web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Gempa Lombok, BMKG Minta Warga Waspada Info Hoax
    Net Dampak gempa di Lombok, NTB.

    Gempa Lombok, BMKG Minta Warga Waspada Info Hoax

    JuaraNews, Bandung - Kepala Badan Meteorologi, Klimatalogi, dan Geofisika (BMKG) Pusat, Dwikorita Karnawati meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang tersebar pasca-gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

    "Guna mengantisipasi munculnya informasi simpang siur dan hoax, BMKG melalui akun Twitter @infoBMKG akan terus menginformasikan perkembangan gempa," kata Dwikorita lewat rilis yang dibagikan Kantor BMKG Jabar via grup WA Badan Geologi, Senin (30/7/2018).

    Dijelaskan Dikorita, berdasarkan hasil analisis BMKG bahwa gempa yang terjadi di Lombok merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar naik Flores (Flores Back Arc Thrust). Gempa bumi dipicu deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

    Guncangan gempa bumi itu dilaporkan telah dirasakan di daerah Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur, Mataram, Lombok Tengah, Sumbawa Barat dan Sumbawa Besar pada skala intensitas II SIG-BMKG (IV MMI), Denpasar, Kuta, Nusa Dua, Karangasem, Singaraja dan Gianyar II SIG-BMKG (III-IV MMI).

    Sementara di Bima dan Tuban II SIG-BMKG (III MMI), Singaraja pada skala II SIG-BMKG atau III MMI dan Mataram pada skala II SIG-BMKG atau III MMI. Sehubungan dengan masih adanya gempa-gempa susulan, masyarakat diimbau supaya tidak menempati bangunan-bangunan yang kondisinya sudah rusak akibat gempa utama.

    "Gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," terang Dwikorita.

    Seperti diketahui, gempa bumi tektonik mengguncang Lombok, Bali dan Sumbawa Minggu (29/7/2018) kemarin, dengan kekuatan 6,4 SR. Gempa yang terjadi sekitar pukul 05.47 WIB tersebut terletak pada koordinat 8,4 LS dan 116,5 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 47 km arah timur laut Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 24 km.

    "Hingga saat ini (pukul 22.00 WIB) telah terjadi 213 kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar 5,7 SR. Karenanya kami meminta masyarakat untuk tetap waspada namun tetap tenang, jangan panik dan yang paling penting jangan percaya berita hoax," pungkas Dwikorita.(*)

    Oleh: abdul basir / fan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Jokowi Lepas Pasukan Perdamaian ke Kongo & Lebanon
    Groundbreaking Pelabuhan Patimban Digelar Agustus
    PAN Belum Tentukan Dukungan di Pilpres 2019
    SBY Tak Tuntut Prabowo Pilih AHY sebagai Cawapres
    Gempa Lombok, BMKG Minta Warga Waspada Info Hoax

    Editorial

      Advertisement On Google