web stats service from statcounter

Hot News


  • 1.200 Santri Ikuti Perkemahan Pramuka Nusantara
    1.200 Santri Ikuti Perkemahan Pramuka Nusantara
    • 22 Maret 2019 | 21:38:00 WIB

    SEBANYAK 1200 santri pramuka mewakili Pondok Pesanten di seluruh Jabar mengikuti PPSN ke-4 tingkat Jabar 2019, di Bumi Perkemahan Pramuka, Kabupaten Pangandaran

Inspirasi


  • Menikah dan Perjuangan
    Menikah dan Perjuangan

    SUAMI dan istri yang sudah menikah, semakin lama komunikasi yang terjadi kurang harmonis.

    Jokowi Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional
    juaranews/abdul basir Konvoi para santri dalam peringatan HSN 2018

    Jokowi Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional

    • Minggu, 21 Oktober 2018 | 23:38:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Acara puncak peringatan Hari Santi Nasional (HSN) 2018 digelar di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Minggu (21/10/2018) malam.

    Acara itu merupakan rangkaian terakhir dari perayaan Hari Santri. Kementerian Agama, sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam, dan pondok pesantren se-Indonesia sebelumnya telah menggelar sejumlah acara untuk merayakan Hari Santri Nasional.

    Hadir dalam peringatan HSN bertajuk santriversery tersebut, Presiden Joko Widodo, Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy, Wali Kota Bandung Oded M Danial, dan Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum.

    "Atas nama pemerintah dan masyarakat Jawa Barat, saya ucapkan selamat datang kepada Bapak Presiden Jokowi, permohonan maaf Kang Emil tidak bisa hadir dikarenakann sedang melakukan tugas negara," ucap Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum dalam sambutannya.

    Uu juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang sudah menetapkan (HSN) pada 3 tahun lalu, berdasarkan Keputusan Presiden No 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri.

    "Atas nama kaum santri, karean saya Wagub dari kalangan santri, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden (Jokowi) yang sudah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional," lanjutnya.

    Lebih lanjut, mantan Bupati Tasikmalaya ini mengatakan, Pemprov Jabar akan selalu mendukung program-program yang di keluarkan Presiden Jokowi dalam membangun bangsa. "Saya juga mendukung program-program Bapak (Jokowi) untuk menunjang kemajuan bangsa," tutupnya.

    Sementara itu, dalam sambutannya, Jokowi mengatakan, sejak 3 tahun lalu pemerintah pusat melalui Keputusan Presiden No 22/2015 tentang Hari Santri menetapkan setiap 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional (HSN). Hal ini sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan negara kepada ulama dan santri yang telah berjasa dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

    "Tiga tahun lalu saya mendatangi sebuah keptusan presiden tentang Hari Santri Nasional, Hal ini (HSN) merupakan penghormatan dan rasa terimakasih negara kepada para alim ulama, kiai, habib, ajengan, dan kepada para santri dan seluruh komponen bangsa yang mengikuti teladan para alim ulama, habib, ajengan, dan kiai," ungkap Jokowi.

    "Sejarah telah mencatat peran besar para ulama dan santri pada masa perjuangan kemerdekaan dalam menjaga Pancasila, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika yang selalu memandu ke jalan kebaikan, ke jalan kebenaran dan kemajuan," lanjutnya.

    Untuk itu, Jokowi ingin santri Indonesia menjadi Islam yang cinta bangsa dan nasionalis. Kontribusi santri ini diperlukan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Menjadi santri adalah menjadi Islam yang cinta bangsa, santri yang menjaga akhlakul kharimah, sekaligus santri yang nasionalis," tukas Jokowi.

    "Saya ingin mengingatkan kepada kita semuanya bahwa negara kita NKRI adalah rumah kita sendiri. Kita harus paham dan menyadari itu yang perlu terus kita rawat dan kita jaga. Siapa yang menjaga? Salah satunya adalah para santri," tutupnya.

    Sedangkan Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin menjelaskan, tema besar HSN 2018 yang diusung Kemenag adalah Bersama Santri Damailah Negeri. Tema tersebut diangat untuk merespons kondisi bangas yang sedang mengalami berbagai pesoalan. Seperti maraknya hoax, ujaran kebencian, polarisasi simpatisan poltik tanpa kekerasan, hingga terorisme.

    "Hari Santri Nasional tahun ini mari menjadikan momentum untuk memepretgas perana santi sebagai peran perdamaian yang berorientasi Kepada sprite modernasi Indonesia," ujar Lukman.

    Menurutnya, kalangan pesantren bukan hanya mengetahui ajaran agama secara mendalam, tetapi juga harus memperbaiki ilmu dan prilakunya dengan bijak moderat toleran hingga cinta tanah air.

    "Karena para santri semestinya makin kuat bersua dan aktif memberikan pesan perdamaian di era gampang gerak ini.Mari tebarkan pedamaian kapanpun dan di manapun kepada siapapun," ucapnya

    Dia mengatakan, beragama sama pentingnya dengan bernegara. Hal tersebut adalah bentuk perjuangan untuk menyatukan ulama dan umaro menjadi sejoli bukan sebagai yang berseberangan.

    "Tanpa resolusi jihad mungkin kita masih terjajah. Bung karno menegaskan jas merah, ulama jas hijau jgn sekali sekali hilangkan jasa para ulama, Ulama dan umaro harus saling mengisi, melengkapi, menjaga republik ini," ucapnya

    Di malam puncak HSN ini, Lukman mengajak seluruh santri agar jangan lelah untuk mencintai Indonesia.

    "Ghirah dan cinta negara dibuktikan dengan menyatukan kembali mereka yang berbeda pilihan berseteru karena beda pandangan, terkoyak oleh hoax dan fitnah, membangkitkan kembali saudara kita yang terkena bencana dan menundukan diri pada Allah SWT. Dari situ kita semua akan mendapat keberkahan dan kedamaian," tutupnya. (*)

    Oleh: abdul basir / den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    1.200 Santri Ikuti Perkemahan Pramuka Nusantara
    Wisata di Jabar Harus di Kelola Agar Berkembang
    Ridwan Kamil Optimistis Pilkada di Jabar Kondusif
    Persepsi Maladministrasi  di Jabar Terendah Kedua
    Pemprov Akan Bangun 20 Jembatan Penghubung Desa

    Editorial


    • Gong Xi Fa Chai
      Gong Xi Fa Chai

      SELASA (15/2/209) ini merupakan hari istimewa bagi orang-orang Tionghoa atau keturunan China di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.