web stats service from statcounter

Hot News


  • Kiper Persib Kecewa Gagal Raih Kemenangan
    Kiper Persib Kecewa Gagal Raih Kemenangan
    • 19 Juni 2019 | 02:10:00 WIB

    I Made Wirawan kecewa setelah timnya bermain imbang 1-1 dengan PS Tira pada laga kandang Liga 1 2019 di Stadion si Jalak Harupat, Selasa (18/6/2019).

Inspirasi


  • Menikah dan Perjuangan
    Menikah dan Perjuangan

    SUAMI dan istri yang sudah menikah, semakin lama komunikasi yang terjadi kurang harmonis.

    Editorial


      Harga Telur Meroket, DPRD Jabar Curiga karena Ini
      Net Ilustrasi.

      Harga Telur Meroket, DPRD Jabar Curiga karena Ini

      JuaraNews, Bandung - Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat, R Yunanadar Eka Perwira berharap pemerintah segera melakukan langkah konkret untuk menstabilkan kembali harga telur dan daging ayam ras di Indonesia.

      Selain itu, Yunandar pun berharap ada penjelasan yang relevan dari pemerintah terkait penyebab naiknya harga telur dan daging ayam ras di Indonesia, termasuk di Jabar.

      Yunandar menilai, berkurangnya pasokan bahan untuk pakan ayam dari negara pengimpor dan melemahnya nilai tukar rupiah sebagai penyebab tingginya harga telur dan daging ayam.

      Namun begitu, menurutnya ada beberapa kemungkinan yang jadi pemicu sehingga diperlukan penjelasan dari pemerintah mengenai penyebab pasti di balik meroketnya harga telur dan daging ayam ras.

      "Saya belum tahu berapa besar pengaruh itu (melemahnya kurs rupiah). Apakah kemudian dipengaruhi oleh kurs dollar saya gak paham dalam posisi sekarang. Karena sekarang sebagian besar sudah tak impor lagi bahan pakannya," kucapnya

      Menurutnya, 5 tahun lalu impor tepung ikan dan jagung tinggi. Namun, karena beberapa alasan, sumber bahan pakan itu tidak ada, sehingga negara pengimpor tidak bisa lagi mengirim ke Indonesia.

      "Saya belum paham dari mana akhirnya substitusi dari tepung ikan ini. Karena dari data KKP, itu tadinya tinggi sekali zaman pemerintahan lalu, tiba-tiba sekarang melorot jauh sekali," katanya.

      Dengan berkurangnya jumlah impor bahan pakan, ia belum mengetahui secara pasti tepung ikan itu masih digunakan atau tidak oleh peternak. Pasalnya, sampai saat ini impor tepung ikan masih ada.

      "Saya gak tahu, karena masih ada yang diimpor, tapi sudah jauh berkurang. Seberapa besar? Kita kan bicara sekian juta ayam di Jawa barat nomor 2 produksi ayam terbesar di Indonesia," tutupnya.(*)

      Oleh: abdul basir / fan

      0 Komentar

      Tinggalkan Komentar


      Cancel reply

      0 Komentar


      Tidak ada komentar

      Berita Lainnya


      DPRD Jabar Pantau Pelaksanan PPDB 2019
      Dewan :Ingatkan Penggunaan Anggaran Pinjaman 1,4 T
      Legislator : Emil Janji LHP BPK RI 45 Hari Kerja
      Dewan Apresiasi WTP ke 8 Pemprov Jabar
      DPRD Jabar Apresiasi Operasi Ketupat Lodaya 2019

      Gedung Sate


      • Humas Jabar Luncurkan Program Japri
        Humas Jabar Luncurkan Program Japri

        HUMAS Jabar meluncurkan program dialog publik bertajuk Jabar Punya Informasi (Japri) di Area Taman Barat Gedung Sate, Kamis (27/09/2018).