web stats service from statcounter

Hot News

  • Gomez Waspadai 2 Pemain PSIS Ini
    Gomez Waspadai 2 Pemain PSIS Ini
    • 16 November 2018 | 11:12:00 WIB

    MARIO Gomez mewaspadai ketajaman dou striker PSIS yang akan dihadapi tim Maung Bandung, Magelang, Minggu (18/11/2018).

Inspirasi

    Bupati Resmikan Jalan Cijagra-Bojongsari-Rancaoray

    Bupati Resmikan Jalan Cijagra-Bojongsari-Rancaoray

    • Selasa, 16 Oktober 2018 | 21:44:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Bupati Bandung Dadang M Naser meresmikan Jalan Cijagra-Bojongsari-Rancaoray sepanjang 5,7 km. Jalan yang memiliki lebar rata-rata 5 meter tersebut dikerjakan dalam waktu 180 hari atau 6 bulan.

    “Warga sudah menunggu bertahun-tahun, terlebih jalan ini sering terkena banjir jadi mudah rusak, apalagi kalau berbahan aspal. Jadi meskipun mahal kita lakukan betonisasi, kekuatannya 3 kali lipat dibanding aspal dan bisa bertahan hingga 10 tahun,” ujar Dadang saat peresmian di Kantor Desa Bojongsari Kecamatan Bojongsoang, Selasa (16/10/2018), dalam keterangan pers yang diterima JuaraNews.

    Peningkatan infrastruktur jalan, selain meningkatkan perekonomian, juga akan meningkatkan taraf pendidikan masyarakat desa. “Jalan itu multifungsi, selain meningkatkan taraf hidup karena semakin memudahkan akses perekonomian masyarakat. Jalan juga mempermudah akses dari rumah menuju instansi pendidikan, jadi anak-anak tidak akan kelelahan saat tiba di sekolah,” paparnya.

    Konstruksi Rigid sepanjang 4,029 km dan Laston sepanjang 1,7 km tersebut, menghabiskan anggaran dengan kontrak awal Rp8,092 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan terdapat Addendum Kontrak sebesar Rp792 juta.

    “Kepada masyarakat, saya minta agar jalan yang sudah mantap, terutama jalan yang baru diresmikan ini, sama-sama kita pelihara. Jika terjadi hujan jangan sampai ada genangan air karena akan mempercepat umur jalan, harus cepat dialirkan ke drainase,” jelas DN yang didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bandung Agus Nuria.

    Terkait jalan yang mudah rusak, Dadang menilai hal tersebut bisa terjadi karena struktur tanah yang labil, atau ada faktor lain dalam proses pengerjaannya. “Kalau ada jalan beton yang dalam waktu 1 tahun sudah rusak, mungkin karena masalah struktur tanah, atau ada faktor X pada waktu pengerjaannya,” cetusnya.

    Untuk itu, lanjutnya, kehadiran Tim Pengawalan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bale Bandung dipandang penting. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari terjadinya penyelewengan yang dapat merugikan pemerintah maupun masyarakat.

    "Pengerjaan jalan ini sudah pasti transparan, karena ada pendampingan langsung dari TP4D Kejari Bale Bandung. Pendampingan dan pengawasan ini tidak lain dimaksudkan untuk menghindari terjadinya penyimpangan dalam proses pengerjaannya,” tegas Dadang.

    Sekitar 20% jalan di Kabupaten Bandung, lanjutnya, akan terus dimantapkan pada tahun-tahun mendatang. “Masyarakat harus tahu mana jalan yang merupakan kewenangan kabupaten, mana jalan provinsi dan mana jalan desa. Kita utamakan dulu jalan kabupaten atau jalan yang menghubungkan dua desa, karena kalau jalan desa itu sudah ada anggarannya,” terang dia.

    Selain peresmian jalan, dalam kesempatan yang sama DN juga meresmikan Kantor Desa, Gedung Serba Guna, Gedung Puskesmas Pembantu serta Kampung KB Desa Bojongsari.
    “Lebih dari 95% kantor desa di Kabupaten Bandung telah representatif. Untuk itu saya mengapresiasi Desa Bojongsari yang telah menyelesaikan pembangunan kantor desa dan gedung serba guna dalam waktu bersamaan,” seru DN.

    DN pun berharap setelah berdirinya kantor tersebut, akan terbangun inisiatif-inisiatif dalam menjadikan kantor desa sebagai pusat informasi dan pusat pelayanan bagi masyarakat. Bahkan kantor desa harus jadi pusat kegiatan masyarakat, seperti kegiatan PKK, dasawisma, majelis ta’lim dan sebagainya.

    Sedangkan pembangunan Puskesmas, lanjut DN, merupakan salah satu pelaksanaan otonomi daerah, untuk meningkatkan kesejahteraan dan mendekatkan pelayanan.
    “Keberadaan fasilitas fisik adalah sarana penunjang yang penting dalam pelayanan kesehatan. keberadaan gedung puskesmas pembantu ini dapat dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” pungkas DN. (*)

    Oleh: abdul basir / den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Bupati Resmikan Jalan Cijagra-Bojongsari-Rancaoray
    Kiky: BPNT Jangan Jadi Komoditas Bisnis
    Ojol dan Opang Berdamai Pasca-Bentrok di Cikoneng
    4 Orang Jadi Tersangka dalam Bentrok Opang-Ojol
    Polisi Kejar Pelaku Penganiayaan Ojol di Cikoneng
    Berita Terdahulu

    Info Kota

    Editorial

      DAFTAR CALON TETAP