web stats service from statcounter

Hot News


  • 1.200 Santri Ikuti Perkemahan Pramuka Nusantara
    1.200 Santri Ikuti Perkemahan Pramuka Nusantara
    • 22 Maret 2019 | 21:38:00 WIB

    SEBANYAK 1200 santri pramuka mewakili Pondok Pesanten di seluruh Jabar mengikuti PPSN ke-4 tingkat Jabar 2019, di Bumi Perkemahan Pramuka, Kabupaten Pangandaran

Inspirasi


  • Menikah dan Perjuangan
    Menikah dan Perjuangan

    SUAMI dan istri yang sudah menikah, semakin lama komunikasi yang terjadi kurang harmonis.

    Reformasi Belum Tuntas, Aktivis 98 Turun Gunung
    JuaraNews/Fik Ikrar kebangsaan Jaringan Progresif 98 Bandung.

    Reformasi Belum Tuntas, Aktivis 98 Turun Gunung

    • Senin, 10 September 2018 | 19:22:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Ratusan aktivis yang tergabung dalam Jaringan Progresif 98 Bandung ‘turun gunung’ dan menyampaikan kekecewaannya terhadap pemerintahan saat ini yang dinilai megabaikan banyak agenda ataupun cita-cita reformasi.

    Melihat kondisi Indonesia saat ini secara sosial, politik dan ekonomi, para aktivis tersebut tergerak untuk ‘turun gunung’ dengan menggelar Ikrar Kebangsaan dan Diskusi Publik Jelang Pemilu 2019 di Kafe Dacosta, Jalan Sawunggaling, Kota Bandung, Senin (10/9/2018).

    Hadir juga dalam kegiatan ini aktivis lintas zaman yang juga tokoh masyarakat Jawa Barat, Tjetje Hidayat Padmadinata, Andri Kantaprawira serta aktivis mahasiswa dari sejumlah kampus dan BEM perguruan tinggi se-Bandung Raya.

    Salah seorang juru bicara sekaligus penggagas acara, Budiana Irmawan mengatakan, kegiatan ikrar kebangsaan dan diskusi publik ini merupakan respons dari seluruh eksponen aktivis yang tergabung dalam Jaringan Progresif 98 Bandung untuk menggugat agenda reformasi yang belum tuntas. Bahkan, Budiana memandang sikap pemerintahan saat ini cenderung mulai totalitarianisme atau bertentangan dengan sistem demokrasi.

    “Kita turun gunung karena ingin mengingatkan sekaligus menegaskan bahwa reformasi bukan hanya untuk menjatuhkan Suharto, tetapi jauh lebih penting untuk membuka pintu kebebasan setiap warga negara dalam koridor konstitusi. Setelah 20 tahun reformasi, masih banyak agenda reformasi yang belum tuntas. Bahkan, saat ini muncul tendensi kembali kepada totalitarianisme,” ungkap Budiana.(*)

    Berikut 5 Poin Ikrar Kebangsaan Jaringan Progresif 98 Bandung:

    1. Kami Jaringan Progresif 98 Bandung konsisten berada di garda depan untuk mengkritisi kebijakan pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla yang dinilai melanggar hak-hak publik.
    2. Kami Jaringan Progresif 98 Bandung memandang pemisahan TNI dan Polri sebagai langkah awal reformasi aparatur pertahanan dan keamanan negara harus dituntaskan dengan menjaga netralitas dan sikap profesional.
    3. Kami Jaringan Progresif 98 Bandung menuntut pemerintah segera mengatasi depresiasi rupiah yang mengancam terjadinya krisis ekonomi dan berdampak kepada beban hidup masyarakat kecil yang semakin berat.
    4. Kami Jaringan Progresif 98 Bandung akan terlibat aktif mengkampanyekan kepada masyarakat luas menolak calon presiden yang cuma pandai pencitraan, sekaligus memilih calon presiden yang memiliki komitmen untuk kepentingan nasional.
    5. Kami Jaringan Progresif 98 Bandung mendorong mahasiswa berani menyuarakan kebenaran tidak berada di menara gading yang berjarak dengan persoalan kerakyatan dan sekadar menjadi alat legitimasi kekuasaan yang menindas.

    fan

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    1.200 Santri Ikuti Perkemahan Pramuka Nusantara
    Wisata di Jabar Harus di Kelola Agar Berkembang
    Ridwan Kamil Optimistis Pilkada di Jabar Kondusif
    Persepsi Maladministrasi  di Jabar Terendah Kedua
    Pemprov Akan Bangun 20 Jembatan Penghubung Desa

    Editorial


    • Gong Xi Fa Chai
      Gong Xi Fa Chai

      SELASA (15/2/209) ini merupakan hari istimewa bagi orang-orang Tionghoa atau keturunan China di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.