaknya meminta Badan Pengelolaan Jalan (BPJ) untuk secepatnya membenahi amdal, sehingga ke depan proses pengerjaan fisik bisa segera dilakukan. “Jika bisa, tidak terlalu jauh juga kita geser perubahanya. Perubahan biasanya terdorong sampai bulan Oktober, kalau bisa September kan kawan-kawan bisa mengejarkan itu masih dalam rentang waktu yang cukup," tutupnya. (*)

      Oleh: abdul basir / den

      0 Komentar

      Tinggalkan Komentar


      Cancel reply

      0 Komentar


      Tidak ada komentar

      Berita Lainnya


      DPRD Sayangkan Terjadinya Mal Distribusi Dokter
      Pondok Pesantren Percontohan Pendidikan Keagamaan
      Sinkronisasi Pembangunan di Bogor Harus Sinergis
      DPRD Beri Rekomendasi Pemprov Untuk Tingkatkan PAD
      Evaluasi BUMD Harus Dilakukan Dengan Teliti

      Gedung Sate