web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Reformasi Belum Tuntas, Aktivis 98 Turun Gunung
    JuaraNews/Fik Ikrar kebangsaan Jaringan Progresif 98 Bandung.

    Reformasi Belum Tuntas, Aktivis 98 Turun Gunung

    • Senin, 10 September 2018 | 19:22:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Ratusan aktivis yang tergabung dalam Jaringan Progresif 98 Bandung ‘turun gunung’ dan menyampaikan kekecewaannya terhadap pemerintahan saat ini yang dinilai megabaikan banyak agenda ataupun cita-cita reformasi.

    Melihat kondisi Indonesia saat ini secara sosial, politik dan ekonomi, para aktivis tersebut tergerak untuk ‘turun gunung’ dengan menggelar Ikrar Kebangsaan dan Diskusi Publik Jelang Pemilu 2019 di Kafe Dacosta, Jalan Sawunggaling, Kota Bandung, Senin (10/9/2018).

    Hadir juga dalam kegiatan ini aktivis lintas zaman yang juga tokoh masyarakat Jawa Barat, Tjetje Hidayat Padmadinata, Andri Kantaprawira serta aktivis mahasiswa dari sejumlah kampus dan BEM perguruan tinggi se-Bandung Raya.

    Salah seorang juru bicara sekaligus penggagas acara, Budiana Irmawan mengatakan, kegiatan ikrar kebangsaan dan diskusi publik ini merupakan respons dari seluruh eksponen aktivis yang tergabung dalam Jaringan Progresif 98 Bandung untuk menggugat agenda reformasi yang belum tuntas. Bahkan, Budiana memandang sikap pemerintahan saat ini cenderung mulai totalitarianisme atau bertentangan dengan sistem demokrasi.

    “Kita turun gunung karena ingin mengingatkan sekaligus menegaskan bahwa reformasi bukan hanya untuk menjatuhkan Suharto, tetapi jauh lebih penting untuk membuka pintu kebebasan setiap warga negara dalam koridor konstitusi. Setelah 20 tahun reformasi, masih banyak agenda reformasi yang belum tuntas. Bahkan, saat ini muncul tendensi kembali kepada totalitarianisme,” ungkap Budiana.(*)

    Berikut 5 Poin Ikrar Kebangsaan Jaringan Progresif 98 Bandung:

    1. Kami Jaringan Progresif 98 Bandung konsisten berada di garda depan untuk mengkritisi kebijakan pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla yang dinilai melanggar hak-hak publik.
    2. Kami Jaringan Progresif 98 Bandung memandang pemisahan TNI dan Polri sebagai langkah awal reformasi aparatur pertahanan dan keamanan negara harus dituntaskan dengan menjaga netralitas dan sikap profesional.
    3. Kami Jaringan Progresif 98 Bandung menuntut pemerintah segera mengatasi depresiasi rupiah yang mengancam terjadinya krisis ekonomi dan berdampak kepada beban hidup masyarakat kecil yang semakin berat.
    4. Kami Jaringan Progresif 98 Bandung akan terlibat aktif mengkampanyekan kepada masyarakat luas menolak calon presiden yang cuma pandai pencitraan, sekaligus memilih calon presiden yang memiliki komitmen untuk kepentingan nasional.
    5. Kami Jaringan Progresif 98 Bandung mendorong mahasiswa berani menyuarakan kebenaran tidak berada di menara gading yang berjarak dengan persoalan kerakyatan dan sekadar menjadi alat legitimasi kekuasaan yang menindas.

    fan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Sandi Minta Relawan Kerja Keras dan Kerja Cerdas
    Emil: RPJMD Kumpulan Aspirasi Warga Jabar
    Walhi Jabar Nilai Musrenbang RPJMD Cacat Subtansi
    Jabar Pererat Kerja Sama dengan Wallonia
    Jabar akan Miliki Badan Ekonomi Kreatif Daerah
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google