web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Perekrutan Calon KPU Jabar Harus Diulang
    ilustrasi

    Perekrutan Calon KPU Jabar Harus Diulang

    • Sabtu, 22 September 2018 | 15:13:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung – Pengamat politik Ijang Faisal meminta KPU (Komisi Pemilihan Umum) mengulang perekrutan anggota KPU Jawa Barat. Ijang menilai Tim Seleksi anggota KPU Jabar yang telah ditunjuk KPU tidak bisa dipercaya dan melakukan kesalahan fatal.

    “Sebelumnya Ketua Partai Gerindra Jabar mengkritisi Timsel KPU Jabar. Hari ini justru timsel KPU Jabar telah meralat pengumuman 14 nama yang telah diumumkan sebelumnya, ada 6 nama yang dikoreksi (dicoret) dari pengumuman sebelumnya tanpa penjelasan yang masuk akal,” kata Ijang kepada wartawan di Bandung, Sabtu (22/9/2018).

    Katanya, permintaan Ketua Gerindra sebelumnya bukan tanpa alasan. Disinyalir, katanya, ada anggota timsel yang diindikasikan tidak netral karena ada beberapa jejak digital menunjukan yang bersangkutan terafiliasi kepada kekuatan politik tertentu.

    Pencoretan yang dilakukan oleh timsel KPU terhadap 6 calon komisioner KPU jabar yang sebelumnya sudah diumumkan semakin menguatkan dugaan terkait ketidaknetralan dan ketidakprofesionalan timsel KPU jabar, ralat pengumuman itu telah melanggar HAM seseorang, karena ini soal kredibilitas orang yang dicoret.

    Oleh karena itu, Ijang menilai KPU perlu membentuk timsel KPU baru untuk segera memulai lagi perekrutan calon KPU jabar mutlak harus dilakukan agar hasilnya nanti KPU jabar bisa dipercaya oleh parpol dan publik di jawa barat. (*)

    ude

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Terkait


    Berita Lainnya


    Dinkes Jabar Minta Masyarakat Waspada Antraks
    Potensi 286 T, Pemerintah Diminta Optimalkan Zakat
    Pemprov Jabar Tengah Kembangkan Aplikasi Layanan Kesehatan
    PZU Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Layanan Zakat
    Hawatir Terlantar, Dinsos Jabar Sediakan Rumah Singgah Tampung Eks BRSPDSN Wyata Guna

    Editorial