web stats service from statcounter

Hot News


  • Total Sudah 442 Perusuh Ditangkap Polisi
    Total Sudah 442 Perusuh Ditangkap Polisi
    • 24 Mei 2019 | 05:36:00 WIB

    MABES Polri mengaku menangkap 442 orang yang diduga perusuh dalam aksi di depan Bawaslu, Jakarta pada Selasa (21/5/2019) hingga Kamis (23/5/2019) .

Inspirasi


  • Menikah dan Perjuangan
    Menikah dan Perjuangan

    SUAMI dan istri yang sudah menikah, semakin lama komunikasi yang terjadi kurang harmonis.

    Puluhan Musisi & Band Berkumpul di Preanger Fest

    Puluhan Musisi & Band Berkumpul di Preanger Fest

    • Sabtu, 1 September 2018 | 01:41:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Sebagai salah satu kota di Indonesia yang masyarakatnya dikenal kreatif, terutama di bidang musik menjadikan Bandung dianggap sebagai ‘kiblatnya’ musik di Tanah Air.

    Sejak lama Bandung memang dikenal kerap menghasilkan musisi bertalenta yang bukan hanya berhasil di tingkat nasional, tapi juga mendunia. Kontribusi musisi Bandung dalam peta industri musik Indonesia sudah dimulai sejak berdekade lalu.

    Mulai dari Bimbo hingga Burgerkill, mulai dari Harry Roesli hingga Mocca. Semuanya umumnya berkarya dalam semangat indie. Mereka berani untuk menantang arus umum dengan memberikan musik yang lebih segar dan kemudian diikuti oleh banyak orang.

    Jika membahas musik dan Bandung tentunya tidak terlepas dari pergerakannya yang pernah terjadi di era 90-an di GOR Saparua dimana telah melahirkan band-band sukses asal Bandung. PAS Band, Burgerkill, Pure Saturday, The Milo, Koil, Puppen (RIP) adalah sebagian kecil dari band-band yang pernah merasakan atmosfer kejayaan masa itu. Hal ini juga menjadi tolak ukur sejarah musik di Bandung bahkan secara nasional.

    Gegap gempita warna pergerakan musik Bandung telah menjadi spirit yang membangun bagi para penikmatnya. Di era 2000-an lahirlah Mocca, The SIGIT, HMGNC, Polyester Embassy, dan Rocket Rockers yang menjadi pionir di masa itu.

    Sebagian besar nama tersebut akan digiring kembali di perayaan festival musik bertajuk Preanger Fest di Lapangan PPI Bandung, 13-14 Oktober mendatang. Preanger Fest akan menampilkan lebih dari 40 musisi Parahyangan yang akan berbagi di 3 stage.

    “Preanger Fest hadir untuk mengingatkan bahwa band-band Bandung pernah dan masih berjaya. Bermula dari sebuah kerinduan akan atmosfer pada era 90-an yang solid dan inspiratif, maka acara ini dibuat,” ujar Indradjid Sofwan perwakilan Havas Indonesia selaku penyelenggara.

    “Dengan membawa semangat ‘Lokal Kudu Vokal’ diharapkan generasi sekarang bisa merasakan semangat kebanggaan lokal dan dampak positif untuk mengingatkan kepada orang banyak bahwa Bandung adalah kota yang melahirkan segudang musisi berbakat dan memicu untuk selalu berkarya,” tambahnya.

    Preanger Fest membawa semangat seperti yang terlihat di Saparua di masa lalu dan digabungkan dengan spirit atmosfer ‘Lokal Kudu Vokal’ yang cocok dengan generasi masa sekarang. Puluhan band akan datang dari berbagai generasi akan memuaskan scene musik Jabar dari berbagai genre.

    Rock, metal, punk, pop, folk, electronic semua melebur dalam dua hari. Semuanya dipilih karena mempunyai sejarah dalam pergerakan komunitas musik di Bandung, mereka memberikan kebanggaan bagi Bandung.

    Bukan hanya musik, acara ini juga akan menampilkan seni serta marketplace, tentunya masih sejalan dengan kebanggaan anak Bandung. Acara ini akan jadi ajang pamer kreativitas dan bertemu langsung dengang talent-talent berbakat.(*)

    fan

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    2020 Produk Timberland 100 % Gunakan Daur Ulang
    Reopening Lois Jeans di Mall BIP Bandung
    KPID Jabar Batasi Pemutaran Lagu Berkonten Dewasa
    Agnez Mo Dapat Dukungan Presiden Jokowi
    Rimember Hadir Jembatani Marchant dan Member

    Editorial


    • Marhaban Ya Ramadan
      Marhaban Ya Ramadan

      DATANGNYA bulan suci Ramadan ini begitu istimewa bagi kaum muslimin. Banyak makna yang terdapat di Bulan Puasa ini.