web stats service from statcounter

Hot News

  • Buru Kembali Puncak Klasemen
    Buru Kembali Puncak Klasemen
    • 20 Oktober 2018 | 17:01:00 WIB

    PERSIB bertekad meraih poin penuh saat menjamu Persebaya pada laga kandang Pekan 26 Liga 1 2018 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu (20/10/2018).

Inspirasi

    MUI Minta Deklarasi #2019GantiPresiden tak Digelar
    net KH Zainuth Tauhid Sa'adi

    MUI Minta Deklarasi #2019GantiPresiden tak Digelar

    JuaraNews, Bandung - MUI pusat mendukung imbauan MUI Jabar agar deklarasi #2019GantiPresiden tidak dilakukan di Jabar.

    Pasalnya, dikhawatirkan gerakan tersebut menimbulkan konflik di tengah panasnya suhu politik saat ini. MUI Pusat juga berharap hal tersebut tidak dilakukan di seluruh wilayah Indonesia,

    "Kami mendukung imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat agar deklarasi tagar #2019GantiPresiden tidak digelar di Jabar. Bahkan MUI Pusat juga berharap hal tersebut tidak dilakukan di seluruh wilayah Indonesia," ujar Wakil Ketua Umum MUI Zainuth Tauhid Sa'adi dalam keterangan persnya,Kamis (2/8/2018)

    Di dalam negara demokrasi, menurutnya, tidak dilarang untuk menyuarakan aspirasi mengganti presiden atau mempertahankan presiden. Namun hendaknya hal tersebut dilakukan sesuai dengan etika, akhlak, dan semangat untuk menjaga ukhuwah atau persaudaraan baik ukhuwah Islamiyah maupun ukhuwah wathaniyah.

    Sehingga, masyarakat dapat memahami bahwa hal tersebut merupakan bagian dari proses demokrasi yang sehat, beradab dan mencerdaskan. Bukan bentuk demokrasi yang hanya didasarkan pada syahwat politik untuk berkuasa semata.

    "Misalnya terkait dengan kampanye, propaganda atau ajakan untuk mengganti atau mempertahankan presiden harus dilakukan pada waktunya, yaitu ketika sudah memasuki masa kampanye Pemilu," ucap Zainuth.

    Dia mengatakan, sikap hati-hati MUI tersebut semata didasarkan pada ikhtiar untuk menjaga agar tidak terjadi kerusakan (mafsadat) berupa konflik, gesekan, dan ancaman perpecahan bangsa.

    "Mencegah terjadinya kerusakan dalam agama memang harus didahulukan dari pada untuk membangun kemaslahatan, sebagaimana kaidah fiqih, dar'ul mafasid muqaddamun 'ala jalbil mashalih (menghindarkan kerusakan harus lebih didahulukan dibandingkan mendatangkan kebaikan)," paparnya.

    Karena itu, Zainuth mengimbau kepada partai politik hendaknya bisa menahan diri dan tidak terjebak pada kegiatan politik praktis yang dapat memicu terjadinya konflik di masyarakat, yang dapat menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa.

    "Semuanya harus patuh dan tunduk dengan ketentuan peraturan perundangan yang ada," pungkas Zainuth.

    Sebelumnya, MUI Jabar melalui Sekretaris MUI Jabar Rafani Achyar meminta agar gerakan #2019GantiPresiden tidak dilakukan di Jabar. Hal itu dikarenakan gerakan #2019GantiPresiden lebih dominan unsur provokasi, dan mengarah kepada aksi inkonstitusional dibanding kegiatan yang menjunjung tinggi demokrasi.

    "Ganti presiden dinilai lebih dominan unsur provokasi, dan mengarah kepada aksi inkonstitusional dibandingkan dengan kegiatan yang menjunjung tinggi demokrasi. Bukan kami menghalangi menolak hak demokrasi, silakan saja. Tapi paling penting jangan mengarah tindakan inkonstitusional," kata Rafani, Rabu (1/8/2018). (*)

    Oleh: abdul basir / den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Rumah James Riady Digeledah KPK
    Wagub Jabar Pastikan Gelar RUPS BJB November
    Soal Bupati Bekasi, Uu Konsultasi dengan Mendagri
    Jabar Butuh 1.500 Penerbangan untuk Layani Umrah
    Emil Ingin Jabar Jadi Provinsi Kopi Terbaik Dunia
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google