web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Umat Islam Jabar Tuntut Pembebasan Masjid Al-Aqsha
    net Aksi bela Palestina di Gedung Sate

    Umat Islam Jabar Tuntut Pembebasan Masjid Al-Aqsha

    JuaraNews, Bandung - Ribuan umat Islam dari 40 lembaga dan organisasi kemasyarakatan (Ormas) di Jabar melakukan aksi solodaritas untuk warga Palestina, Jumat (3/8/2018).

    Aksi bertajuk 'Dunia Islam Berduka: Al Aqsha Terbelah dan Bumi 1.000 Masjid yang Terguncang' tersebut, massa melakukan longmarch dari depan Masjid Pusdai, berorasi di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, melanjutkan ke Bandung Indah Plaza (BIP), Jalan Merdeka, dan berakhir di Masjid Al-Ukhuwah, Jalan Wastukancana.

    Aksi ini merupakan respons atas perlakuan semena-mena tentara Israel yang telah mengusir jamaah salat Jumat di Masjidil Aqsha, pekan lalu. Mereka menuntut pembebasan Masjid Al-Aqsha yang kini tengah dijajah Israel.

    ‘’Kami melihat perbuatan tentara zionis Israel ini sudah melewati batas. Bukan hanya sekadar menghambat masyarakat muslim Palestina untuk beribadah di Masjid Al Aqsha, tapi kini berani membubarkan ibadah shalat Jumat di sana,’’ tegas Ketua Aliansi Masyarakat Selamatkan Al Aqsha (AMSA), Edi Haryanto.

    Beberapa lembaga yang ikut dalam aksi kali ini, yakni Aqsa Institute, Yayasan Untuk Palestina MT Aria Jipang, Harapan Amal Mulia, MT Rinduku Baitullah (RBT), For Humanity, Mujahadah Community, Kasih Palestina, MT Rumahku Surgaku, Al Iman, Pejuang Subuh, Life for Ummah, Inisiatif Zakat, Rumah Zakat, One Day One Juz, XTC Indonesia, Brigez Indonesia, KAMMI, Bandung Fighting Club, Nurul Hayat, dan Ash Shuffah.

    Selain memperjuangkan pembebasan Al Aqsha, aksi ini juga akan menyuarakan mengenai pentingnya umat Islam mengambil peranan dalam membantu pemulihan korban bencana gempa di Lombok. Apalagi, Lombok dikenal sebagai Pulau Seribu Masjid.

    ‘’Oleh karena itu, aksi ini diberikan tema Al-Aqsa yang terbelah dan Bumi 1.000 Masjid Terguncang,’’ungkap Edi.

    Ustaz Rahmat Baequni dan Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Edwin Sanjaya juga terlihat menyampaikan orasinya. Dalam orasinya, Edwin mengatakan, persoalan Palestina merupakan tanggung jawab umat muslim sedunia, termasuk Indonesia.

    “Dalam Pembukaan UUD 1945 menyatakan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Palestina adalah satu-satunya negara Konferensi Asia Afrika (KAA) yang hingga hari ini masih dijajah. Karena itu sesuai dengan ruh konstitusi kita, maka segala bentuk penjajahan di dunia harus dihapuskan, termasuk Palestina harus merdeka dari penjajah Israel,” papar Edwin seusai berorasi di depan BIP.

    Terkait dengan penguasaan dan penutupan Masjid Al-Aqsa oleh penjajah Israel, Edwin menilai kondisi ini menyangkut harga diri dan martabat kaum Muslimin seluruh dunia. Untuk itu, ia mengingatkan sekaligus mengajak kepada kaum Muslimin agar perjuangan membela dan sekaligus memerdekakan Palestina termasuk Masjid Al-Aqsa tidak hanya dengan aksi.

    Edwin mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali untuk peduli dan membantu para warga Palestina serta membantu korban bencana gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, banyak fasilitas umum dan tempat ibadah di Lombok yang rusak parah.

    Sementara itu, ustaz Rahmat Baequni dalam orasinya meminta kepada Pemerintah Indonesia untuk berperan aktif dalam upaya perjuangan pembebasan rakyat Palestina dari penjajah zionis Israel. Di mata Palestina, Indonesia sebagai negara dengan umat Muslim terbanyak memiliki kekuatan besar dalam memperjuangkan Masjidil Aqsha.

    “Kami mendesak agar Pemerintah Indonesia berperan aktif dalam pembebasan Palestina dari penjajah Israel. Selain itu juga pemerintah harus memberikan dukungan nyatanya terhadap kemerdekaan negara-negara Timur Tengah seperti Suriah dan lainnya yang kini tengah dizalimi,” kata Baequni seusai berorasi di depan Bandung Indah Plaza (BIP), Jalan Merdeka, Kota Bandung, Jumat (3/8/2018).

    Menurut Baequni, aksi “Dunia Islam Berduka” ini ditujukan untuk mengedukasi dan menyadarkan umat Muslim dunia, termasuk Indonesia akan pentingnya kemerdekaan Al-Quds. Seperti pesan ulama-ulama Palestina agar umat Muslim dunia jangan pernah berhenti melakukan aksi dan menyuarakan pembebasan Masjidil Aqsha.

    “Aksi ini sebagai bagian dari edukasi bahwa kita sebagai umat Muslim harus peduli sesama dan tolong menolong, serta merasa bahwa kita satu tubuh. Saya pun diamanati oleh ulama-ulama Palestina agar tidak berhenti memperjuangkan kemerdekaan Al-Quds, karena jika kita berhenti maka umat Islam akan dijajah selamanya, termasuk kita Indonesia. Perjuangan ini belum dikatakan berhasil jika Al-Quds belum kembali ke pangkuan umat Islam,” tutur Baequni. (*)

    Oleh: abdul basir / den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Kepengurusan Terancam Bubar, BBI%MC Lapor Polisi
    Emil Resmikan Block71 Bandung
    PR Summit Bandung Kampanyekan #ViralKabarBaik
    Pemkot Kaji Pemberlakukan Sistem Ganjil-Genap
    Kejahatan Marak, Pemkot Bakal Tambah Jumlah CCTV

    Editorial

      Info Kota

    • DAFTAR CALON TETAP

    • image006.png
    • image007.png
    • image010.png
    • image012.png
    • image098.png
    • image100.png
    • image102.png
    • image104.png
    • image162.png
    • image164.png
    • image166.png
    • image168.png
    • image239.png
    • image241.png
    • image245.png
    • image243.png