web stats service from statcounter

Hot News


  • Cek Kesiapan Pemilu,Emil Gelar Konferensi Video
    Cek Kesiapan Pemilu,Emil Gelar Konferensi Video
    • 16 April 2019 | 20:45:00 WIB

    CEK kesipan Pemilu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menggelar konferensi video atau video conference dengan 27 kepala daerah kota/kabupaten seluruh Jawa Barat

Inspirasi


  • Menikah dan Perjuangan
    Menikah dan Perjuangan

    SUAMI dan istri yang sudah menikah, semakin lama komunikasi yang terjadi kurang harmonis.

    Jalur KA Garut-Cibatu jadi Prioritas Reaktivasi
    net Jalur rel KA berubah fungsi jadi pemukiman warga

    Jalur KA Garut-Cibatu jadi Prioritas Reaktivasi

    • Jumat, 28 September 2018 | 15:43:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Pemprov Jabar berencana mereaktivasi sejumlah jalur kereta api di Jabar yang selama ini vakum dan telah dijadikan pemukiman serta lahan komersial.

    Dari 4 jalur rel KA yang saat ini mati, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menginginkan jalur Banjar-Cijulang-Pangandaran-Parigi menjadi yang pertama direaktivasi. Pasalnya selain Pangandaran merupakan wilayah pariwisata, di sana juga terdapat bandara.

    "Di Pangandaran itu ada Bandara Nusawiru yang kepemilikan lahannya adalah Pemprov Jabar. Jadi saya bisa enak membangun," ujar Emil dalam acara Jabar Punya Informasi (Japri) di area Taman Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Kamis (27/9/2018).

    Namun dari hasil kajian teknis, jelas Emil, yang menjadi prioritas reaktivasi adalah jalur Garut-Cibatu-Cikajang. Setelah itu, baru jalur Bandung-Banjaran-Ciwidey, dan Rancaekek-Tanjungsari. "Pembangunan sudah mulai sosialisasi sudah dilakukan dari minggu kemarin, saya harap target 5 tahun reaktivasi rel kereta api bisa terealisasi," tandas Emil.

    Soal reaktivasi 4 jalur rel KA tersebut, Emil memaparkan alasannya. Menurut Emil, di berbagai negara maju kereta api adalah alat transportasi utama karena cukup efesien dalam mengatasi masalah transportasi.

    "Pokoknya percayakan saja sama saya selama 5 tahun ke depan, inovasi tidak hanya dalam praktiknya saja, tapi juga penggangaran. Saya bisa melihat ekonomi bergerak luar biasa," pungkas Emil.

    Pada kesempatan sama, Kepala Dinas Perhubungan Jabar Deddi Taufik mengungkapkan, Pemprov Jabar sendiri belum terlibat dalam proses reaktivasi 4 jalur KA di Jabar yang puluhan tahun vakum tersebut. Pemprov, kata Deddi, menunggu Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT KAI dan pemerintah pusat. Sedangkan saat ini, Pemprov dan PT KAI baru sebatas koordinasi.

    Deddi menyebutkan, dilihat dari kondisi yang ada, jalur Garut-Cibatu-Cikajang paling memungkinkan untuk direaktivasi, dibanding 3 jalur lainnya.

    "Pembangunan segera dilakukan karena DED (Detail Engineering Design) sudah siap, kemudian terkait pembebasan lahan itu kewenangan PT KAI karena lahannya milik PT KAI, tinggal pembebasan lahan," papar Deddi.

    Dedi menjelaskan, anggaran sudah siapkan untuk reaktivasi jalur tersebut sebesar Rp1,1 triliun yang berasal dari PT KAI. Saat ini, kata Dedi, Pemprov belum ada andil dalam pembangunan kembali rel di Jawa Barat itu.

    "Keterlibatan kita nanti itu ketika ada perubahan trase dan ada pembangunan tambahan stasiun. Sampai saat belum kita masih menunggu apakah ada pemindahan trase atau tidak," ucapnya.

    Selain itu, kata Deddi, saat ini belum ada gambar apakah akan ada penambahan stasiun atau akan ada perubahan trase. Namun pada dasar, tegas Deddi, Pemprov siap membantu proses reaktivasi rel itu.

    "Kami siap bantu namun tetap harus ada MoU dengan PT KAI, sehingga jelas kewenangan kami apa dan apa yang harus disiapkan," punkasnya. (*)

    den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Cek Kesiapan Pemilu,Emil Gelar Konferensi Video
    TPS Unik Akan di Beri Hadiah
    KPU pastikan Logistik pemilu hari berada di TPS
    Pusksmas Bergerak Siap Layani Warga Peloksok Jabar
    Logistik Pemilu di Jabar Sudah 99 Persen

    Editorial


    • Gong Xi Fa Chai
      Gong Xi Fa Chai

      SELASA (15/2/209) ini merupakan hari istimewa bagi orang-orang Tionghoa atau keturunan China di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.