Hot News


Opini


    Jaringan Progresif 98 Soroti Depresiasi Rupiah

    • Senin, 10 September 2018 | 19:31:00 WIB
    • 0 Komentar


    Jaringan Progresif 98 Soroti Depresiasi Rupiah
    Ilustrasi. Net

    JuaraNews, Bandung - Eksponen aktivis 98 yang juga penggagas acara Ikrar Kebangsaan Jaringan Progresif 98 Bandung, Zaenal Muttaqin mengungkapkan kekhawatiran situasi sosial, politik dan ekonomi Indonesia pada periode 1998 bakal terulang.

    Di sektor ekonomi misalnya, kata Zaenal, depresiasi atau melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar bakal memicu gejolak ekonomi yang parah seperti pada 1998 saat krisis ekonomi terjadi di Indonesia.

    “Situasi 98 ini seolah-olah terulang, kita tahu sekarang (nilai) rupiah semakin parah. Pembenaran-pembenaran bahwa situasi ekonomi sekarang tidak sama dengan 98 tidak bisa dibenarkan karena faktanya penurunan rupiah ini akan memicu dan mengakibatkan kenaikan harga. Sebab, ketergantungan produk impor ini masih cukup tinggi,” kata Zaenal.

    “Kekhawatiran itu yang membuat kami tergerak untuk mendorong sekaligus mengingatkan bahwa harapan dan semangat untuk memberikan kesejahteraan kepada rakyat itu jangan sampai putus. Artinya kita harus melakukan kritik dan memberikan peringatan kepada pemerintah bahwa kondisi saat ini harus berubah,” lanjut Zaenal.

    Selain situasi ekonomi yang cenderung menurun, persoalan sosial dan politik di masyarakat, kata Zaenal, juga memunculkan kegelisahan yang cukup tinggi di antara para aktivis.

    “Saat ini terjadi konflik yang cukup berat di tengah masyarakat. Konflik antar-pandangan dan perbedaan politik ini semakin keras, sederhananya itu bisa kita pantau di media sosial. Dimana masyarakat dengan mudahnya terpancing untuk saling memaki,” jelas Zaenal.

    Karena itu, dalam momentum jelang Pemilu 2019, Zaenal mengajak kepada semua pihak untuk berpolitik secara cerdas dan tidak menyampaikan opini yang hanya hanya akan memicu terjadinya konflik di tengah-tengah masyarakat.

    “Jangan lagi dikaitkan-kaitkan dan mengatakan bahwa itu adalah politik identitas dan lain sebagainya yang malah bisa memicu konflik di masyarakat. Momen ini (Ikrar Kebangsaan) juga sekaligus mengajak kepada para mahasiswa untuk kembali kritis kepada pemerintah, tidak lagi berada di ‘menara gading’ (nyaman dengan aktivitas di kampus),” tegasnya.(*)

    fan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Resmi Ditutup, Transaksi WJIS Rp6,5 Triliun
    Transaksi WJIS 2021 capai Rp6,5 Triliun, Pemprov Jabar Kawal Kelanjutan Investasi
    Ini Proyek yang Ditawarkan pada Investor di WJIS 2021
    1.100 Investor Jajaki Investasi di Jabar
    Pemerintah Anggarkan Rp400 Triliun untuk Bangun Kawasan Rebana dan Jabar Selatan
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan
      iklan qposaja

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads