web stats service from statcounter

Hot News

  • Gomez Minta Skuat Persib Tetap Fokus
    Gomez Minta Skuat Persib Tetap Fokus
    • 21 November 2018 | 22:18:00 WIB

    MARIO Gomez meminta anak-anak asuhnya tetap fokus menghadapi laga Pekan 32 Liga 1 2018 kontra Perseru Serui, Jumat (23/11/2018) nanti.

Inspirasi

    2024, Bio Farma Targetkan Produksi Vaksin MR Halal
    net Vaksin MR

    2024, Bio Farma Targetkan Produksi Vaksin MR Halal

    • Minggu, 26 Agustus 2018 | 05:34:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - PT Bio Farma tengah melakukan riset untuk pembuatan vaksin MR halal. Produsen dan penyedia vaksin di Indonesia tersebut menargetkan vaksin pencegah penyakit measless dan rubella ini bisa diproduksi pada 2024 mendatang.

    "Untuk vaksin MR sendiri kita masih dalam tahap pengembangan, kalau target ya cita-cita di 2024 sudah punya juga kemandirian untuk rubella. Kalau measles kita sudah ada, sudah produksi sendiri, hanya memang rubella-nya kita masih terus kembangkan," kata Sekretaris Perusahaan Bio Farma Bambang Heriyanto, Jumat (24/8/2018).

    Bambang mengakui, tak mudah mencari bahan-bahan pembuat vaksin yang halal dan sesuai tuntutan masyarakat Indonesia. "Karena memang di Indonesia, tuntutan dari masyarakat kan faktor halal jadi pertimbangan. Memang tidak mudah untuk mengganti itu perlu penelitian dan terus dilakukan di kami juga," ujarnya.

    Untuk pembuatan vaksin ini, kata Bambang, ada 3 hal paling mendasar yang harus diperhatikan, yaitu kualitas, efikasi atau khasiat, dan keamanan. Ketiga syarat ini menjadi komponen penting untuk standar kualifikasi Badan Kesehatan Dunia (WHO).

    Untuk membuat vaksin MR, sambungnya, ada 2 strategi yang dilakukan Bio Farma. Strategi pertama, yakni dengan kerja sama transfer teknologi dengan institusi lain untuk mendapatkan calon bibit virus rubella yang bisa dijadikan vaksin. Strategi kedua adalah dengan mengembangkan bibit virus rubella sendiri, mengingat Bio Farma sudah bisa membuat vaksin measles sendiri. Namun untuk itu butuh waktu yang sangat lama, sekitar 15-20 tahun.

    Hal tersebut karena vaksin baru ini harus berbagai tahapan uji coba, antara lain tahapan penemuan kandidat vaksin yang sesuai, berbagai uji laboratorium, uji pre klinis, dan uji klinis hingga empat fase serta evaluasi klinis untuk menghasilkan vaksin yang sesuai standar kualitas, efikasi, dan keamanan.

    "Karena tidak semua virus itu bisa dijadikan kandidat vaksin harus dilakukan adapatasi kembali," ujarnya.

    Jika telah terbukti berkhasiat dan aman, maka vaksin akan diajukan untuk registrasi ke Badan Pengawasan Obat Dan Makanan (BPOM). Selanjutnya, akan dilakukan serangkaian verifikasi termasuk audit yang untuk memastikan keamanan dan kualitas produk. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Garuda Layani Rute Penerbangan Bandung-Singapura
    PT KAI Siapkan 62 Ribu Tempat Duduk per Hari
    Tiket KA untuk Natal & Tahun Baru Masih Tersedia
    Dorong Usahawan Baru, BI Gelar Pelatihan Wirausaha
    Maxwin Inisiasi Gerakan Indonesia Bebas Riba
    Berita Terdahulu

    Editorial