web stats service from statcounter

Hot News


  • Prabowo-Sandi Ajukan 15 Petitum Permohonan
    Prabowo-Sandi Ajukan 15 Petitum Permohonan
    • 15 Juni 2019 | 02:57:00 WIB

    MAHKAMAH Konstitusi (MK) menggelar sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilu Umum (PHPU) atau sengketa Pilpres 2019 di Gedung MK, Jakarta, Jumat (14/6/2019).

Inspirasi


  • Menikah dan Perjuangan
    Menikah dan Perjuangan

    SUAMI dan istri yang sudah menikah, semakin lama komunikasi yang terjadi kurang harmonis.

    Pembangunan Cisumdawu Terkendala Pembebasan Lahan
    juaranews/abdul basir Daddy Rohanady

    Pembangunan Cisumdawu Terkendala Pembebasan Lahan

    • Jumat, 31 Agustus 2018 | 02:04:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Wakil ketua Komisi IV DPRD Jabar Daddy Rohanady menyatakan pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisandawu) yang diprediksi rampung pada akhir 2020 atau awal 2021, masih terkendala pembebasan lahan.

    Daddy menyebutkan, pembebasan lahan tersebut dilakukan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Lahan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

    "Ada masalah dengan pembebasan lahan, baik untuk Fase 1 maupun Fase 2," ujar Daddy saat meninjau proyek Cisandawu di wilayah Kabupaten Sumedang, Rabu (29/08/2018).

    Memang, dalam hampir semua pekerjaan berskala besar seperti itu, persoalan pembebasan lahan selalu mengemuka. "Fase 1 menyisakan lahan cukup besar di Seksi 1 (Jatinangor/STPDN), sedangkan Fase 2 di Seksi 3 lahan sudah bebas 99 persen lebih. Sementara itu, lahan di Seksi 4-6 belum dibebaskan sama sekali," ujar Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD Jabar itu.

    Lahan di Seksi 4-6 kondisinya seperti itu sebagai akibat adanya pengalihan trase. Pengalihan trase itu sendiri dilakukan karena lahan di trase lama dianggap sangat rawan karena kondisi tanah yang sangat labil.

    Persoalan lain yang ada adalah outramp ujung Seksi 3 ke arah Cimalaka. Ujung jalurnya bergabung dengan jalan kabupaten yang hanya memiliki badan jalan 4,5 meter. Tentu kondisi tersebut akan sangat mengganggu arus lalu lintas ketika nantinya outramp itu dipergunakan.

    "Kami akan usulkan adar dilakukan pelebaran jalan kabupaten tersebut sampai ke jalam nasional (Sumedang-Majalengka). Status jalannya juga bisa kita usulkan naik menjadi jalan provinsi atau jalan nasional," tambah Daddy

    "Terkait lahan di Jatinangor (STPDN), kami akan konsultasikan ke Jakarta agar dilakukan musyawarah oleh semua stakeholders," Pungkasnya.

    Perlu dietahui, pembangunan Tol Cisumdawu dibagi menjadi dua fase. Fase pertama terdiri dari seksi 1 dan 2, yakni ruas Cileunyi-Sumedang. Fase kedua terdiri dari seksi 3-6, yakni ruas Sumedang-Dawuan.

    Pembangunan Tol Cisumdawu sendiri dibagi menjadi 2 fase. Fase pertama terdiri dari seksi 1 dan 2, yakni ruas Cileunyi-Sumedang. Fase kedua terdiri dari seksi 3-6, yakni ruas Sumedang-Dawuan. Seksi 3 yakni Sumedang-Cimalaka sejauh 4,05 km, seksi 4 dari Cimalaka-Legok sejauh 8,20 km, seksi 5 dari Legok-Ujungjaya sejauh 14,9 km; dan seksi 6 dari Ujungjaya-Dawuan sejauh 6,07 km. Pengerjaan fisik Fase 1 seluruhnya dikerjakan pemerintah pusat, sementara Fase 2 pengerjaan fisiknya dikerjakan konsorsium. (*)

    Oleh: abdul basir / den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Prabowo-Sandi Ajukan 15 Petitum Permohonan
    Emil Puji Keberhasilan Operasi Ketupat Lodaya 2019
    Delapan Kota Kabupaten di Jabar Gelar Pilkada 2020
    Pilkada Serentak 2020, Satpol PP Tambah 100 Person
    Dewan Menyayangkan Pembatalan Haji dari BJIB

    Editorial