web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Disorda Persilakan Cabor Rekrut Pelatih Asing

    Disorda Persilakan Cabor Rekrut Pelatih Asing

    JuaraNews, Bandung - Untuk mewujudkan target juara umum (Jabar Kahiji) di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016, Pemprov Jabar melalui Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) mengeluarkan pelbagai kebijakan. Salah satunya membuka pintu setiap cabang olahraga untuk mengajukan permohonan pelatih asing.

    Saat ini, ada sembilan cabang olahraga yang mendapat sokongan pelatih asing untuk menghadapi PON XIX/2016 Jabar. Cabang olahraga tersebut diantaranya taekwondo, judo, menembak, panahan, atletik, senam, dan gulat. Kesembilan cabang olahraga tersebut mendapat dukungan dari pelatih asal Korea Selatan.

    Selain sembilan cabang olahraga tersebut, permohonan pelatih asing pun dibuka bagi semua cabang olahraga yang akan berlaga di PON XIX/2016. Termasuk di cabang olahraga sepakbola yang pada PON XVIII Tahun 2012 di Riau gugur di babak penyisihan. Hal ini sesuai dengan harapan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan warga Jabar umumnya, jika gelar juara umum perlu disempurnakan dengan perolehan medali emas pada cabang olahraga sepakbola.

    "Kita sudah diskusikan hal ini ke KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Jabar. Silakan seluruh induk organisasi pembinaan cabor mengajukan kebutuhannya, termasuk pelatih asing kalau memang dinilai butuh," ujar Kepala Disorda Jabar Yudha M Saputra.

    Selain membuka kesempatan luas bagi setiap cabag olahraga menggunakan jasa pelatih asing, Pemerintah Provinsi melalui KONI Jabar pun mendorong seluruh cabang olahraga untuk menggelar kebutuhan latih tanding dengan tim yang memadai. Termasuk menggelar latih tanding di luar negeri.

    "Silakan ajukan rencana try-out dan try-in. Dan latih tanding ini sebaiknya dilakukan dengan tim yang lebih baik kualitas, paling tidak setara. Bila harus ke luar negeri, silakan rencananya diajukan melalui KONI Jabar," jelas Yudha.

    Untuk meraih gelar juara umum PON XIX/2016, lanjutnya, Jabar setidaknya harus mampu menggondol sekitar 20 persen dari 755 medali emas yang diperebutkan. "Artinya, kita wajib meraih minimal 150 medali emas," tegasnya.

    Selain itu, untuk mewujudkan target Jabar Kahiji, Yudha berharap agar KONI Jabar lebih memberikan prioritas khusus dalam hal penanganan atlet di cabang olahraga yang banyak memperebutkan medali emas. Diantaraya renang, atletik, dayung, angkat besi, judo, anggar, dan taekwondo.

    "Alhamdulillah, untuk penanganan atlet hingga saat ini oleh KONI Jabar berjalan baik. Rencananya, pada Januari 2016, mereka akan mulai memasuki pemusatan latihan atau training center dengan cara sentralisasi untuk memaksimalkan persiapan. Dan untuk PON XIX/2016, jumlah atlet Jabar diperkirakan antara 800 hingga 1.000 orang," tandasnya.

    Pada PON XVIII/2012 Riau, Jabar gagal menjadi yang terbaik dengan hanya menempati peringkat dua dibawah DKI Jakarta. Saat itu, Jabar hanya meraih 101 emas dari total 601 medali emas yang diperebutkan. (*)

    Oleh: ageng rustandi / ang

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Libas Persipura 5-1, PSM Kokoh di Puncak Klasemen
    Ribuan Siswa SMU di Bandung Saksikan Penutupan
    NPCI SOLO: Pepernas XV/2016 Jawa Barat Luar Biasa
    Hujan, Peserta Penutupan Peparnas Gunakan Mantel
    Menteri Sosial Tutup Peparnas XV / 2016

    Perolehan Medali Asian Games 2018

    Tim Total Medali
    1. China 289
    2. Jepang 205
    3. Korea Selatan 177
    4. INDONESIA 98
    Lihat Selengkapnya

    Editorial


      Klasemen Liga Dunia

      Tim M Point
      1. Liverpool 12 34
      2. Leicester City 12 26
      3. Chelsea 12 26
      4. Manchester City 12 25
      Tampilkan Detail

      Klasemen Liga Indonesia

      Tim M Point
      1 Bali United 34 64
      2 Persebaya Surabaya 34 54
      3 Madura United 34 53