Bank BJB top banner

Hot News


Opini


  • Mewujudkan Rumah Impian bagi Guru
    Mewujudkan Rumah Impian bagi Guru

    MEMILIKI rumah merupakan impian setiap orang terlebih bagi seorang guru karena rumah termasuk kebutuhan pokok yang harus dipenuhi.

    Fluktuasi BBM Bikin Stabilitas Harga Tak Menentu



    Fluktuasi BBM Bikin Stabilitas Harga Tak Menentu

    JuaraNews, Jakarta - Kebijakan pemerintah menetapkan harga bahan bakar minyak (BBM) sesuai mekanisme pasar dinilai membuat stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat tak menentu.

    Pemerhati kebijakan publik, Agus Pambagio menyatakan, kenaikan harga BBM pada November 2014 memang tidak dapat dihindari karena subsidi BBM sudah hampir Rp400 triliun. Seiring perkembangan harga minyak dunia selama beberapa bulan kemudian, ada peluang bagi pemerintah untuk menurunkan harga BBM. Namun, kata Agus, pemerintah sebetulnya tidak perlu memangkas harga BBM.

    "Biar saja uangnya buat tabungan. Di sisi publik, kalau diturunkan tidak ada efeknya karena harga barang-barang juga tidak turun," kata Agus dalam sebuah diskusi di Jakarta, Minggu (29/3/2015).

    Mulai Sabtu (28/3/2015) pukul 00.00 WIB, harga BBM untuk distribusi Jawa, Madura, dan Bali mengalami kenaikan. Harga solar naik menjadi Rp6.900 dari harga sebelumnya Rp6.400 per liter. Sedangkan harga premium naik menjadi Rp7.400 dari harga awal Rp6.900 per liter.

    Dia memperkirakan, jika nanti harga BBM naik lagi, maka harga barang-barang yang sudah merangkak naik sejak November akan kembali mengalami kenaikan harga. Atas dasar itu, dia berpesan kepada pemerintah agar jika ada penurunan harga minyak dunia, sebaiknya tidak serta-merta diikuti dengan penurunan harga BBM.

    "Uangnya ditabung, sehingga kalau ada kenaikan kembali, bisa untuk menutupi, kan sudah tidak ada subsidi," ucap dia.

    Keputusan pemerintah pun dikecam kalangan DPR. Ketua Komisi VII DPR Kardaya Warnika menilai pemerintahan Presiden Joko Widodo tidak mempertimbangkan kepentingan rakyat. "Pemerintah saat ini tidak begitu mempertimbangkan kepentingan rakyat. Harga-harga naik kok BBM berlomba dinaikkan," kata Kardaya di tempat yang sama.

    "Elpiji naik, listrik naik. Itu bukan solusi. Tetapi cara paling mudah, tidak mikir," lanjut mantan pejabat Kementerian ESDM itu.

    Padahal, yang DPR inginkan pemerintah tidak sekadar mempertimbangkan BBM, dan nilai tukar rupiah dalam menentukan harga BBM. Pemerintah juga diharapkan mempertimbangkan beban yang ditanggung masyarakat.

    Selain tidak mempertimbangkan rakyat, Kardaya juga menilai dalam penetapan harga baru ini pemerintah tidak transparan. Sebelum reses, pemerintah telah bersepakat dalam rapat kerja untuk menentukan harga BBM secara transparan.

    Salah satunya waktu itu, tentang perhitungan harga solar yang masih mendapat subsidi Rp1.000 per liter. Perhitungan pemerintah waktu itu solar dijual Rp6.400 per liter, namun perhitungan DPR adalah Rp6.000 per liter. Saat itu, pemerintah menyepakati untuk mengkaji ulang harga solar. "Berdasarkan ahli hukum, kesimpulan rapat mengikat karena ditandatangani pemerintah dan DPR. Tapi janji hanya janji. Sampai sekarang janji itu tidak pernah ditepati dan ditinjau, malah menaikkan dan tidak transparan," jelas Kardaya.

    Dia mengakui penaikan harga BBM memang kewenangan pemerintah, tanpa perlu meminta persetujuan DPR. Namun seyogianya, pemerintah berdiskusi dulu dan menjelaskan kepada parlemen, sebab DPR adalah wakil rakyat. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Tekan Penularan Covid-19, Brimob Polda Jabar Gencar Sosialisasikan Protokol Kesahatan
    Tak Ingin Jadi Claster Penyebaran Covid-19, DPRD Jabar Dukung Pempov Tutup Tempat Wisata
    Wagub Jabar bersama Buruh Serukan Dukungan untuk Rakyat Palestina
    Pemprov Jabar Luncurkan Gebyar Vaksinasi Covid-19 bagi Lansia
    DPRD Jabar Kecam Kekejian Israel pada Palestina
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Bank BJB kanan

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads