web stats service from statcounter

Hot News


  • Eze Bertekad Cetak Gol Perdananya di Padang
    Eze Bertekad Cetak Gol Perdananya di Padang
    • 25 Mei 2019 | 05:58:00 WIB

    EZECHIEL N’Douassel bertekad mencetak gol perdananya saat Maung Bandung melakoni laga tandang kontra Semen Padang, Rabu (29/5/2019) mendatang.

Inspirasi


  • Menikah dan Perjuangan
    Menikah dan Perjuangan

    SUAMI dan istri yang sudah menikah, semakin lama komunikasi yang terjadi kurang harmonis.

    Gelombang Tinggi, Nelayan Tetap Nekat Melaut
    Net Ilustrasi.

    Gelombang Tinggi, Nelayan Tetap Nekat Melaut

    JuaraNews, Sukabumi - Gelombang tinggi masih terjadi di pesisir pantai selatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Fenomena alam ombak tinggi ini telah terjadi dalam sepekan terhakhir, terutama pada tengah malam hingga pagi hari.

    Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan seperti gelombang tinggi yang mengancam keselamatan, warga di sekitar Pantai Cisolok dan Palabuhanratu melakukan ronda malam. Mereka mewaspadai gelombang tinggi yang sewaktu-waktu dapat menyapu permukiman warga.

    Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memperingatkan warga sekitar pantai untuk mewaspadai gelombang tinggi yang terus terjadi hingga Minggu (29/7/2018). Gelombang laut yang diperkirakan mencapai 6 hingga 9 meter itu sangat terasa saat memasuki sore hingga pagi hari.

    Kendati ada imbauan dari BMKG agar warga waspada terhadap gelombang tinggi susulan, ada sebagian kecil nelayan memilih untuk tetap pergi melaut. Mereka nekat pergi melaut karena tuntutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tuntutan ini sangat dirasakan karena dalam sepekan terakhir mereka tidak menangkap ikan.

    Seperti yang dilakukan para nelayan di Pantai Cibangban, Desa Pasirbaru, Kecamatan Cisolok. Mereka sibuk mempersiapkan perahu dan alat-alat menangkap ikan sejak pagi untuk pergi melaut pada sore hari.

    "Nelayan yang pergi melaut hanya sebagian kecil saja. Kendati cukup berbahaya, tapi tudak ada pilihan lain untuk mencari kebutuhan sehari-hari," kata salah seorang nelayan Cisolok, Dasep seperti dilansir Pikiran-rakyat.com, Senin (30/7/2018).

    Sementara mayoritas nelayan, kata Dasep, lebih memilih tidak melaut dan mencari pekerjaan menjadi kuli bangunan dan pikul di pasar karena gelombang laut sangat berbahaya. "Karena sangat berbahaya, banyak nelayan tidak mau mengambil risiko melaut, apalagi gelombang laut sangat berbahaya," pungkasnya.(*)

    fan

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Gelombang Tinggi, Nelayan Tetap Nekat Melaut

    Editorial


    • Marhaban Ya Ramadan
      Marhaban Ya Ramadan

      DATANGNYA bulan suci Ramadan ini begitu istimewa bagi kaum muslimin. Banyak makna yang terdapat di Bulan Puasa ini.