web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


  • Menikah dan Perjuangan
    Menikah dan Perjuangan

    SUAMI dan istri yang sudah menikah, semakin lama komunikasi yang terjadi kurang harmonis.

    Editorial


      Percepat Tol Cisumdawu, Lahan IPDN Siap Digunakan
      istimewa Daddy bersama Mendagri Thahjo Kumolo

      Percepat Tol Cisumdawu, Lahan IPDN Siap Digunakan

      • Rabu, 5 September 2018 | 07:58:00 WIB
      • 0 Komentar

      JuaraNews, Bandung - Pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) harus dipercepat. Lahan di kawasan Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor Kabupaten Sumedang yang selama ini dianggap belum bebas pun ternyata sudah bisa digunakan.

      Demikian diungkapkan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Jabar Daddy Rohanady setelah melakukan konsultasi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) di Jakarta pada Senin-Selasa (3-4/9/2018).

      "Selama ini pembebasan lahan di IPDN di Jatinangor dianggap sebagai salah satu kendala lambatnya perkembangan pembangunan Tol Cisumdawu. Ternyata, menurut Kemendagri, kami langsung diterima Mendagri Tjahyo Kumolo, pihaknya sudah mempersilakan kontraktor untuk melaksanakan pekerjaannya. Sudah ada surat yang dikeluarkan terkait hal itu per 17 Mei 2017," ujar Daddy kepada JuaraNews, Selasa (4/9/2018).

      Menurutnya, pihak Kemendagri memang mengakui, tampaknya kontraktor masih ragu karena ada masyarakat (41 kepala keluarga) yang menggugat lahan IPDN. Gugatan sudah dilayangkan hingga 3 kali, dan selalu dimenangkan IPDN. Namun, ada pihak lain yang mengajukan gugatan lagi. Pihak yang mengaku keturunan Baron Daud itu kalah di persidangan tahap pertama, tetapi mengajukan banding.

      "Barangkali itu salah satu sebab mengapa di lahan-lahan yang seperti itu belum selesai pembangunannya. Kalau toh ada sebagian asrama yang terkena trase, pada dasarnya kontraktor siap membangun penggantinya. Mudah-mudahan begitu kenyataannya di lapangan," imbuh Daddy.

      Semula ada pula dugaan bahwa hambatannya karena ketika trase akan digeser untuk menghindari asrama putri, ternyata malah kena jurang yang tentu membutuhkan biaya yang tidak kalah besar.

      Kemendagri menegaskan, pembangunan Tol Cisumdawu harus dipercepat. Tidak ada alasan lagi masalah lahan di IPDN. Secara keseluruhan ada sekitar 65 hektare lahan IPDN yang akan terkena jalur tol yang akan menghubungkan Cileunyi-Sumedang-Dawuan tersebut. Tanah milik IPDN secara keseluruhan seluas 279 dari 284 haktare yang tercatat di awal.

      IPDN juga tidak meminta ganti rugi sepeser pun. Kalau ada sejumlah uang yang dialokasikan untuk itu di Kementerian lain, Kemendagri menegaskan agar uang tersebut dikembalikan ke kas negara.

      "Kementerian PUPR memprediksi Tol Cisumdawu Fase 1 Seksi 2-3 baru beroperasi pada April 2019. Dengan berbagai persoalan yang ada, secara keseluruhan Fase 1 baru akan siap pada bulan Agustus 2020. Ini meleset dari harapan semula karena pada awalnya Tol Cisumdawu diharapkan rampung sejalan dengan rampungnya pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati," papar Sekretaris Fraksi Gerindra tersebut.

      Lebih lanjut Daddy menambahkan bahwa selesainya Tol Cisumawu akan memperlancar arus jamaah haji yang pada 2019 direncanakan sudah berangkat langsung dari Kertajati ke Tanah Suci, Mekkah.

      Selain, itu frekuensi penerbangan di BIJB Kertajati juga pasti akan meningkat pesat. Ujungnya, BIJB Kertajati dan Tol Cisumdawu akan benar-benar menjadi salah satu pengungkit perekonomian masyarakat Jawa Barat. (*)

      Oleh: abdul basir / den

      0 Komentar

      Tinggalkan Komentar


      Cancel reply

      0 Komentar


      Tidak ada komentar

      Berita Lainnya


      DPRD Sayangkan Terjadinya Mal Distribusi Dokter
      Pondok Pesantren Percontohan Pendidikan Keagamaan
      Sinkronisasi Pembangunan di Bogor Harus Sinergis
      DPRD Beri Rekomendasi Pemprov Untuk Tingkatkan PAD
      Evaluasi BUMD Harus Dilakukan Dengan Teliti

      Gedung Sate