web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    FPOR Minta Pelaksanaan Musorpov KONI Jabar Ditunda
    juaranews/abdul basir Eka Santosa saat memberikan keterangan pers

    FPOR Minta Pelaksanaan Musorpov KONI Jabar Ditunda

    • Selasa, 7 Agustus 2018 | 04:14:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Forum Penyelamat Olahraga (FPOR) Jabar meminta KONI Jabar menunda pelaksanaan Musyawarah Olahraga Provinsi (Muskorpov) Jabar, dan digelar setelah pelantikan Gubernur Jabar.

    Desakan itu disampaikan menyusul adenya rencana penyelenggaraan Musorprov pada 12 September 2018, sementara pelantikan Gubernur Jabar periode 2018-2023 dijadwalkan pada 17 September 2018.

    “Kan kepengurusan KONMI Jabar akan berakhir pada Oktober 2018 masih ada waktu, sehingga Gubernur yang baru diharapkan mengetahui rencana Musorprov tersebut yang terkesan dipaksakan, karena selama kepemimpinan Gubernur yang lalu seolah ada pembiaran atas keluhan FPOR Jabar yang mengeluhkan banyaknya permasalahan pada kepengurusan KONI Jabar 2014-2018,” papar Eka saat menggelar jumpa pers di Alam Santosa, Jalan Pasir Impun, Kota Bandung Bandung, Senin (6/8/2018).

    Dari para anggota KONI sendiri, ada 38 dari 55 Cabor, 21 dari 27 Konida, serta 5 dari 7 Badan Fungsional yang tidak menyetujui digelarnya musorprov sebelum pelantikan gubernur baru.

    Untuk itu, Eka meminta pejabat fungsional KONI Jabar untuk menahan diri untuk tidak terburu-buru melaksanakan Musorpov. Terlebih banyak event yang sedang dan akan diselenggarakan di Jabar. Menurutnya, Musorprov bisa dilakukan seusai Porda Jabar XIII Bogor (Oktober 2018), atau di bawah kepengurusan transisi yang diperpanjang sesuai ketentuan.


    "Silakan cabor untuk fokus dulu event Asian Games dan Porda Jabar, silakan KONI sekarang diperpanjang, setelah itu menjalankan musyawarah KONI dan memilih ketua sesuai dengan ketentuan yang ada, yaitu UU keolahragaan dan AD/ART (KONI)," ujar Eka.

    FPOR juga kembali mempersoalkan status Ketua KONI Jabar 2014-2018 Ahmad Saefudin yang berlatarbelakang militer aktif dan diduga akan mencalonkan kembali menjadi ketua KONI Jabar. Eka mengatakan, munculnya calon pengurus aktif berlatarbelakang militer menimbulkan berbagai spekulasi dan perdebatan.

    Pasalnya hal tersebut bertentangan dengan UU No 3/2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, PP No 16/2007 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan, ST Panglima TNI No ST/98/2013 tentang keterlibatan personel TNI dalam organisasi Keolahragaan Nasional dam Daerah, serta ST Kasad No ST/317/2013.

    "Harusnya sadar bahwa apa yang selama ini dijalankan tidak sesuai undang-undang, jadi jangan memaksakan. Jadi kembali ke lembaran lama Jawa Barat yang katanya juara, tapi di dalamnya memberikan persoalan, itu harus dihentikan," ujar Eka yang hadir bersama para mantan pengurus KONI Jabar dan para Ketua Cabor, di antaranya Achmad Riza Alhabsyi, Syarief Bastaman, Ali Racman, Nandang S, dan Deni (Wakil Sekum Silat).

    Eka yang menjabat Dewan Kehormatan KONI Jabar ini berharap Polemik tersebut tidak terjadi kembali pada kepempimpinan gubernur Jabar yang baru. Anggota Tim Optimasi Sinkronisasi (TOS) Gubernur Jabar terpilih tersebut akan segera membahas persoalan ini bersama Ketua TOS Erry Riyana Hardjapamekas dan anggota TOS lainnya. Dia pun segera berkoordinasi Pj Gubernur Jabar Mohammad Iriawan dan Gubernur Jabar terpilih Ridwan Kamil agar tidak dihadapkan pada permasalahan tersebut.

    Eka Santosa menilai seabreg permasalahan di kepengurusan KONI Jabar saat ini harus segera diselesaikan, karena sudah melenceng dari marwah keolahragaan yang menjunjung tinggi nilai sportivitas dan perekat persatuan bangsa.

    “Ini harus dibenahi dulu, bukan tidak ada perjuangan, saya dan kawan-kawan berkali-kali, mengingatkan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar sebelumnya, namun tidak digubris, apabila sekarang ada niat yang tidak prosedural, kita ingatkan Kang Iwan Bule (Pj Gubernur Jabar) dan Gubernur Jabar terpilih,” tegas Eka.

    Hal senada juga dikatakan Syarif Bastaman, menurut Syarif pihaknya dimintai menyetujui adanya Musorprov di tanggal 12 September 2018. Permintaan tersebut dilakukan secara gerilya agar menandatangani surat persetujuan.

    “Kami tidak setuju dan hampir seluruh pengurus cabor (cabang olah raga) Jika Musorprov digelar tanggal tersebut,” jelas Syarif. (*)

    Oleh: abdul basir / den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Irfan Suryanegara Pimpin PRUI Jawa Barat
    Ronggeng Gunung akan Hadir di JIM 2018
    Pangandaran Lokasi Jabar International Marathon
    Atalia Dukung Langsung Atlet Asian Para Games 2018
    1.002 Atlet Ikuti Pekan Olaharga Kereta Api

    Editorial

      Advertisement On Google

      Klasemen Liga Indonesia

      Tim M Point
      1 Persija Jakarta 34 62
      2 PSM Makassar 34 61
      3 Bhayangkara FC 34 53

      Klasemen Liga Dunia

      Tim M Point
      1. Liverpool 13 33
      2. Tottenham Hotspur 13 30
      3. Chelsea 13 28
      4. Arsenal 13 27
      Tampilkan Detail