web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Arema Disanksi Gelar Laga Kandang tanpa Penonton

    Arema Disanksi Gelar Laga Kandang tanpa Penonton

    • Jumat, 12 Oktober 2018 | 01:52:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Jakarta - Tim Arema FC mengalami nasib nyaris serupa dengan Persib Bandung, setelah dijatuhi sanksi oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Kamis (11/10/2018).

    Sanksi ini diberikan kepada Singo Edan sebagai buntut dari insiden yang terjadi dalam laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya pada Pekan 24 Liga 1 2018 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (6/10/2018) lalu.

    Dikutip laman resmi PSSI, pelanggaran dalam laga tersebut, yakni adanya pengeroyokan yang dilakukan suporter Arema FC terhadap suporter Persebaya. Intimidasi juga dilakukan suporter Arema FC dengan cara mendekati pemain tim Bajul Ijo.

    Atas pelanggaran ini, Arema FC dijatuhi sanksi larangan menggelar pertandingan tanpa penonton pada laga home. Sedangkan suporter Arema, Aremani dilarang mendukung timnya pada laga away sampai akhir musim kompetisi 2018. Selain itu, Arema FC juga didenda Rp100 juta karena suporter menyalakan flare dan melempar botol ke lapangan.

    Selain kepada klub, Komdis juga menghukum 2 suporter Arema FC, Yuli Sumpil dan Fandy yang telah memprovokasi penonton lain dengan cara turun ke lapangan. Keduanya dihukum tidak boleh masuk stadion di wilayah Republik Indonesia seumur hidup.

    "PSSI memastikan, setiap pelanggaran disiplin kompetisi mendapatkan sanksi. Tidak ada toleransi," kata Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono.

    Manajemen Arema FC sendiri langsung merespons keputusan Komdis PSSI tersebut. CEO Arema FC Iwan Budianto mengatakan, secara prinsip pihaknya menerima apapun yang menjadi keputusan Komdis PSSI, kendati secara obyektif hukuman ini dirasa sangat berat bagi kelangsungan hidup klub.

    "Tidak hanya bagi klub yang kehilangan dukungan dari Aremania di saat posisi Arema FC di klasemen masih berada di posisi yang mengkhawatirkan, klub juga kehilangan pendapatan, tentu akan berpengaruh terhadap operasional kelangsungan hidupnya. Tidak hanya pemain dan official, tapi nasib karyawan juga akan terdampak," papar Iwan.

    Selain klub, imbuh Iwan, dampak yang dirasakan bagi Aremania yang tidak dapat mendampingi tim kebanggaannya, juga akan berimbas bagi pelaku usaha kecil seperti asongan dan PKL yang mendapat rezeki saat pertandingan. Efek lainnya yakni pada sisi kontribusi penerimaan pajak daerah yang juga akan terhambat.

    Dampak yang lain tentu menjadi keresahan warga Malang Raya di mana Arema fC yang selama ini menjadi salah satu hiburan yang banyak diminati masyarakat Malang Raya. Bahkan juga menjadi image bersama yang dimanfaatkan sebagai brand usaha kecil masyarakat. Dengan sanksi ini akan sangat berpengaruh terhadap aktivitas dan pendapatan mereka. Bahkan Arema FC harus menegosiasi ulang kerja sama sponsorship dengan pihak sponsor yang selama ini sudah terjalin.

    Meski demikian, lanjut Iwan, Arema FC sebuah klub yang menjunjung tinggi integritas sepak bola itu sendiri. Setiap upaya penegakkan regulasi harus dihormati dan dipatuhi. Jika terjadi pelanggaran berat maka kami siap menghadapi konsekuensinya.

    Hukuman yang dikenakan bagi Arema FC dan Aremania, Iwan berharap menjadi momentum perubahan perilaku positif bagi semua pihak. Tidak hanya klub dan panpel, tapi juga suporter.

    "Jangankan dihukum sampai akhir musim, sejujurnya Arema FC ikhlas jika harus dihukum 10 tahun tanpa penonton dan sanksi lainnya, asalkan mampu membawa revolusi perubahan perilaku positif bagi suporter Indonesia. Kami siap menjadi martir perubahan kebaikan dalam sepak bola kita," ujarnya.

    Karena itu, Arema FC akan menjalani hukuman ini dengan tegak kepala dan menjadi cambuk untuk perubahan agar patuh terhadap penegakan regulasi.

    "Kami tidak akan mengajukan banding. Namun akan berada di barisan terdepan untuk membangun kesadaran para suporter utamanya Aremania agar berubah menjadi lebih baik," tegasnya.

    Dalam kesempatan ini, Iwan tetap memohon agar Aremania mawas diri dan intropeksi. Terpenting tetap menjaga keutuhan dan persatuan antar Aremania.

    "Jadikan perenungan massal. Dan jadikan momentum untuk berubah dalam sikap dan berperilaku yang baik dalam mendukung tim kebanggaan kita," katanya.

    Iwan juga minta semua.pihak tidak merespons dan bereaksi negatif atas keputusan Komdis PSSI, termasuk bijak menanggapinya di media sosial.

    "Hentikan perdebatan. Tapi kita perlu bangkit bersatu untuk berubah lebih baik. Jika perlu kita harus lebih sering bertemu berdiskusi berbicara dari hati ke hati agar kejadian serupa tidak terjadi dan tidak diulang ulang lagi di masa yg akan datang" tegasnya.

    Pada kesempatan tersebut, manajemen Arema FC menyampaikan permohonan maaf atas segala perilaku negatif dan kejadian yang menimbulkan kerugian psikis maupaun materi. Pihaknya yakin bahwa Aremania akan bisa berubah menjadi suporter yang disegani dihargai dihormati dan berprestasi. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Hilton Optimistis Bisa Kalahkan Mantan Tim
    Main di Kandang, Persipura Pede Ladeni Persib
    Arema Disanksi Gelar Laga Kandang tanpa Penonton
    Pelatih MU Akui Kesulitan Kalahkan Persib
    Kompetisi Liga 1 Digulirkan Kembali 5 Oktober
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Klasemen Liga Indonesia

      Tim M Point
      1 Persib Bandung 25 45
      2 PSM Makassar 25 44
      3 Persija Jakarta 25 42

      Jadwal

        Klasemen Liga Dunia

        Tim M Point
        1. Liverpool 4 12
        2. Chelsea 4 12
        3. Watford 4 12
        4. Manchester City 4 10
        Tampilkan Detail