web stats service from statcounter

Hot News

  • Irfan Suryanegara Pimpin PRUI Jawa Barat
    Irfan Suryanegara Pimpin PRUI Jawa Barat
    • 19 November 2018 | 07:06:00 WIB

    IRFAN Suryanegara terpilih menjadi Ketua Pengprov PRUI Jabar dalam Musyawarah Jabar, di Hotel Topaz Banung, Sabtu (17/11/2018).

Inspirasi

    Ansor Pertanyakan Kasus Hukum Ustadz Evi Efendi

    Ansor Pertanyakan Kasus Hukum Ustadz Evi Efendi

    • Kamis, 30 Agustus 2018 | 07:11:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Bandung mempertanyakan penanganan perkara hukum kasus dugaan penistaan Nabi yang melibatkan Ustadz Evi Efendi, yang sempat dilaporkan Pengurus Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Barat ke Polda Jabar beberapa waktu lalu. 

    "Kita berharap kepada aparat penegak hukum untuk mempercepat proses penegakan hukum yang melibatkan Ustadz Evi Efendi. Karena kita negara hukum, secara hirarki jika ada pelanggaran hukum yang dialami Ustadz Evi Efendi harus segera diadili atau dijadikan tersangka," kata Ketua PC GP Ansor Kabupaten Bandung Ustadz Hasan Basri kepada wartawan di sebuah cafe di Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Rabu (29/8/2018) sore.

    Hasan Basri mengatakan, jika hal ini terus-menerus dibiarkan berlarut-larut akan menjadi preseden buruk dalam penegakkan hukum. "Kami berharap ada jawaban dalam penanganan hukum perkara yang dilaporkan IPNU terkait kasus penistaan Nabi yang melibatkan Ustadz Evi Efendi tersebut," katanya.

    Hasan Basri juga tak berharap ada pengandilan jalanan, ketika publik tidak mendapat jawaban atau penanganan secara tuntas dalam proses hukum yang melibatkan Ustadz Evi Efendi tersebut.
    "Jadi kita harus tahu bagaimana tindaklanjut penanganan hukum perkara Ustadz Evi Efendi tersebut. Sejauh mana penanganannya. Imtinya, kami berharap perkara hukum yang melibatkan Ustadz Evi Efendi diusut tuntas. Supaya tidak ada timbul pertanyaan dari pihak pelapor maupun kita sebagai masyarakat umat Islam," katanya.

    Hasan Basri mengharapkan, Ustadz Evi Efendi sebagai penceramah harus memberikan contoh bagi umat dalam memberikan ceramahnya. Ia juga berharap, sebagai penceramah harus memberikan pola atau konsep ceramah yang santun dan memberikan edukasi kepada masyarakat.
    "Penceramah dapat memberikan proses tuntunan materi ceramah yang baik kepada umatnya. Tidak menyesatkan maayarakat," harapnya.

    Ia pun menyarankan kepada Ustazd Evi Efendi harus banyak belajar lagi. "Jangan sampai banyak belajar melalui google. Pendakwah harus menjadi sauri tauladan. Kejadian yang dialami Ustadz Evi Efendi saat ceramah di sebuah masjid di Cileunyi itu bisa menjadi sebuah pembelajaran," katanya.
    Mengingat, kata Hasan Basri, apa yang diucapkan penceramah itu akan ditiru oleh para jemaah yang mendengarkannya.

    Hasan Basri pun tak berharap perkara hukum ini ditunggangi atau ditumpangi kepentingan politik.
    "Ini persoalan agama, jangan sampai ditunggangi politik. Ini persoalan agama yang harus dituntaskan secepatnya oleh aparat kepolisian. Jika tidak segera diselesaikan dikhawatirkan akan menjadi bola liar," katanya.

    Lebih lanjut Hasan Basri menuturkan, untuk meminta keterangan dari Ustadz Evi Efendi tersebut, sejumlah tokoh agama, tokoh pemuda sempat memanggil yang bersangkutan di Aula Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung pada 16 Agustus 2018 lalu. Tetapi sayang, Ustadz Evi Efendi tidak memenuhi panggilan.
    "Pemanggilan Ustadz Evi Efendi tersebut untuk meminta klarifikasi berkaitan dengan isi atau konten ceramahnya yang disampaikannya di Masjid Abubakar Assyidik Komplek Panyawangan pada 27 Maret 2018 lalu," katanya.
    Hasan Basri mengatakan, jika tidak ada penanganan yang jelas dalam perkara Ustadz Evi Efendi tersebut, pihaknya mengkhawatirkan dari komunitas GP Ansor, IPNU dan pergerakan pemuda Islam lainnya turun ke lapangan. Yaitu untuk menyuarakan dan mendukung percepatan penanganan perkara yang melibatkan tokoh kondang tersebut.
    "Memang dari sisi kemanusiaan, kita sudah memaafkan dan menerima maaf apa yang sempat disampaikan Ustadz Evi Efendi tersebut. Tapi karena negara kita negara hukum, perkara yang melibatkan Ustadz Evi Efendi harus segera dituntaskan. Jangan sampai banyak pihak mempertanyakan sejauh mana penanganan hukumnya," pungkasnya. (*) 

     

     

    ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Terkait
    Berita Lainnya
    Sandi Minta Relawan Kerja Keras dan Kerja Cerdas
    Emil: RPJMD Kumpulan Aspirasi Warga Jabar
    Walhi Jabar Nilai Musrenbang RPJMD Cacat Subtansi
    Jabar Pererat Kerja Sama dengan Wallonia
    Jabar akan Miliki Badan Ekonomi Kreatif Daerah
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google