web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Cegah Penyakit Meningitis sejak Dini
    net Almarhum Olga Syahputra saat dirawat di Singapura.

    Cegah Penyakit Meningitis sejak Dini

    Meningitis, penyakit yang belum begitu familiar. Namun setahun terakhir ini ramai diperbincangkan, apalagi setelah Olga Syahputra meninggal.

    JuaraNews - Meningitis, sebenarnya penyakit yang belum begitu familiar di telinga kita. Namun setahun terakhir ini ramai diperbincangkan, apalagi setelah komedian Olga Syahputra meninggal dunia pascadirawat karena mengidap meningitis di Mount Elizabeth Hospital Singapura, Jumat (27/3/2015) pukul 17.17 waktu setempat. Lalu seberapa bahaya meningitis itu?

    Penyakit meningitis atau radang selaput otak merupakan penyakit yang terjadi akibat infeksi meninges atau yang dikenal dengan selaput yang melindungi sistem syaraf pusat pada tubuh manusia. Infeksi tersebut bisa terjadi karena adanya peradangan yang disebabkan karena virus maupun bakteri pada selaput meninges tersebut.

    Dengan demikian, jelas bahwa penyakit meningitis merupakan salah satu penyakit yang berbahaya dan menakutkan. Penyakit meningitis diketahui mampu membuat bagian syaraf manusia, sumsum tulang belakang, dan otak menjadi rusak. Bakteri meningitis sangat serius, karena itu harus dicegah sejak dini.

    Bakteri menularkan yang paling umum adalah bakteri meningitidis Neisseria. Pada 2008 dan 2009 di Inggris dan Wales terjadi 1.166 kasus meningitis karena bakteri ini. Sebenarnya penyebab penyakit meningitis ini bukan merupakan jenis virus yang begitu berbahaya. Namun jika telah parah dapat mengakibatkan gangguan kesehatan yang serius seperti kerusakan otak, kurangnya daya ingat, kurang nya kemampuan pendengaran dan bahkan menyebabkan kematian jika tidak ditangani secara serius.

    Virus penyebab penyakit meningitis pada awalnya menginfeksi bagian tubuh penderita dan mengalir masuk ke dalam sel-sel syaraf pusat yaitu otak manusia. Penyebab utama penyakit meningitis pada dasarnya adalah virus yang dapat menyerang manusia dalam kondisi kekebalan tubuh seperti apapun.

    Meningitis sendiri bisa menyerang kelompok umur manapun, meskipun pada kenyataannya, kelompok umur yang rawan terkena penyakit ini adalah anak-anak usia balita dan orang tua. Namun kalangan remaja berusia 15-24 tahun, juga rentan terkena meningitis. Anak usia satu tahun berada dalam posisi paling rentan. Menurut data WHO, sekitar 6-10% dari anak yang terkena penyakit ini tidak ditangani secara cepat dan menyebabkan kematian.

    Bagi yang berusia 15-24 tahun termasuk ke dalam kelompok yang rentan terhadap penyakit Meningitis. Hal ini lebih disebabkan karena perubahan gaya hidup seperti merokok, clubbing, dan traveling. Sedangkan untuk usia lanjut, salah satu faktor yang menyebabkan penyakit ini lebih mudah menyerang karena daya tahan tubuh yang mulai menurun.

    Meningitis sendiri sangat menular, yaitu melalui cairan ludah atau ingus ketika bersin, bicara, tertawa maupun batuk dan terhirup oleh orang lain ketika mereka bernapas. Penularan juga dapat terjadi jika balita makan atau minum bersama penderita dari piring dan gelas yang sama. Bahkan, memakai handuk, memegang bekas tisu yang baru dipakai membersihkan hidung, juga bisa menjadi media penularan.

    Penderita meningitis masih akan menularkan penyakitnya selama mereka masih menunjukkan gejala penyakit tersebut. Bahkan, penderita menagitis yang penyebabnya bakteri, masih dapat menularkan penyakitnya sekitar 24 jam setelah mereka diberi antibiotik.

    Gejala

    Penderita penyakit meningitis perlu didiagnosis terlebih dahulu untuk memastikan dia benar-benar terjangkit penyakit ini. Meskipun begitu, ada beberapa gejala penyekit meningitis yang biasanya muncul pada penderita. Gejala tersebut, antara lain sakit kepala, demam (sekitar 39 derajat Celsius), otot leher kaku, ketakutan pada cahaya terang, ketakutan pada suara keras (phonophobia), sering ingin muntah, tampak seperti kebingungan, susah bangun dari tidurnya

    Sementara, jika penderita adalah seorang bayi, gejala tersebut tidak begitu nampak. Namun biasanya bayi yang menderita penyakit meningitis akan nampak lemah dan kurang aktif, gemetar pada tubuhnya, tidak mau menyusu ibu nya, dan sering muntah.

    Pencegahan

    Untuk pencegahan penyakit meningitis harus dimulai sejak sekarang juga dan jangan menunggu Anda divonis mengidap penyakit ini. Caranya, selalu menjaga kebersihan mulai dari pakaian, makanan, badan, dan lingkungan sekitar agar tidak banyak mengandung bakteri dan virus yang tidak dapat dilihat mata.

    Agar mempunyai daya tahan yang kuat untuk melindungi dari bakteri penyebab meningitis, sebaiknya menjaga stamina dengan makan bergizi dan berolahraga yang teratur. Sedangkan untuk beberapa kasus meningitis, perlindungan jangka panjang dapat dilakukan dengan pemberian vaksinasi, atau jangka pendek dengan penggunaan antibiotik.

    Tips Mencegah Meningitis

    Pengobatan terbaik untuk penyakit meningitis tentu saja segera dibawa ke rumah sakit. Bahkan rumah sakitnya pun harus benar-benar yang berkelas dan memiliki peralatan lengkap untuk mendiagnosa penyakit ini.

    Dalam penyembuhan dan pengobatan penyakit meningitis harus dilakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium seperti tes darah, rontgen, bahkan cek cairan selaput otak.

    Namun agar tidak terserang penyakit tersebut, kita harus mengetahui cara pencegahannya. Beberapa tips pencegahan penyakit meningitis tersebut, di antaranya:

    Menjaga kebersihan tangan. Cuci tangan dengan sabun setelah dan sebelum makan, setelah dari toilet, dan sehabis memegang hewan peliharaan. Terutama bila lingkungan Anda baru saja ada yang terserang penyakit meningitis.

    Jaga kebersihan area peternakan unggas. Karena jamur triptokokus yang berasal dari kotoran unggas, maka bagi pemilik unggas harus selalu menjaga kebersihan kandang. Bagi yang bukan pemilik pun harus bersikap demikian, jika ada kotoran unggas di area rumah, segeralah bersihkan.

    Jaga stamina dan daya tahan tubuh. Menjaga stamina dan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan yang bergizi. Cara ini adalah yang paling sederhana namun terkadang diabaikan. Padahal, dengan memiliki tubuh yang prima kita tidak akan mudah terserang penyakit apapun. Karena itu, mulailah terapkan pola hidup sehat dengan rajin berolahraga. Cukupkan juga asupan vitamin C kamu agar terhindar dari virus-virus.

    Kayu manis. Tambahkan kayu manis pada bumbu masakan Anda. Berdasarkan penelitian di Texas ditemukan fakta bahwa kayu manis mengandung bahan yang dapat mengurangi risiko tertularnya penyakit meningitis.

    Vaksinasi pada anak. Jenis vaksinasinya adalah vaksinasi IPD atau pnemokokus yang diberikan pada anak usia dua, empat, enam, lima belas bulan sebanyak empat kali. Meningitis lebih sering menyerang anak yang berusia di bawah dua tahun, oleh karena itu jangan pernah abaikan hal ini.

    Jaga kebersihan mainan dan area bermain anak. Cuci mainan dengan sabun setelah anak selesai bermain. Apabila Anda hendak menitipkan anak ke taman bermain umum, pastikan tempat tersebut bersih dan steril.

    Hindari menggunakan alat bersama-sama. Misalkan menghindari meminum menggunakan gelas bekas orang lain yang belum dicuci terlebih dahulu. Karena virus ini dapat menular melalui air lender atau liur seseorang. (*)

    Oleh: deni mulyana sasmita / den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    De Majestic jadi Pusat Seni dan Budaya Jabar
    Duta Besar Swedia Kolaborasi dengan Budi Dalton
    Terbukti Bersalah, Vanessa Divonis 5 Bulan Penjara
    2020 Produk Timberland 100 % Gunakan Daur Ulang
    Reopening Lois Jeans di Mall BIP Bandung

    Editorial