web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Editorial

    • Mari Kita Berkurban
      Mari Kita Berkurban

      SEKITAR 2,1 miliar umat muslim di seluruh dunia serentak memeringati Hari Raya Idul Adha yang pada 2019 ini jatuh pada hari Rabu (22/8/2018).

      Harga Telur Meroket, DPRD Jabar Curiga karena Ini
      Net Ilustrasi.

      Harga Telur Meroket, DPRD Jabar Curiga karena Ini

      JuaraNews, Bandung - Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat, R Yunanadar Eka Perwira berharap pemerintah segera melakukan langkah konkret untuk menstabilkan kembali harga telur dan daging ayam ras di Indonesia.

      Selain itu, Yunandar pun berharap ada penjelasan yang relevan dari pemerintah terkait penyebab naiknya harga telur dan daging ayam ras di Indonesia, termasuk di Jabar.

      Yunandar menilai, berkurangnya pasokan bahan untuk pakan ayam dari negara pengimpor dan melemahnya nilai tukar rupiah sebagai penyebab tingginya harga telur dan daging ayam.

      Namun begitu, menurutnya ada beberapa kemungkinan yang jadi pemicu sehingga diperlukan penjelasan dari pemerintah mengenai penyebab pasti di balik meroketnya harga telur dan daging ayam ras.

      "Saya belum tahu berapa besar pengaruh itu (melemahnya kurs rupiah). Apakah kemudian dipengaruhi oleh kurs dollar saya gak paham dalam posisi sekarang. Karena sekarang sebagian besar sudah tak impor lagi bahan pakannya," kucapnya

      Menurutnya, 5 tahun lalu impor tepung ikan dan jagung tinggi. Namun, karena beberapa alasan, sumber bahan pakan itu tidak ada, sehingga negara pengimpor tidak bisa lagi mengirim ke Indonesia.

      "Saya belum paham dari mana akhirnya substitusi dari tepung ikan ini. Karena dari data KKP, itu tadinya tinggi sekali zaman pemerintahan lalu, tiba-tiba sekarang melorot jauh sekali," katanya.

      Dengan berkurangnya jumlah impor bahan pakan, ia belum mengetahui secara pasti tepung ikan itu masih digunakan atau tidak oleh peternak. Pasalnya, sampai saat ini impor tepung ikan masih ada.

      "Saya gak tahu, karena masih ada yang diimpor, tapi sudah jauh berkurang. Seberapa besar? Kita kan bicara sekian juta ayam di Jawa barat nomor 2 produksi ayam terbesar di Indonesia," tutupnya.(*)

      Oleh: abdul basir / fan

      0 Komentar
      Tinggalkan Komentar
      Cancel reply
      0 Komentar
      Tidak ada komentar
      Berita Lainnya
      DPRD Minta Pemprov Lanjutkan Bangun Infrastruktur
      DPRD Ingin Pembangunan Bikin Masyarakat Nyaman
      HUT ke-73 RI Momentum untuk Introspeksi
      PAW, Eni Rif'ati Rachman Gantikan Alm Sunatra
      DPRD Jabar Terima Audiensi BEM SI
      Berita Terdahulu

      Gedung Sate

        Advertisement On Google