web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Jabar Butuh 1.500 Penerbangan untuk Layani Umrah
    istimewa Emil saat melepas jamaah umrah di BIJB

    Jabar Butuh 1.500 Penerbangan untuk Layani Umrah

    • Senin, 15 Oktober 2018 | 01:18:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Majalengka - Gubernur Jabar Ridwan Kamil melepas jamaah umrah yang diterbangkan perdana dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) langsung menuju Madinah di BIJB Kertajati, Kabupaten Majalengka, Sabtu (13/10/2018).

    Pelepasan ditandai dengan penyematan syal umrah dan pemberian visa kepada 2 orang perwakilan jamaah. Para jamaah yang merupakan pengguna jasa Dream Group Tours ini diterbangkan menggunakan pesawat Boeing 737 max B milik maskapai Lion Air.

    Emil mengungkapkan, pasar layanan umrah di Jabar tergolong tinggi. Menurutnya, untuk memenuhi kebutuhan penerbangan umrah, Jabar memerlukan setidaknya 1.500 penerbangan langsung ke Madinah setiap tahunnya.

    "Di catatan kami ada sekitar 150 ribu (jamaah umroh) di Ciayumajakuning (Cirebon-indramayu-Majalengka-Kuningan) saja. Kalau di seluruh Jawa Barat itu sekitar 300 ribu (jamaah)," kata Emil.

    "Kalau pakai pesawat ini (Boeing 737), bisa 1.500-an penerbangan per-tahunnya. Pasar yang besar, dan itu baru umrah saja," sambungnya.

    Emil berharap, proses perpanjangan runway sejauh 500 meter akan lebih cepat rampung, sehingga pesawat-pesawat besar seperti tipe Airbus dapat mulai beroperasi. Selain itu, meski BIJB masih berfokus pada penambahan rute-rute domestik, Emil berharap sejarah penerbangan internasional pertama BIJB ini menjadi starting point perintisan penerbangan internasional lainnya.

    Menjawab pernyataan tersebut, Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait mengaku pihaknya telah memesan 808 unit pesawat dari 3 pabrik terbesar di dunia. Sebanyak 250 unit di antaranya bertipe Airbus seri terbaru. Nantinya, selain melayani umrah, pesawat-pesawat baru tersebut akan membuka rute baru melalui anak perusahaan penerbangannya di Thailand dan Malaysia, yakni Thai Lion Air dan Malindo Air.

    Edward berharap ke depannya Lion Air mampu melakukan penerbangan langsung ke timur tengah setiap harinya, namun tetap dengan harga yang lebih terjangkau. Sehingga bisa terus mendongkrak minat umroh di Jabar bahkan Jateng.

    "Harapan saya, kami (Lion Air) menerbangkan penumpang setiap hari ke Timur Tengah. Jangan kasih mahal, karena Lion Air terkenal dengan biayanya yang termurah," kata Edward.

    Direktur Teknik dan Operasi Angkasa Pura II Joko Muratmodjo menambahkan, saat ini baru satu maskapai yang aktif beroperasi penerbangan domestik, yaitu Citylink. Namun rencananya, pada akhir Oktober 2018 mendatang, akan ada beberapa tambahan rute penerbangan dari maskapai rekanan di high season ini. (*)

    Oleh: abdul basir / den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Tanggapan RK Soal Iwa Disebut Dalam Kasus Meikarta
    Terbukti Sebarkan Konten Porno, Vanessa Tersangka
    Sekda Jabar Siap Bersaksi di Sidang Kasus Meikarta
    Emil :Optimis 2019 Program Citarum Harum Akan Baik
    Citarum Harum Akan Miliki Kantor Pusat Komando

    Editorial

      Advertisement On Google