web stats service from statcounter

Hot News


  • 1.200 Santri Ikuti Perkemahan Pramuka Nusantara
    1.200 Santri Ikuti Perkemahan Pramuka Nusantara
    • 22 Maret 2019 | 21:38:00 WIB

    SEBANYAK 1200 santri pramuka mewakili Pondok Pesanten di seluruh Jabar mengikuti PPSN ke-4 tingkat Jabar 2019, di Bumi Perkemahan Pramuka, Kabupaten Pangandaran

Inspirasi


  • Menikah dan Perjuangan
    Menikah dan Perjuangan

    SUAMI dan istri yang sudah menikah, semakin lama komunikasi yang terjadi kurang harmonis.

    Santri Harus Jaga Semangat Resolusi Jihad
    istimewa/humas pemprov jabar

    HARI SANTRI NASIONAL 2018

    Santri Harus Jaga Semangat Resolusi Jihad

    • Selasa, 23 Oktober 2018 | 23:37:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Apel besar peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2018 digelar di Lapangan Wiradadaha Kota Tasikmalaya, Senin (22/10/2018). 

    Bertindak sebagai inspektur upacara, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mewakili Presiden Joko Widodo. Apel besar yang diikuti ribuan santri dari seluruh Indonesia ini juga dihadiri Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, Mustasyar PBNU KH Maruf Amin, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, dan Panglima Besar Santri Nusantara Muhaimin Iskandar.

    Wiranto dalam arahannya mengatakan, peran santri dan ulama saat ini diperlukan dalam menjaga dinamika sosial politik yang sangat dinamis.

    "Mencermati perkembangan sosial politik akhir-akhir ini maka kehadiran dan peran para santri serta alim ulama akan semakin diperlukan dalam menjaga dinamika sosial politik yang sangat dinamis," katanya.

    Resolusi jihad yang digagas oleh tokoh-tokoh Islam terdahulu merupakan komitmen yang selalu relevan dengan konteks zaman kekinian. Hal itu menurutnya, penting untuk diketahui mengingat ancaman bangsa Indonesia terus silih berganti sesuai kondisi zamannya.

    "Bila dulu ancamannya nyata datang dari luar sekarang potensi gangguan bisa muncul dari kompetisi politik di antara sesama anak bangsa yang sering tanpa disadari menggiring politik kebencian dan penyebaran hoax yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa," ungkap Wiranto.

    Karena itu, lanjut Wiranto, melalui Hari Santri Nasional, senantiasa menjaga semangat resolusi jihad sebagaimana yang diamanatkan oleh founding father ulama, santri, dan pejuang Islam. Hal ini untuk mencegah dan melindungi bangsa dari politik identitas yang dimanifestasikan dalam politik kebencian.

    "Saya juga berpesan agar para santri turut menjaga persatuan bangsa serta melanjutkan perjuangan dalam mencapai cita-cita kemerdekaan dengan semangat ukhuwah islamiah, ukhuwah wathoniah dan ukhuwah basyariah," harapnya.

    Sejarah mencatat, perjuangan melawan penjajah dalam merebut kemerdekaan dan menjaga kedaulatan NKRI tidak lepas dari peran besar para ulama dan santri. Tanggal 22 Oktober 1945 atau 73 tahun lalu telah terjadi peristiwa besar bagi umat Islam di Indonesia. Di tanggal tersebut, pahlawan nasional yang juga pendiri NU KH Hasyim Ashari mengeluarkan resolusi jihad yang menjadi pegangan utama umat Islam dalam membentengi kemerdekaan RI mengusir penjajah dan musuh bangsa. Presiden Joko Widodo melalui Kepres No 22 tahun 2015 menetapkan bahwa setiap tanggal 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional. (*)

    Oleh: abdul basir / den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    1.200 Santri Ikuti Perkemahan Pramuka Nusantara
    Wisata di Jabar Harus di Kelola Agar Berkembang
    Ridwan Kamil Optimistis Pilkada di Jabar Kondusif
    Persepsi Maladministrasi  di Jabar Terendah Kedua
    Pemprov Akan Bangun 20 Jembatan Penghubung Desa

    Editorial


    • Gong Xi Fa Chai
      Gong Xi Fa Chai

      SELASA (15/2/209) ini merupakan hari istimewa bagi orang-orang Tionghoa atau keturunan China di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.