web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


  • Menikah dan Perjuangan
    Menikah dan Perjuangan

    SUAMI dan istri yang sudah menikah, semakin lama komunikasi yang terjadi kurang harmonis.

    Kebakaran Landa Lereng Gunung Ciremai
    Net Ilustrasi.

    Kebakaran Landa Lereng Gunung Ciremai

    JuaraNews, Kuningan - Kebakaran terjadi di sekitar lereng hutan Taman Nasional Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Sabtu (28/7/2018). Kebakaran tersebut terjadi di empat titik dan berhasil dipadamkan oleh petugas dan masyarakat setempat, sehingga tak meluas.

    Seperti dilansir Pikiran-rakyat.com, empat titik area kebakaran di Gunung Ciremai antar-lokasinya terpaut jarak sekitar 100 hingga 300 meter. Semuanya berada di ketinggian sekitar 1.100 meter di atas permukaan laut.

    Tepatnya di bawahan Gunung Gundul di atas areal objek wisata Bumi Perkemahan Tenjolaut, sekitar Desa Babakanmulya, sebelah selatan Dusun Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan.

    Empat lokasi kebakaran di kawasan hutan Taman Nasional Gunung Ciremai itu, semuanya berada dalam kawasan hutan pinus penuh semak belukar. Dua titik di antaranya berisi tanaman kopi. Namun pohon-pohon pinus tua di empat lokasi kebakaran itu pun masih bisa terselamatkan.

    Pada Minggu (29/7/2018) kemarin, bekas kobaran api di empat titik lokasi kebakaran itu masih nampak dan hanya menghanguskan semak belukar serta tanaman kopi di dua lokasi.

    Ketua kelompok masyarakat pengelola Buper Tenjolaut Iis Aris Munajat dibenarkan sejumlah angotanya di antaranya Heri (50) dan Misran (58) menyebutkan, kebakaran di empat titik itu terjadi bersusulan. Kebakaran diketahui mulai terjadi di satu titik di antaranya sejak Sabtu (28/7/2018), sekitar pukul 20.00.

    Mereka menduga kuat, kebakaran hutan di empat lokasi terpisah itu terjadi karena disengaja orang tak bertanggungjawab, tetapi orang yang membakar maupun motifnya belum diketahui.

    “Kami yakin kebakaran hutan di empat titik lokasi terpisah itu, tadi malam karena ada orang yang sengaja membakarnya. Dan, pembakarannya di empat lokasi terpisah itu sepertinya sengaja diatur dilakukan dalam waktu susul menyusul,” ujar Heri

    Mereka menambahkan, pemadaman kobaran api di empat lokasi kebakaran itu hanya dilakukan kelompok masyarakat pengelola Buper Tenjolaut dengan peralatan seadanya. Upaya menjinakan kobaran api sampai pemadaman total sisa-sisa bara api di empat titik lokasi kebakaran itu, menurut mereka baru tuntas menjelang tengah malam sekitar pukul 23.00 WIB.(*)

    fan

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Polisi Tetapkan 257 Tersangka Kerusuhan 22 Mei
    BPN Prabowo-Sandi Tolak Hasil Rekapitulasi KPU
    Pempov Jabar Minta Pemkad Subang Buat Perda Sawah
    Emil : Masyarakat Harus Hormati Hasil Putusan KPU
    3,7 Juta Pemudik Akan Lintasi Jabar

    Editorial


    • Marhaban Ya Ramadan
      Marhaban Ya Ramadan

      DATANGNYA bulan suci Ramadan ini begitu istimewa bagi kaum muslimin. Banyak makna yang terdapat di Bulan Puasa ini.